“…HURU – HARA HERO…” Pameran SENI RUPA dan LUKIS Jakarta



“…Pameran Seni Rupa dengan Tema HURU – HARA HERO ini di selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2010 yang lalu. Tepatnya berlangsung sejak tanggal 5 – 14 November 2010 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marjuki, Cikini Jakarta Pusat. Event yang di buka resmi oleh tokoh – tokoh nasional seperti Hamengkubuwono X, Eros Djarot dan Surya Paloh ini. Juga melibatkan peran serta aktif para seniman kondang yang terdiri dari para Pelukis dan Perupa Jakarta. Di antaranya adalah : Mas Phadik, Said Budiarto, Ady Laksono, Vincensius, Hari Mulyanto, Bambang Winarno, Iskandar, Puguh Cahyono dll. Event yang juga di promotori oleh Wisaksono Adi yang adalah salah seorang Kurator seni ternama itu, menyuguhkan berbagai karya seni lukis dan patung yang bernilai seni tinggi sekaligus memiliki maknanya tersendiri. Karya – karya seni yang di pamerkan adalah merupakan refleksi keprihatinan para seniman pembuatnya berkaitan dengan keadaan kehidupan di tengah – tengah masyarakat akhir – akhir ini. Dimana mencerminkan suatu keadaan dari sebuah bangsa yang sangat memerlukan tampilnya sosok Pahlawan Penyelamat. Yang di harapkan mampu menyelamatkan kondisi negeri ini dari segala keterpurukan dan berbagai badai persoalan yang ada di tengah – tengah kehidupan masyarakatnya. Mulai dari tingkat bawah hingga elite politik dan ekonomi. Dari sekian banyak koleksi lukisan maupun patung karya seniman yang di pamerkan, hal yang sangat menarik perhatian team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) saat meliput langsung di lokasi di antaranya adalah ¬†adanya beberapa lukisan yang diantaranya berjudul “… Perahu Retak….”¬† Karya Mas Padhik. Lukisan ini mengambarkan sebuah bahtera kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang di ibaratkan sedang berlayar di tengah – tengah samudera nan luas. Dan sedang menuju arah yang di cita – citakan oleh segenap awak dan penumpang di dalamnya. Selain itu terdapat lagi sebuah lukisan karya Said Budiarto dengan judul : “…Korupsi Belum Pasti Berlalu…” yang di visualisasikan dengan wujud sebuah lukisan Kursi Singgasana Kedudukan. Yang mana rumput hijau korupsi seakan nampak masihlah tumbuh subur di atasnya. Lalu terdapat juga lukisan dengan tema Pancasila dan Soekarno, serta Lukisan Sepasang Bola Mata dengan gambar Bung Karno dan Bung Tomo tepat berada di dalam bola mata tersebut. Dengan cap stempel bertuliskan kata “…Di Cari Pahlawan…” nampak tertempel jelas di dahi sang pemilik bola mata indah tersebut. Yang kesemuannya itu memiliki arti dan makna tersendiri bagi sang seniman pembuatanya, maupun para pengunjung yang melihat hasil karya – karya indah dari para senimannya.

Oleh : Albert Dody Richmant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: