“…Ketika Ku Tanya Dia Mengapa…?


“…Malam kian larut dan tanpa terasa waktu telah menunjuk angka jam 12.15 malam. Seperti biasa dia coba rebahkan tubuh penatnya ke atas dipan, lalu mencoba pejamkan kedua bola mata indahnya. Perlahan namun pasti napasnya mulai naik turun dengan teratur seolah menggiringinya menembus dan menjelajah alam malam. Waktu terus berlalu dan tanpa terasa satu jam sudah dia tertidur dengan tenangnya. Sampai pada suatu ketika terdengar suara erangan dan cercauan keluar dari bibir indahnya di sertai roman wajahnya yang bercucuran keringat nampak menegang. Tubuhnya bergerak-gerak dan mengeliat sangat hebat…Napasnya memburu cepat tiada beraturan. Dan setelah beberapa saat kemudian terdengarlah dia berteriak-teriak…Jangan…jangan…dan Lepaskan aku…!  Pelan-pelan ku dekati dia dan coba membangunkannya perlahan. Sementara itu dia masih tengelam dalam igauannya. Namun tiba-tiba dia pun tersentak bangun dengan wajah pucat pasi dan berpeluh keringat di sekujur tubuhnya. Napasnya tersengal dengan dada turun naik. Perlahanku coba mendekati dan berusaha menenangkannya. Ku sentuh bahu kanannya sambil menyodorkan segelas air putih yang ada di dekat meja. Hening sejenak saat dia nampak mulai meminum seteguk demi seteguk air putih yang tadi ku sodorkan padanya. Detik demi detik kebisuan mulai terasa mencekam…” Dan Ketika Dia Ku Tanya Mengapa…? ”  Seketika itu juga dia palingkan wajahnya kearahku, dan betapa terkejutnya diriku manakala kusaksikan perubahan drastis dari raut wajahnya yang semula nampak Ayu mengoda, tetapi kini berubah bengis dan menyeramkan. Bola matanya tajam memandang ke arahku seolah hendak menelanku hidup-hidup…..! ” Ingin rasanya ku berlari…ingin rasanya ku berteriak, namun itu semua hanyalah keinginan yang tersimpan di dalam otak dan fikiran panik ku. Ku tengok ke arah jendela kamar yang sedikit terbuka tuk coba melihat keadaan di luar sana, atau mencoba berteriak mohon pertolongan kepada siapa pun yang nampak berlalu-lalang. Namun sekali lagi itu semua hanyalah angan dan harapan kosong tanpa kenyataan. Justru di luar yang nampak hanyalah kegelapan dan pekatnya malam. Kini baru ku sadari bahwa aku tengah berada di sebuah villa lereng gunung yang memang jauh dari keramaian lalulintas kendaraan dan padatnya pemukiman. Di tengah kepanikan ku mencari jalan keluar dari tempat itu, tiba-tiba saja gadis misterius yang baru saja ku kenal dalam hitungan hari itu, kini telah berada tepat di depan ku. Wajahnya yang dingin pucat pasi, dan kedua bola matanya yang nampak putih sangat menyeramkan itu seakan membuat ku terpaku dan membisu dalam rasa ketakutan yang teramat sangat mencekam. Kedua tangannya yang nampak berkuku-kuku tajam teracung ke arah ku siap untuk merobek-merobek-robek tubuhku, atau mencekik batang leher ku. Tak ada lagi yang dapat ku lakukan selain mencoba untuk melawan dengan segala kekuatan dan fikiran. Namun semua itu seakan sia-sia, yang kemudian terdengar hanyalah teriakan seiring lepasnya nyawa dari badan.

Oleh : Albert Dody.R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: