“..Selamat Datang Di Jakarta..!”.. BELANTARA BATU Kota Kelahiran Ku..”


“…Panas Yang Terik Menyapa Tubuh Ku di Sebuah Sudut Kota Jakarta.. Hiruk-Pikuk Suasana dan Kemeriahan Kota. Bercampur Aduk dengan Debu dan Asap Kendaraan. Aku pun Terpaku di Bawah Sebuah Jembatan Layang bersama puluhan Pedagang Kaki Lima yang Berteriak-teriak lantang sibuk menawarkan Barang dagangan.Inilah Wajah Jakarta Kota Kelahiran Ku, yang Kian Sesak dari waktu ke waktu. Tersentak Diri Ku saat menatap Jarum Jam pada Arloji Ku yang tepat di angka 12.30 Siang. Dengan sedikit rasa enggan Ku seret langkah ke arah Kuda Besi Kesayangan Ku, sambil menghembuskan asap terakhir dari sebatang rokok Ku yang tersisa. Sejenak Ku terpana dan kembali menatap kearah Jembatan Layang dan Kerumunan para Pedagang Kaki Lima itu. Dan kemudian terlintas jelas dalam benak Ku bayang-bayang masa kecil Ku di tempat itu. “..Yach dulu belasan tahun yang lalu tempat itu begitu teduh oleh rimbunnya pepohonan. Di mana Aku biasa berteduh serta mendengarkan suara burung-burung yang riang berkicau.Dan di tempat itu pulalah Aku terbiasa menghabiskan waktu Ku tuk bermain bersama teman-teman seusia Ku usai pulang bersekolah. Di bawah Pohon Besar dan Rindang itu, yang kini telah berubah menjadi sebuah Jembatan Layang dan deretan Pertokoan. Kami dahulu sering memanjat dan memetik buahnya. Deretan Pohon Sawo dan Kecapi yang Rimbun serta lebat buahnya itu. Tak saja menarik perhatian Kami untuk berlama-lama bermain di bawahnya menikmati keteduhan dan manis buahnya,namun juga menarik perhatian burung-burung dan hewan-hewan yang berada di sekitarnya. Sementara itu tak jauh dari tempat Kami bermain terdapat Sungai Kecil yang kemudian menjadi luapan kegembiraan bagi kami usai bermain Kejar-kejaran atau Petak umpet. Lalu Sungai Kecil yang airnya lumayan jernih itu Kami jadikan ajang Berenang dan mengejar Ikan-ikan kecil yang juga tengah asyik bermain di dalamnya…” Hari-hari itu terasa begitu Indah & Ceria tiada Gundah-Gulana melainkan hanyalah Canda Tawa Masa Kecil Ku…” Namun Kini semua telah berubah…Teduh & Rindangnya Pohon Sawo & Kecapi itu Kini menjelma menjadi Teduhnya Jembatan Layang serta Rapatnya deretan Pertokoan. Sedangkan Sungai Kecil yang dulu banyak Ikannya itu Kini tak lebih hanyalah sebuah Parit sempit penuh dengan tumpukan Sampah dan Kotoran sisa dagangan.Lalu sebuah Lapangan Kecil yg tak jauh dari Pohon Besar tempat Ku biasa bermain Bola Kasti dan Layang-layang Kini Telah Menjelma menjadi sebuah Pom Bensin. Terlintas jelas Bayang-bayang Wajah Ibunda kami masing-masing yg berteriak galak memanggil dari sudut tanah lapang..Agar Kami segera Pulang karena Kami lupa Makan atau Tidur Siang usai Sekolah..” Demikianlah semua itu Ohh..Jakarta Kampung Halaman Ku..” !
A. Dody. R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: