“..LAKSANA BERLAYAR TANPA NAHKODA..”


Di hari ini adalah hari terkeramat bagi Ku,  bagi Negeri dan Bangsa Ku serta seluruh Rakyat Generasi Penerus Tanah Air Indonesia Ku, 17 Agustus. Hari, tanggal, serta bulan yang selalu membuat dada Ku seakan bergetar, dan seluruh darah Ku seolah akan meluap serta meledak-ledak. Seluruh persendian tubuh hingga tulang-tulang sum-sum Ku seakan-akan melonjak-lonjak dan Bergetar sangat hebat.

Telah  65 tahun sudah Bahtera Republik Ku berlayar di atas samudra kancah dunia. Telah 65 tahun sudah bahtera Republik Ku di terpa badai, taufan, dan halilitar serta garangnya ombak samudra. Tetapi Bahtera Republik Ku tetaplah melaju dan berlayar mengarungi ruang dan waktu, turun-naik dan pasang-surut Bahtera Republik Ku dibuatnya. Namun kini Bahtera Republik Ku seolah tengah melaju menuju sebuah Gunung Karang yang tinggi menjulang di tengah Samudra yang maha luas.

Sang Nahkoda tiada berdaya memegang kemudinya. Mengapakah semua ini terjadi dan haruskah seperti ini….??? TIDAK…! Ini seharusnya tidak terjadi dan ini seharusnya dapat kita hindari.. ! Bahtera Republik Ku yang dulu sempat membuat Gempar Dunia, kini seakan hilang dari Mata Dunia. Di manakah itu teriakan Sang Garuda Ku yang dulu selalu memekik lantang di atas Jagad….???  Yang dulu selalu membuat Berpuluh Pasang Mata Dunia Tercengang dan Terbelalak…???

Enampuluh lima tahun yang lalu, Garuda Ku berteriak lantang mengguncang Jagad.  Teriakan Sang Garuda Ku menggelegar, bergemuruh bangkitkan semangat perjuangan para pemuda-pemudi cinta tanah air dan bangsa, yang menggegerkan seluruh jagad isi dunia. Api semangat yang berkobar-kobar membakar raga dan roh para pemuda pejuang tempo dulu itu, seakan membungkam mulut para penjajah yang beratus-ratus tahun memeras dan menghisap darah putra-putri terbaik bangsa serta seluruh rakyat Indonesia ini. Semangat para pemuda saat itu seakan membungkam konspirasi dunia yang hendak menghalangi Republik tercinta ini memperoleh KEMERDEKAANNYA.

Sahabatku..!
Kini di manakah Api Semangat 45 itu…???  Kini di manakah kobaran lidah api yang dulu kerap menyala-nyala membakar semangat pemuda-pemudi bangsa kala itu…??? Apakah dia kini sudah padam oleh gaung globalisasi dunia yang memang hendak memadamkan api semangat itu…??? Jawabannya adalah TIDAK dan Tak akan pernah bisa siapa pun menghalangi perjalanan revolusi dan reformasi Indonsia Ku ini. Reformasi harus tetap berjalan dan harus tetap di lanjutkan.

Walaupun gunung karang tegar menghadang di hadapan mata kita bersama. Walaupun badai taufan menghantam dengan kekuatannya yang maha dahsyat sekalipun. Bahtera Republik Ku harus tetap dapat berlayar menuju arah yang sudah kita cita-citakan bersama seluruh Rakyat Indonesia ini.

Carilah Sang Nahkoda Sejati yang mampu mengemudikan Bahtera ini keluar dengan gesit dan mampu menyelinap lincah di antara gunung-gunung karang serta hempasan  badai taufan yang menghadang di depan.

Semoga Tuhan Menerangi,  Melindungi dan Senantiasa Memberkati jalan serta lajunya Bahtera Republik Ku ini, yang seakan Berlayar tanpa Nahkoda…
Amin

Salam Reformasi,
Bung Dody R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: