“..Gemuruh Asap KAWAH RATU..”


“…Langit nampak cerah  ketika team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ), berdiri mematung menatap tajam kearah utara Kawasan Puncak Gunung Salak Bogor Jawa Barat. Tepatnya kearah posisi Kawah Gunung Salak yang terkenal dengan sebutan ” Puncak KAWAH RATU…” Usai briefing singkat di antara personil, maka di tuangkanlah sebuah Kebijaksanaan yang tidak bertentangan dengan ajuran Pemerintah Pusat dan para Aktivis lingkungan hidup yaitu : Turut berpartisipasi aktif dalam menjaga, melestarikan dan mencintai lingkungan hidup sebagaimana mestinya…” Kuda – kuda Besi pun segera kami siapkan, yang kali ini akan kami pacu menuju kawasan Cagar Alam Gunung Salak – Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Yang berlokasi di daerah Pasir Reungit Gunung Bunder Bogor Jawa Barat. Hari begitu cerah dan diri pun seakan bergairah tuk secepatnya mengapai puncak kawah. Dan tiada terasa satu setengah jam sudah team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ), berada di atas punggung Kuda Besi dan memacu dengan penuh semangat riang gembira.

“…Jalur Kawah Mati…”

Dan akhirnya sampailah Kami di depan Gerbang Masuk kawasan Bumi Perkemahan Gunung Bunder yang berhawa Sejuk Segar serta Indah penuh di Tumbuhi Pohon Pinus sejenis Cemara Raksasa…” Dan berdasarkan informasi yang di peroleh team redaksi PENANTRA dari para petugas Jagawana setempat. Bahwa masih di butuhkan waktu sekitar 2 -3 jam perjalanan lagi dari pintu Gerbang masuk jalur pendakian agar dapat sampai di tempat yang team redaksi PENANTRA tuju, yaitu Puncak Kawah Ratu tersebut. Dan setelah berfikir panjang tanpa keraguan, meskipun awan mendung mendadak datang mendekat ke arah Puncak Pegunungan, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan. Langkah demi langkah pun tertapaki sampai pada akhirnya terlihatlah oleh kami sebuah Curug / Air terjun yang bernama Curug Ngumpet deras memuntahkan aliran air jernihnya ke arah bebatuan yang tampak diam tak bergeming di bawahnya.

“…Sungai Cikaluwung Yang Mengalir di Tengah Kawah Ratu…”

Selama dalam perjalanan menuju Puncak Kawah Ratu tersebut kami semua di suguhi pemandangan alam hutan tropis yang eksotik lagi indah menyenangkan. Udara sejuk dan sedikit dingin, membuat paru – paru kami seakan lega menarik nafas panjang karunia Tuhan Semesta Alam ini. Berdasarkan Informasi yang juga team redaksi PENANTRA peroleh dari Petugas Jagawana setempat :  Bahwa obyek wisata alam Kawah Ratu Gunung Salak Bogor Utara ini terletak pada ketinggian 1338 m dpl, dengan suhu udara berkisar antara 10 – 24 derajat celcius. Dengan Luas Areal kawasan Kawah adalah lebih kurang 30 hektar, dan terdiri dari 2 Kawah Mati / non aktif.  Serta 1 kawah aktif  sebagai primadona Kawah Ratu tersebut, dengan uap panas mendidih mengandung gas Asam Sulfida ( H2S ) serta  bersuara gemuruh, yang sewaktu-waktu dapat pula membahayakan bagi para penggunjung yang kurang waspada,  dan tak mengikuti ajuran yang tertulis di setiap Plank petunjuk peringatan yang ada. ..”

“…Jalur Kawah Mati…”

Kondisi jalur jalan yang sudah tertata rapi dengan kongtur mulai dari landai hingga menanjak dan sedikit berkelok – kelok, namun teduh di bawah rimbunnya pepohonan membuat perjalanan team redaksi PENANTRA tak begitu terasa melelahkan. Sesekali terlihat oleh kami beberapa ekor jenis Burung Kicau bersuara merdu dan berbulu indah tampak asyik berlompatan di antara ranting pohon, dan tak ketinggalan pula sekawanan Kera gunung pun terlihat santai bergelantungan menikmati santapan hutan persembahan dari Sang Alam. Waktu terus berlalu tak terasa hampir 2 jam sudah kami berjalan susuri jalan setapak menuju tempat tujuan. Dan di tengah perjalanan itu kami putuskan untuk beristirahat barang sebentar di tepi sebuah sungai kecil berbentuk parit, dengan air bening nan jernih menyegarkan. Langit nampak berangsur cerah dan sepertinya rintik hujan pun tak jadi datang, yang sudah barang tentu kan menambah semangat kami untuk segera melanjutkan perjalanan usai beristirahat menikmati santapan perbekalan. Aroma asap belerang yang terbawa desau angin, dan sesekali tercium oleh team redaksi PENANTRA seolah menandakan bahwa Sang Kawah tujuan sudahlah tak jauh dari cengkraman. Kami pun segera beranjak…Kami pun segera mendekat kearah kawah yang masih berada di puncak.

“…Segarnya Mandi Air Hangat di Sungai Cikaluwung…”

Dan benar saja, rupanya tak jauh dari sungai kecil tempat di mana kami beristirahat itu, tepatnya di tapal batas areal hutan Gunung Salak dengan daerah Kawah tampaklah oleh kami sebuah Plank bertuliskan  “…WELCOME To THE KAWAH RATU…”  Bagaikan anak rusa keluar dari rimbunya hutan. Kami pun bersorak kegirangan demi menemukan tempat tujuan. Bentangan Kawah mati / non aktif I dan II pun kami lewati. Dan di sana sini terlihat puluhan atau bahkan mungkin ratusan batang pohon kayu yang tampak hangus terbakar oleh karena aktifitas kawah.  Ada sedikit rasa ngeri ketika langkah kaki ini menapak di antara bebatuan di tengah-tengah kawah, sebab kebetulan pada saat itu tak nampaklah tanda-tanda adanya aktifitas pengunjung / wisatawan lain, yang sedang berkemah atau berwisata di kawasan itu seperti biasanya. Dan memang benar dugaan kami bahwa ternyata hanya team redaksi kamilah satu – satunya wisatawan yang berkunjung pada hari itu.  Sejauh mata memandang yang tampak hanyalah bentangan alam nan rupawan Sang Kawah di lengkapi dengan keberadaan aliran Sungai Jernih dengan nama Cikaluwung yang berair hangat sedalam 50 cm, nampak mengalir deras sepanjang 1 km di tengah-tengah Kawah. Dan juga sebuah Danau di tengah kawah dengan nama Situ Sanghyang nampak berair Jernih Tenang sekaligus terkesan menghanyutkan. Cahaya Mentari pun nampak bersinar terang serta langit pun berwarna biru keputihan di antara kumpulan tipis Sang Awan. Sungguh Betapa Indah…Betapa Sejuk dan Mempesonanya sajian hidup bentang Sang Alam, yang seketika membabat habis segala kekhawatiran dan berjuta kegalauan yang tersimpan di dalam Hati serta Fikiran. Yang pada detik itu pulalah terlihat jelas oleh kami team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ), 4 ekor Elang Garuda berwarna hitam kecoklatan, nampak melintas terbang dan berputar – putar di atas angkasa biru nan menawan seraya berteriak lantang :  “…Kaaak…kaaak…kaaak…seakan berucap Salam :  “…Selamat Datang SAHABAT ALAM…di Kawah RATU Yang Tak Diam MEMBISU namun bersuara Gemuruh bagaikan Samudera Biru…”

Oleh : Albert Dody. R

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: