“…SUJIWO TEJO Ekspresikan VALENTINE Days dengan AKSI Cinta IBU PERTIWI…”


Sujiwo Tejo, Presiden Jancukers, yang ingin menggugah kembali arti dari perayaan Valentine lewat pertunjukannya

“…Valentine memang lekat dengan cinta-cintaan. Tapi, bagi Sujiwo Tejo, Valentine ini jangan dipandang sempit sebagai invasi budaya luar. Tapi rayakan kasih sayang dalam konteks negeri kita, yaitu cinta Ibu Pertiwi. Tradisi yang mencerminkan cinta ibu pertiwi sedekah bumi dan sebagainya, kini dimanifestasikan Sujiwo lewat acara ” Wuiiih Day, Menebar Cinta pada Ibu Pertiwi “.

Di atas panggung, ekpresi cinta kepada Ibu Pertiwi ini diekspresikan dengan lagu-lagu sentilan terhadap tindak-tanduk mereka yang dianggap tak memedulikan Ibu Pertiwi. Baik dalam urusan bernegara ataupun lingkungan. Acara ini awalnya akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, atau dikenal luas sebagai Valentine Days. Hanya saja, karena berbenturan dengan acara lain di Bentara Budaya, acara ini lalu diundur ke tanggal 16. KepadaPENANTRA ketika ditemui sebelum acara berlangsung, Sujiwo bercerita bahwa, “ Cinta dalam pengertian saya sebagai dalang itu dipersamakan dengan Ibu Pertiwi…Aku mengajak temen-temen untuk kembali menengok ajaran leluhur ini, tanpa anti terhadap Valentine.

"...Sujiwo beraksi ketika Muncul di Awal Pertunjukkan..."

Tapi, Valentine kita terapkan kepada yang kita punya, mencintai Ibu Pertiwi. Apa sih salahnya mewujudkan kasih sayang…? Walau bukan berarti diluar 14 Februari itu bukan Hari Kasih Sayang. Sama halnya 21 April, Hari Kartini bukan berarti diluar 21 April itu Hari Kartono. Artinya Valetine hanya untuk penegasan, tapi cinta kasih bukan hanya pada zaman itu,” papar Sujiwo panjang lebar. Mereka yang hadir dalam pentas Cinta Ibu Pertiwi ini, sekaligus menjadi acara kumpul #jancukers. Jancukers merupakan sebutan yang digunakan Sujiwo Tejo bagi followernya di Twitter. Lewat kelompok ini, Sujiwo Tejo ( @sujiwotejo ), hendak membuat revolusi kebudayaan lewat lakon satir Republik Jancuk dengan Sujiwo Tejo sebagai Presidennya. ” Praktis ini merupakan pertemuan pertama, kelompok ini ceritanya mau melawan dengan revolusi kebudayaan. Kita akhiri jaman penuh kesantunan tapi pura-pura, kita mulai jaman blak-blakan, A ngomong A, tapi tanpa kebencian,” terangnya kepada Redaksi PENANTRA . Akun yang dibuat Sujiwo sejak September 2010 ini berhasil menyedot sekitar 170 ribuan follower.

"...Talkshow yang dipandu Andara Rainy, serta ditemani para punakawan menyelingi pertunjukkan di Bentara Budaya Jakarta ini..."

Lewat akunnya itu, Sujiwo hendak menyampaikan maksud dari itu jancuk, soal bernegara, karma, ” Secara ringan saya sampaikan lewat Twitter,” tambahnya lagi. Panggung Wuiiih Day ini, ditata menjadi sebuah pelataran losmen Pertiwi dimana Andara Rainy, yang akrab dipanggil Dara ini, didapuk menjadi Ibu Pertiwi, sekaligus jadi pemandu jalannya acara. Sejak awal, Sujiwo telah mengundang gelak penonton dengan gayanya yang santai dan lucu. Tak jarang , ia pun mencungkil tokoh dan peristiwa politik yang belakangan terjadi sebagai bahan kritk dan leluconnya. Selama pertunjukkan, lagu-lagu dari berbagai genre terus mengalun dari lantunan Sujiwo, Sruti Respati, Glenn Fredly, serta Saad Borneo. Didukung pula oleh musisi Jazz Bintang Indrianto, Teater Mahasiswa UI yang berperan sebagai Punakawan, Butet Kartaredjasa, Karni Ilyas dan lainnya. Panggung Wuiiih Day malam, itu terus tergelak lewat aksi santai Sujiwo dan kawan-kawan. Riuh tepuk tangan penonton semoga meriuhkan juga semangat cinta Ibu Pertiwi di sanubari para # Jancukers.

Oleh : Eka Shantika

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s