“…KANCIL dan BUAYA…” DONGENG Sebelum TIDUR


Alkisah di sebuah Hutan Belantara hiduplah seekor Kancil Muda yang tengah asyik bermain dan mencari makan di antara rimbunnya semak belukar dekat Tepi Sungai yang mengalir di pinggiran Hutan itu…” Matahari pagi nampak Bersinar Cerah Menerangi Rimba..meskipun sedikit terhalang oleh rapatnya dedaunan pohon tinggi…” Namun masih mampu menyinari sekitar pinggir sungai tempatnya bermain dan mencari makan…” Suatu ketika tanpa segaja Sang KANCIL melihat pemandangan nan Indah sekaligus Mengiurkan tepat di Sebarang Sungai di mana kini Ia tengah asyik bermain..” KANCIL Muda itu melihat sebuah Kebun yang penuh dengan Buah Mentimun..” Hal ini tentu saja sangat menarik perhatian bagi masyarakat KANCIL pada umumnya…” Sebagai Seekor KANCIL Muda yang bersemangat mencari Jati Diri untuk menjadi Seekor KANCIL Sejati..” Pemandangan Kebun Mentimun di Seberang Sungai itu bukan saja Mengiurkan bagi Konsumsi Perutnya yang sdg LAPAR…Namun sekaligus juga sebagai sebuah TANTANGAN dalam Memperoleh Buah Mentimun Makanan Sehat kesukaan Masyarakat KANCIL..” Lalu Sang KANCIL yang Terkenal Cerdik itu pun mencari akal bagaimana caranya agar Ia dapat sampai ke Seberang Sungai..” Dan sekonyong – konyong Dia pun mendapat akal..” Kemudian tanpa ragu-ragu sedikit pun Dia pun Berteriak Memanggil para BUAYA yang menjadi Penguasa sekaligus Panghuni Tetap sepanjang Sungai itu…” Dan Tak lama kemudian maka Bermunculanlah Puluhan Ekor BUAYA dari Tempat Persembuyiannya di dasar Sungai…” Lalu Sang Pemimpin BUAYA itu Berkata dengan Nada Galak kpdnya : “…Hai KANCIL..Mengapa Kau Berteriak-teriak Memanggil Kami yang Tengah Asyik Berendam di kedalaman Sungai..???..Kau Ingin Mengganggu Kami yach….Atau Kau mau Kami jadikan Santapan Lezat sbg Sarapan Pagi bagi Kami haahh…??? Kata Para Buaya itu Serentak sembari Tertawa Terbahak-bahak..menampakan Gigi Taringnya yang Tajam dan sangat menyeramkan…” Tetapi dengan Tenang Sang KANCIL Yang Cerdik itu berkata menjawab :”….Mohon maaf yang sebesar-besarnya Paman BUAYA Yang Tampan sekalian…” Bukan maksud Ku untuk mengganggu ke Tenangan Kalian Semua…” Melainkan Aku memanggil Kalian semua dari dalam Sungai ini…Justru karena Aku Ingin menyampaikan Kabar Gembira bagi Kalian..” Yaitu Aku akan membagi-bagikan Daging Segar utk Sarapan Pagi Kalian semua…Dan Apakah Kalian semua MAUUU…??? Tetapi sebelum itu Aku harus Terlebih dahulu menghitung Berapa Jumlah Kalian semua…Dengan cara Kalian semua harus Baris Berjajar sampai di Tepian Sungai Seberang sana itu…” Agar Kalian Semua bisa Kebagian Daging yang akan Aku bagi-bagikan itu….Jadi Bagaimana Menurut Kalian Apakah Kalian semua SETUJUU…?!” Demi Mendengar semua penjelasan singkat namun Akurat dari Sang KANCIL itu…Maka dengan tanpa pikir Panjang…Serentak para BUAYA itu pun Manjawab penuh Semangat : “…MAUUUU….MAUUU..Dan Yaa Kami Semua SETUJUU…CILL…!” Lalu Secepatnya Sang pemimpin BUAYA itu memerintahkan mereka itu segera Baris Berjajar sampai ke Batas Tepian Sungai itu..Hingga Kini Tampaklah mereka bagaikan Jembatan Kayu penghubung antar Tepian Sungai…” Dengan Girang Si KANCIL pun mulai menghitung satu – persatu jumlah BUAYA-BUAYA itu dengan cara Melompat-lompat dan Menaiki punggung mereka…” Dan tanpa curiga sedikit pun para BUAYA itu pun tetap Berjajar Rapih pada Barisannya serta Sabar Menunggu Sang KANCIL Menyelesaikan Perhitungannya sampai pada urutan terakhir di ujung tepian seberang Sungai..” Lalu sesampainya di Hitungan Terakhir dari Jumlah para BUAYA itu…Dengan Gesit skaligus Sigap..Sang KANCIL pun Melompat ke Daratan sambil menoleh Kebelakang dan Tertawa-tawa Girang.. Sang KANCIL pun kemudian Berkata kpd para BUAYA itu..: ” Haiiyy…Paman-paman BUAYA sekalian MAAFKAN Aku Yaaach..Sungguh sebenarnya Kalian telah TERTIPU..” Sebenarnya Aku sama sekali tidak membawa DAGING yang Kalian Tunggu untuk Ku bagi-bagikan itu…Dan Bukankah Sejak tadi Kalian telah Melihat bahwa Aku sama sekali tidak membawa Sepotong DAGING pun untuk Kalian..Xixixixi…” Ucap Si KANCIL Tertawa Geli…seraya Berlari Riang menuju Kebun Mentimun yang di Incarnya sejak tadi untuk segera Berpesta Mentimun..” Dan demi Menyadari bahwasannya Mereka ( Para BUAYA ) itu telah tertipu oleh Siasat Sang KANCIL Nan CERDIK itu…” Maka mereka pun Hanya Mampu Berkata Menyesali : Awas Kau KANCIL..Besok-besok Daging Segar Mu akan Benar-benar jadi Santapan bagi Kami..Gheerrrrrr…!” Demikianlah Dongeng Si KANCIL dan BUAYA..Pengantar Tidur Bagi Mu…”

Oleh :  Albert Dody Richmant

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: