“…BUAH LERAK…” Tekhnologi TRADISIONAL Dalam MENCUCI


" Buah Lerak ( Sapindus rarak ) "

BUAH LERAK ( Sapindus rarak ) atau dikenal sebagai werek ( Jawa ) dan rerek ( Sunda ), adalah buah dari tanaman Lerak yang secara tradisional telah lama digunakan masyarakat untuk mencuci, jauh sebelum produk sabun sintetis ditemukan karena lerak mempunyai sifat yang sama dengan sabun, yaitu dapat membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian.

LERAK dikenal sebagai pembersih tradisional yang kerap dipakai mencuci batik-batik yang mahal agar warnanya tetap utuh cemerlang, jaman dahulu lerak digunakan untuk mencuci keris maupun perangkat dari bahan emas, perak maupun kuningan, kini lerak juga sering dipakai oleh pedagang perhiasan di emperan toko untuk mengkilapkan barang dagangannya sehingga nampak seperti baru.

LERAK masih sesuku dengan tanaman rambutan yaitu Sapindaceae, batangnya dapat mencapai tinggi 42 meter, buahnya bulat, keras berdaging gempal dan kaya air berwarna hitam pekat. Demikianlah sosok lerak, sabun tradisional yang banyak dijual di pasar untuk sekedar mencuci barang mahal.

Bersifat Sabun

BUAH LERAK mengandung SAPONIN, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, lantai, bahkan memandikan dan membersihkan binatan peliharaa. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis.Sifat kimia fisika yang dikandung lerak bertumpu pada tegangan permukaan yang lebih rendah dari air, sehingga lerak mampu menembus pori-pori pakaian dan melepaskan kotoran yang menempel tanpa paksaan bahan kimiawi seperti deterjen. Ini membuat pakaian yang dibersihkan menjadi lebih awet dan tidak mengalami perubahan.

Buih lerak juga konon lebih baik ketimbang buih sabun buatan. Daya luruh buih lerak jauh lebih lama ketimbang daya luruh buih sabun, terlebih lagi tanpa logam alkali dan soda, lerak menjadi lebih unggul karena tidak membuat pakaian kusam dan merapuhkan kain.

Pedagang perhiasan emas dan perak juga memanfaatkan keunggulan lerak ini, emas dan perak menjadi bersih dan tidak rusak. Penghitaman pada emas dan perak terutama, dapat terjadi bila menggunakan bahan pencuci sembarangan. Senyawa hidrofob dan hidrofil pada bahan pencuci sintetislah yang menyebabkan penghitaman itu. Hal ini tentu mengurangi keindahan logam mulia tersebut.

Memanfaatkan LERAK untuk Hidup selaras lingkungan

Banyak keunggulan lerak yang kini diterapkan dalam pembuatan sabun organik dengan orientasi ramah lingkungan. Manusia mesti menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari alam dan harus meminimalisir kegiatan-kegiatan yang merusak keseimbangan alam serta mencemari lingkungan karena akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Deterjen dari sabun sintetis termasuk salah satu produk manusia yang dipergunakan masal ( untuk mencuci, mandi, membersihkan lantai, dll ) dan menjadi limbah cair rumah tangga yang merusak ekosistem sungai dan perairan lainnya. Melihat dampak penggunaan detergen yang sulit terurai oleh bakteri dan mencemari air, maka penggunaannya selayaknya dikurangi. Dengan pemanfaatan produk-produk alami yang berfungsi sama dengan detergen, maka pencemaran air bisa dihindarkan. Salah satunya dengan menggunakan lerak.

Mudah saja mencuci bahan pakaian menggunakan lerak. Lerak dapat dibeli di pasar tradisional dengan harga Rp 500-1500/ buah. Buahnya berwarna hitam kecoklatan dan kisut seperti kurma namun berbentuk bulat dan lengket ketika dipegang. Tinggal gosok saja buah lerak ke bahan pakaian yang sudah dibasahi.

Untuk lebih efisiennya dapat dibuat larutan lerak sebagai berikut:

– Siapkan 100 gram buah lerak, Biji keras di dalamnya dibuang, daging buah lerak disayat-sayat. Gerus dagingnya kemudian dimasak dengan 2 liter air mendidih selama 20 menit (air akan berbusa).

– Diamkan hingga dingin dan disaring dengan kain halus, sehingga larutan terlihat jernih kecoklatan. Larutan ini dimasukkan dalam botol atau jerigen yang diberi label tanggal dan keterangan isi, disimpan di tempat yang teduh dan bisa bertahan kurang lebih 7 hari.

– Agar lebih beraroma segar, bisa ditambahkan sari minyak murni, seperti tea tree, mint, jeruk atau sari minyak murni lainnya yang disukai.

– Larutan ini bisa untuk mencuci pakaian, baik dengan mesin cuci maupun tangan, akan tetapi tidak dianjurkan untuk bahan pakaian berwarna putih. Khusus untuk pakaian berwarna gelap, larutan inti lerak dicampur air dengan perbandingan 500 cc cairan inti lerak dengan 15 liter air di dalam mesin cuci (perkirakan volume air mesin cuci, saat diputar akan berbusa).

– Saat membilas, bisa ditambahkan beberapa tetes sari minyak murni jeruk, tea tree, mint, atau nilam agar pakaian menjadi harum.

– Untuk menghilangkan bau tak sedap dan melemaskan pakaian, bisa ditambahkan baking soda sebanyak 50 gram, atau cuka masak seperempat gelas (50 cc) pada air pembilasan terakhir.

– Ampas lerak dari larutan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencuci panci yang berlemak, atau dimasukkan dalam komposter dapur.

– Sebagai tambahan, larutan inipun dapat digunakan untuk keramas yang dapat membuat rambut hitam pekat.

Jika tidak sempat melakukan proses tersebut, sabun lerak organik sudah diproduksi dan dijual secara komersial, informasinya dapat dicari di internet. silahkan mencoba sabun nabati yang ramah lingkungan ini, hasil cipta kearifan tradisional nenek moyang Indonesia dalam memanfaatkan alam lingkungannya secara bijaksana.

D.P. Ganatri

Satu Tanggapan

  1. saya krang mengerti tentang ini,tlong d perjelas……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: