“…CURUG CIBEUREUM…” Nuansa Alam Gn GEDE PANGRANGO



“…CURUG berarti Air Terjun sedangkan kata Ci atau Cai dalam kosa bahasa Sunda Berati AIR dan BEREUM berarti MERAH. Jadi Curug Cibereum artinya adalah : Air Terjun yang berair merah. Hal ini bukan berarti Air yang tertumpah dari puncak bukit air terjun itu berwarna merah, melainkan hal ini di sebabkan karena tebing dinding bukit dan bebatuan daerah sekitar di mana air terjun itu tertumpah adalah berwarna kemerah – merahan. Curug / Air Terjun CIBEREUM terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gn Gede Pangranggo Cibodas Kecamatan Pacet Cianjur Jawa Barat. Perjalanan pun di mulai dari Pintu Gerbang Kebun Raya Cibodas berbelok ke kiri sedikit, maka Anda pun akan bertemu dengan Pos Pendakian Puncak Gn Gede Pangranggo. Lalu perjalanan pun di lanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang sudah tertata rapi bagi para pengunjung yang hendak berwisata atau mendaki hingga ke puncak Gn Gede Pangrango tersebut. Rimbunnya Hutan Tropis yang di tumbuhi Pohon – pohon Tinggi berdaun lebat, membuat perjalanan Andakan terasa nyaman di bawah teduhnya payung alam. Meskipun jalur jalan setapak yang di tempuh sedikit menanjak, namun rasa lelah dalam perjalanan itu semua, seakan terhapus oleh kesejukan dan keindahan panorama dalam hutan. Dan sesekali jika beruntung Anda pun kan dapat menjumpai beberapa ekor Kera Owa Jawa yang populasinya kini terbilang sangat langka dan termasuk dalam species hewan jenis Kera yang di lindungi oleh badan perlindungan suaka margasatwa dunia ( WWF). Beberapa jenis Burung Kicau serta Elang nampak sesekali terlihat melintas diatas angkasa dan diantara daun atau ranting pohon- pohon besar yang tinggi menjulang. Tak terasa setengah jam sudah perjalanan kami team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) menyusuri kedalaman hutan, dan bertemulah kami dengan Pos Peristirahatan yang kedua. Dimana tak jauh dari tempat itu terdapat sebuah danau yang lumayan indah dengan nama Telaga Biru. Hal yang unik dari danau hutan ini adalah warna dasar airnya dapat berubah – rubah menjadi biru, merah atau hijau. Hal ini di sebabkan oleh pengaruh sejenis ganggang air atau plankton-plankton yang hidup di dalam kawasan Telaga Biru tersebut.  Segeralah kami team redaksi PENANTRA beristirahat barang sebentar untuk menikmati pemandangan indah danau ini, yang kebetulan juga banyak di diami oleh berbagai jenis ikan air tawar. Setelah cukup puas menikmati keindahan danau, maka kami pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju Curug. Setapak demi setapak jalan kami lewati, pohon demi pohon serta tikungan pun tak ketinggalan menanti kami untuk turut di susuri. Tak terasa 15 menit sudah kami meninggalkan Telaga Biru di belakang, dan kini sampailah kami pada sebuah jalur jembatan kayu yang berukuran lebar sekitar 3 m  dan panjang sekitar 200 m. Dan suasana di sepanjang jalur jembatan kayu ini mirip seperti di hutan Kalimantan. Perjalanan melewati jembatan kayu ini selain mempercepat perjalanan menuju Curug atau ke Puncak Gn Gede, juga terasa mengasyikan. Kita pun bisa duduk – duduk beristirahat sambil menikmati pemandangan hutan rawa yang penuh di tumbuhi tanaman Alang – alang hutan dan di lingkupi kabut tipis di sekitarnya. Kami pun berhenti sebentar untuk menarik nafas panjang menghirup segarnya udara lapang. Lalu bergegas kembali melanjutkan perjalanan, setelah melewati titian jembatan kayu maka kami pun menemukan kembali jalan setapak berbatu. Dan 15 menit kemudian setelah itu kami pun menemukan sebuah persimpangan bercabang dua, dengan tanda panah ke arah kiri atas bertuliskan Kandang Badak sampai dengan Puncak Gn Gede. Melihat itu kami pun memilih jalur arah ke kanan yang sedikit menurun, menuju Curug CIBEREUM dan akhirnya sampailah kami di tempat yang di tuju. Suara Air terjun yang tadinya samar terdengar, kini kian jelas dan mendekat hingga tergelarlah Pemandangan Eksotik wujud sang Air Terjun yang deras tertumpah dari atas tebing yang tingginya sekitar 30 m. Dan dari atas tebing itu berderetlah 3 Air Terjun yang salah satunya bernama CURUG CIBEREUM. Bagi para Pencinta alam yang hendak mendaki hingga Puncak Gn Gede yang berketinggian 2950 m itu. Anda dapat mengambil jalur kiri di pertigaan Curug CIBEREUM menuju Kandang Badak. “…Selamat Bertandang…

Oleh :  Albert Dody Richmant

2 Tanggapan

  1. sayangnya gunung ini masih mendapatkan predikat gunung yg jorok krna ulah para pengunjung yg tidak mengerti arti “kehidupan bersih” padahal hutan dan gunung gede salah satu suport kesegaran buat ibukota jakarta yg sumpek dan penat…

    • iya..sayang wisatawan lokal kita kurang peduli pada dampak lingkungan dari sampah yang mereka tinggalkan di tempat wisata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: