“…CURUG CIPURUT…” The Camping Area


“….Cuaca mendung berkabut melingkupi seantero kawasan lereng hingga kaki Gunung Burangrang di Sore itu…” Tepatnya di sekitar lembah Curug Cipurut Wanayasa Desa Sumurugul Purwakarta Jawa Barat. Setelah menempuh waktu kurang lebih satu jam perjalanan kaki dari pintu gerbang jalan desa. Serta melewati areal perkebunan teh entah milik warga sekitar atau milik Perum Perhutani, akhirnya sampailah kami di tempat yang di tuju yaitu : CURUG CIPURUT tersebut. Udara dingin yang menusuk tulang seakan selalu setia menemani kami selama beberapa hari berkemah di tempat itu…”  Mulai sejak pagi hingga petang Sang MENTARI seolah engan melakukan penampakan diri tuk sekedar memberi bias kehangatan …bagi tubuh-tubuh yang terbalut daging tipis alias kurus kering ini…qiqiqiq ”  Sementara itu suara gemuruh derasnya Air Terjun di dekat Tenda kami seakan tertawa mengejek dan menantang kami tuk segera MANDI PAGI…” Kami pun hanya terdiam membisu saling berpandangan seraya berdecak kagum atas keindahan panorama alam yang tergelar di hadapan mata. Kami pun terpaku demi menatap jernih dan derasnya AIR TERJUN yang melimpah ruah tertumpah dari atas puncak bukit kaki gunung Burangrang itu…” Dan sang waktu pun terus berjalan hingga keesokan pagi harinya. Namun yang membuat Ku sedikit heran adalah : Bahwa sampai pada detik itu pula belumlah ada di antara kami yang BERANI menjawab Tantangan atau pun Sindiran penuh PERSAHABATAN dari Sang Alam Kawasan AIR TERJUN Curug CIPURUT tersebut….” Meskipun sejak kedatangan kami sehari sebelumnya belumlah ada satu pun diantara kami yang nampak terlihat pergi mandi. Yang nampak hanyalah sekedar mencuci muka, tangan dan kaki serta membasahi rambut kepala agar terlihat sedikit segar dan rapih syukur-syukur kelihatan ganteng sedikit…qeqeqeq. Suara – suara Burung yang sedang asyik berkicau Riang beserta kawanan Kera-kera Gunung yang Berteriak-teriak  lantang dari Atas pepohonan. Terdengar sahut – menyahut seakan menyapa hangat kami semua seisi Tenda yang nampak masih berdiam diri. Menit demi Menit pun berlalu, namun di antara kami pun belumlah nampak adanya tanda-tanda pergerakan atau pun keputusan untuk menjawab seruan jernihnya Air Terjun yang bersuara gemuruh itu…” Bahkan sebagian dari team kami pun malah terlihat asyik bermain Kartu Remi di dalam Tenda yang sempit dan terlihat sumpek itu. Sambil menikmati hangatnya secangkir Kopi pagi, mereka pun nampak asyik berbincang – bincang yang sesekali di iringi oleh riuhnya canda tawa…” Hmm DINGIN…yaa sekali lagi Ku katakan DINGIN…” Hmm BEKU sekali lagi Ku katakan bahwa Jemari Tangan Ku pun seakan membeku di tengah musim penghujan dan tebalnya kabut lereng Gunung Burangrang kala itu. Sementara itu terlihat di kejauhan Telaga Waduk Jati Luhur pun samar terhalang putihnya kabut dan sedikit pekatnya cuaca mendung. ” Hmm…Okeylah kalau begitu dan Tunggulah Nanti.. sekali lagi Kami katakan Nanti…! Setelah Cahya Mentari Terlihat Bersinar lagi tepat di atas Tenda Kami Siang ini…” Barulah Kami BERANI Mandi…qiqiqiq ” Selamat Bertandang ke CURUG CIPURUT…” Yang terkadang Berselimut Kabut.

Oleh :  Albert Dody Richmant

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: