“…Candi Budha BATU JAYA…”


"...Reruntuhan Candi JIWA..." Batu Jaya Karawang Jawa - Barat.

“…Kompleks Situs Candi Budha BATU JAYA ini terletak di dua desa dalam wilayah Kabupaten Karawang. Tepatnya yaitu di Desa Segaran Kecamatan Batu Jaya dan di Desa Telaga Jaya Kecamatan Pakis Jaya Karawang Jawa – Barat.  Berdasarkan informasi yang team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) peroleh saat berada di lokasi tersebut. Bahwa Kompleks Situs Candi Budha ini ternyata merupakan situs kompleks candi Budha Mahayana yang didirikan sekitar  abad IV ( Empat ) Masehi, jauh lebih tua dari candi Budha Borobudur di Jawa Tengah yang didirikan pada sekitar abad ke VIII ( Delapan ) Masehi.

"...Candi BLANDONGAN..." Batu Jaya Karawang dlm Pemugaran

Kesimpulan ini berdasarkan dari hasil penelitian dan berbagai temuan / artifak bercorak Budha yang di temukan oleh team peneliti arkeologi di sekitar lokasi penggalian, yang di lakukan sejak tahun 1985 hingga saat ini.  dan hal ini pun semakin menguatkan kedudukan Situs Candi Batu Jaya sebagai kompleks situs candi tertua di pulau Jawa. Situs Komplek percandian Batu Jaya ini di perkirakan tersebar di areal persawahan dan pemukiman penduduk. Dengan radius sekitar 5 Km persegi dan di perkirakan pula bahwa situs kompleks percandian ini jauh lebih luas dan dari kompleks candi Budha Borobudur di Jawa Tengah yang kini tercatat sebagai salah satu dari 8 Keajaiban Dunia.

"...Jalur Jalan Setapak Pematang Sawah Menuju Candi..."

Bahan baku candi yang terbuat dari Bata Merah dengan tehknik pemasangan tersusun dan di plester itu, tidak seperti layaknya candi – candi yang terbuat dari bahan Batu Gunung atau Andesit, membuktikan bahwa Leluhur Bangsa ini pun telah mampu menguasai tekhnologi pembuatan bangunan yang terbilang sangat maju, sejak seputar abad ke 2 dan ke 4 masehi. Berdasarkan hasil penelitian dan penggalian yang di lakukan sejak tahun 1985 hingga periode tahun 2000, telah berhasil di temukan sebanyak 24 titik lokasi bangunan candi, terdiri dari 13 candi di temukan di Desa Segaran dan 11 candi di temukan di Desa Telaga Jaya. Yang kesemuannya itu tadinya hanyalah berupa gundukan tanah dia antara areal persawahan dan pemukiman penduduk.

"....Candi Budha BLANDONGAN..." Batu Jaya Karawang.

Oleh Masyarakat sekitar lokasi gundukan – gundukan tanah itu mereka sebut sebagai Lemah Unur. Dari ke 24 situs candi yang di temukan, baru sekitar 11 situs candi yang di teliti dan di gali secara intensif hingga kini. Di antaranya adalah :  Bangunan Candi Jiwa dan Blandongan yang letaknya terpisah oleh areal persawahan penduduk yang beroleh pengairan dari Sungai Citarum yang melintas tak jauh dari daerah tersebut. Kondisi areal kedua candi yang terlindungi oleh pagar dan beratap seng ini, sampai saat ini masih dalam tahap penataan kembali bentuk bangunan candi. Menurut Informasi yang berhasil team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) peroleh dari petugas jaga setempat. Bahwa kawasan percandian Batu Jaya ini di perkirakan di bangun pada masa pemerintahan Kerajaan Hindu Tarumanegara berkuasa atas seluruh wilayah Jawa Barat di abad ke 5 s/d ke 7 Masehi.

"...Sumur UPAS Tirtha Suci..." di dekat Candi BLANDONGAN.

Dimana di masa itu kehidupan masyarakatnya pun telah menganut 3 kepercayaan agama yang berbeda yaitu :  Agama Buhun / Leluhur, Hindu dan Budha serta dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai. Berbagai artifak yang di temukan di kompleks percandian tersebut di antaranya adalah berbagai jenis Keramik, Tablet / Materai bergambar relief Budha, Prasasti terakota berisi mantram Budha dsb. Bahkan pada tahun 2005 yang oleh Puslitbang Team Arkeologi Nasional bekerjasama dengan  Ecole Francaise d’ Extreme Orient negara Perancis dan Ford Motor, telah berhasil menemukan pula sejumlah kerangka manusia lengkap dengan bekal kuburnya, berupa tembikar, gelang dan senjata terbuat dari bahan besi. Tak jauh dari lokasi candi Blandongan kita pun dapat menemukan sebuah Sumur Tua / Sumur Upas yang di perkirakan dulunya sebagai tempat untuk mengambil Tirtha / Air Suci umat Budha. Dengan di temukannya Kompleks Situs Candi Budha Tertua sekaligus terluas ini. Di harapkan dapat menjadikan suatu kebanggaan tersendiri pula bagi generasi penerus bangsa ini. Serta berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menjaga kelestariannya sebagai Aset Cagar Budaya Nasional Kebanggaan Warisan Leluhur Bangsa….” Selamat Bertandang.

Oleh : Albert Dody Richmant

Iklan

2 Tanggapan

  1. Sekarang sudah ada 2 situs lagi yang sudah dipugar, yaitu situs serut yang terdiri dari 4 situs yaitu candi serut,gundukan candi yang masih belum dipugar namun sudah terlihat bentuknya (lupa namanya), candi yang berada di sekitar pohon serut yang tidak/belum dipugar karena ada suatu kejadian dan tumpukan batu yang mengelilingi pohon pisang yang letaknya tidak jauh dari pohon serut. (lupa2 lagi namanya) dan yang ke-2 ada sumur telaga jaya 8 yang bentuknya pun mirip cand karena ada pondasi tangga yang menuju ke arah tengah candi tersebut, namun ditengah2nya terdapat sumur yang kedalamannya 1,5 meter. arnya merupakan air resapan dari sawah, namun jernih karena air tersebut melalui tahap filtrasi terlebih dahulu oleh bata merah disekelilingnya. dan ada lagi candi lingga, namun candi ini belum dipugar, masih berupa unur.

    (maafkalauinfonyasalah :))

    • terimakasih infonya mbak, menambah pengetahuan dan semoga berguna bagi pembaca yang lain pula, terimakasih apresiasinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: