“…W.R SOEPRATMAN…” SENIMAN pun Turut BERJUANG…”


"...W.R SOEPRATMAN..." Pencipta Lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA.

“…Senja temaram terasa lekat lengkapi suasana di Stasiun BEOS Jakarta Kota saat itu. Di sana – sini nampaklah kesibukan dan antrian calon penumpang Kereta Api jurusan antar propinsi di dalam Pulau Jawa. Dan Kami team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) pun termasuk bagian, di antara salah satu deretan panjang antrian loket Sang Naga Besi ( Kereta Api ) itu.  SURABAYA yang berjulukan Kota PAHLAWAN itu, adalah target sasaran perjalanan team redaksi PENANTRA kali ini.Tepatnya guna mengunjungi kediaman terakhir Sang Komposer lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA yang di kenal oleh masyarakat bernama : W.R SOEPRATMAN. Waktu tepat menunjukan Pukul 18.30 wib saat itu, ketika deru suara mesin lokomotif kereta api SEMBRANI perlahan bergerak menyeret rangkaian gerbong-gerbong besi yang sarat oleh penumpang di belakangnya. Bak seekor Naga Besi Raksasa keluar dari lubang sarangnya, rangkaian demi rangkaian gerbong kereta api itu perlahan bergerak, meninggalkan Stasiun BEOS Jakarta Kota menuju ke arah timur ujung pulau Jawa kota PAHLAWAN Surabaya. Malam pun terasa nyaman di antara deru laju sang Naga Besi membelah keremangan menyambut fajar mentari di kota PAHLAWAN. Dan tepat pada Pukul 07.00 Pagi Sang Naga Besi SEMBRANI itu pun kini telah memasuki areal Stasiun Pasar Turi Surabaya. Dan seiring terhentinya langkah sang Naga Besi ( Kereta api ) SEMBRANI, maka langkah kaki team redaksi PENANTRA pun bergerak turuni Sang Naga Besi.

"...Tugu W.R SOEPRATMAN..." di Halaman Bekas Kediaman Beliau Jalan Mangga No : 21 Surabaya Ja Tim

Lalu bergegas tinggalkan Stasiun Pasar Turi menuju lokasi Base Camp tempat kami beristirahat. Sambil terlebih dahulu mencari informasi tentang keberadaan Kediaman terakhir W.R SOEPRATMAN Sang Komposer Lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA. Yang ternyata berlokasi di Jalan MANGGA No : 21 Surabaya Jawa Timur. RUMAH sangat SEDERHANA yang berlokasi di antara Gang-gang sempit itu sekaligus menyiratkan betapa SEDERHANAnya kehidupan sang Maestro Pencipta Lagu Kebangsaan ini semasa hidupnya tempo dulu itu. Menurut beberapa catatan Ahli Sejarah yang sampai saat ini pun masih di perdebatkan khususnya dalam persoalan mengenai Tempat dan Tanggal lahir Beliau. Menurut versi Pemerintah Pusat W.R SOEPRATMAN Lahir di Jatinegara Jakarta pada Tanggal 9 Maret 1903 dan kemudian Wafat di Kota Surabaya pada Tanggal 17 Agustus 1938 di usia mudanya yaitu 35 tahun karena sakit keras. Dan berdasarkan Hari Kelahiran beliau 9 Maret itulah, kemudian Pemerintah Pusat menetapkannya sebagai Hari MUSIK Nasional. Sedangkan menurut pendapat Team Ahli Waris keluarga beliau, yang kemudian juga di kuatkan oleh Keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada sekitar bulan Maret 2007 :  Wage Rudolph SOEPRATMAN Lahir pada Tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

"...Replica BIOLA W.R Soepratman..." Koleksi Museum Sumpah Pemuda Jln Kramat Raya N0 : 106 Jak - Pus.

Terlepas dari kontroversi itu semua Pemuda WR SOEPRATMAN adalah Anak dari seorang Sersan KNIL Belanda Batalyon VIII yang bernama :  SENEN dan memiliki 6 orang anak yang terdiri dari 1 laki-laki dan 5 Perempuan. Dan Salah seorang kakak perempuan beliau bernama ROEKIEJEM. Pada suatu ketika di Tahun 1914 W.R Soepratman di ajak tinggal bersama oleh Kakaknya Roekijem beserta Suaminya Williem Van Eldik di Makasar Sulawesi Selatan. Dan dari Sang Kakak Ipar beliau inilah Pemuda W.R Soepratman belajar sekaligus beroleh keahlian dalam memainkan Biola bahkan sampai mampu menciptakan lagu – lagu Merdu yang Membangun SEMANGAT Jiwa Cinta Tanah Air dan Bangsa. Di sekitar usianya yang ke 20 pemuda W.R Supratman pindah dari MAKASAR ke Kota Parahyangan BANDUNG Jawa Barat dan bekerja sebagai Wartawan pada salah satu surat kabar di kota itu dengan nama :  Harian KAOEM MOEDA dan Harian KAOEM KITA. Bahkan profesinya sebagai WARTAWAN sekaligus PENULIS itu tetaplah ia lakukan sampai dengan kepindahannya lagi yaitu ke Kota JAKARTA.

"...Tugu Monumet W.R SOEPRATMAN..." Depan Makam Beliau di KAPAS KAMPUNG Jln Kenjeran Surabaya Ja-Tim

Saat itu Jiwa Kebangsaaan dan Nasionalisme beliau pun telah tumbuh subur dan berkembang di dalam hati dan fikirannya, yang kemudian banyak menginspirasinya dalam setiap pembuatan tulisan-tulisan maupun lagu-lagu hasil ciptaanya. Hal ini di karenakan pergaulan beliau yang kebetulan memang lebih banyak bergaul dengan para Pemuda Pergerakan yang peduli terhadap nasib bangsa dan cita-cita Kemerdekaan Indonesia saat itu. Dan salah satu Karya Tulis beliau berupa buku dengan judul “…PERAWAN DESA…” Ternyata membuat GERAH Pemerintah Kolonial Belanda saat itu, yang kemudian mengeluarkan surat Keputusan dan Larangan beredar bagi buku-buku hasil karya beliau tersebut. Pada tahun 1924 di kota Bandung W.R Soepratman berhasil menciptakan Lagu INDONESIA RAYA,  setelah terinspirasi oleh sebuah Tulisan di Harian TIMBUL yang di bacanya saat di Jakarta. Di mana Sang Penulis di Harian Timbul itu mengajak para Pemuda khususnya bagi para pencipta lagu saat itu, untuk berusaha dapat menciptakan lagu Kebangsaan bagi Rakyat Indonesia. Dan ternyata 4 tahun kemudian sejak di ciptakannya lagu INDONESIA RAYA tersebut, tepatnya pada saat KONGRES PEMUDA II di Jakarta yang di mulai pada pertengahan bulan Oktober 1928, dan di tutup pada tanggal 28 Oktober 1928. Pemuda W.R SOEPRATMAN oleh para Panitia KONGRES di minta untuk Pertama Kalinya memperdengarkan Lagu Ciptaannya tersebut kepada seluruh peserta yang hadir.

"...Bagian Ruang Dalam Rumah Beliau..." Yang Kecil dan Sempit di Jln Mangga No : 21 Kenjeran Surabaya Ja - Tim

Oleh karena situasi yang tidak memungkinkan akibat tekanan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu, maka Lagu itu pun di mainkan hanya secara Instrumental dengan Biola oleh Sang Penciptanya Sendiri W.R SOEPRATMAN. Tanpa di nyayikan bersama-sama oleh segenap peserta yang hadir. Lantunan Irama lagu INDONESIA RAYA yang untuk pertama kalinya di perdengarkan kepada Khalayak dan mainkan secara Solo Instrumental Biola itu. Ternyata berhasil memukau perhatian segenap peserta KONGRES PEMUDA II yang hadir. Dan berujung pada hasil keputusan Kongres yang menghasilkan sebuah Ikrar para Pemuda Bangsa yang di sebut SOEMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928.  Sejak saat itu Lagu INDONESIA RAYA kerap di Perdengarkan sekaligus di Nyanyikan secara bersama-sama di setiap Pembukaan dan Penutupan acara Rapat / Kongres Partai-partai politik Pemuda Pergerakan Kemerdekaan. Namun sejak saat itu pulalah W.R SOEPRATMAN kemudian selalu di buru oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk di tangkap dan di penjarakan. Tekanan sekaligus Kejaran Pemerintah Kolonial Belanda inilah yang membuatnya sampai jatuh sakit di Kota SURABAYA. Usai menciptakan lagunya yang terakhir berjudul “…MATAHARI TERBIT…” sekitar awal Agustus 1938. Dan memperdengarkannya kepada Khalayak Umum bersama Pemuda Pandu-Pandu NIROM di Jalan Embong Malang Surabaya. Maka Sang Komposer Handal itu pun di tangkap lalu di jebloskan kedalam Penjara KALISOSOK Surabaya. ” Hingga pada Tepat pada tanggal 17 Agustus 1938 oleh karena penyakitnya beliau pun akhirnya WAFAT pada Usia Mudanya yaitu 35 Tahun. Tanpa pernah sempat mendengarkan Gaung Suara Lagu Ciptaannya Sendiri,  di Nyayikan  saat Bangsa INDONESIA ini mencapai KEMERDEKAANNYA…” Dan kemudian oleh Pemerintah SOEKARNO – HATTA terhitung sejak pembacaan Teks PROKLAMASI 17 Agustus 1945, lagu cipataan Sang Komposer Handal tersebut di tetapkan sebagai Lagu KEBANGSAAN Indonesia hingga saat ini…” Jasad WAGE RUDOLPH SOEPRATMAN Sang Pencipta Lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA itu pun kini di makamkan di Pekuburan KAPAS KAMPUNG Jalan KENJERAN Kota Surabaya Jawa Timur…” Tak terasa Malam pun kian menjelang seiring Haru Biru Rasa di Kalbu team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) saat terpaku di hadapan Tugu Monument yang nampak tegak berdiri di halaman Rumah Sang Komposer. Hanya Kekaguman serta Doa kepada ALLAH TUHAN yang dapat kami panjatkan bagi Mu Duhai W.R SOEPRATMAN Sang SENIMAN PEJUANG Pahlawan Kusuma Bangsa. Dan semoga Jalan Hidup Mu dapat menjadi TELADAN Bagi Kami Generasi Muda Penerus Bangsa Indonesia ini..”

Oleh :  Albert Dody Richmant

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: