“…TUGU MONAS…” The NASIONALIS MONUMENT


“…Jajaran Pulau-pulau yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara dari Sabang ( Aceh ) hingga Merauke ( Papua ). Laksana untaian Kalung Permata Mutu Manikam yang tersusun indah membujur diatas garis Kathulistiwa. Dan terhimpun menjadi satu dalam suatu wadah yaitu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terhitung sejak di bacakannya Teks PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 17 Agustus 1945. Oleh Bapak sekaligus Guru Bangsa SOEKARNO – HATTA . Dan demi untuk Mengenang serta Melestarikan Nilai-nilai Luhur dan Kebesaran akan Semangat PERJUANGAN Bangsa INDONESIA. Juga sebagai bahan Inspirasi dalam Membangkitkan Semangat NASIONALISME dan PATRIOTISME di kalangan generasi baik yang hidup di masa kini, dan generasi yang hidup di masa yang akan datang.

"...Ruang Pelataran Puncak Tugu NYALA API Nan Tak Kunjung PADAM..."

Maka di dirikanlah sebuah TUGU MONUMENT peringatan berskala NASIONAL  di pusat Ibu Kota Negara, yang di kenal dengan sebutan :  Tugu MONAS ( MONUMENT NASIONAL ). Atas Gagasan /  Prakarsa Presiden pertama RI I.r SOEKARNO, maka di bangunlah tugu monumen itu bertepatan dengan perayaan HUT KEMERDEKAAN RI yang Ke 16. Peletakan Batu pertama serta Pemancangan Tiang pertama pembangunan TUGU itu di laksanakan tepat pada Tanggal 17 Agustus 1961. Oleh Presiden SOEKARNO proyek pembangunan TUGU MONUMENT NASIONAL ini di percayakan sepenuhnya kepada Arsitek Terkenal Indonesia yaitu : Bpk I.r Soedarsono dengan Penasehat Konstruksinya yaitu : Bpk Prof.Dr. I.r Roosseno. Proyek pembangunan TUGU MONUMENT NASIONAL ini sebagian besar di biayai dari Sumbangan Masyarakat Indonesia secara Gotong Royong.

"...Tugu MONUMENT NASIONAL..." di Kala Siang.

Dan baru selesai serta terbuka bagi kunjungan masyarakat umum pada tanggal 18 Maret 1972. Bentuk  Arsitektur Tugu MONUMENT NASIONAL ini sepenuhnya melambangkan ciri khas BUDAYA Bangsa INDONESIA. TUGU yang berdiri Tegak Menjulang adalah merupakan Simbol atau Perlambang sebuah Batu LINGGA ( Alu ) Penumbuk PADI. Sedangkan bagian  PELATARAN / CAWAN Monument adalah :  Merupakan Simbol / Perlambang Batu YONI ( Lumpang ) wadah dari pada PADI yang hendak di Tumbuk. ALU dan LUMPANG adalah sejenis peralatan rumah tangga yang selalu ada tersedia di setiap rumah-rumah, khususnya bagi masyarakat PETANI di pedesaan. LINGGA YONI pun juga melambangkan kaum LELAKI dan PEREMPUAN, sekaligus merupakan Perlambang Keharmonisan / Keselarasan  Kehidupan di Dunia yang cendrung selalu berpasang-pasangan bagaikan Siang dan Malam, Air dan Api serta Langit dan Bumi. Jika kita menatap sampai arah Puncak Tiang TUGU, maka kita semua kan melihat bagian Ujung Puncak TUGU yang berbentuk Kerucut Nyala Api. Dan hal ini dapat di saksikan dengan jelas jikalau anda bertandang pada malam hari. Ujung Puncak TUGU yang berbentuk Kerucut Nyala Api itu di sebut sebagai :  API Nan Tak Kunjung PADAM, yang merupakan lambang Tekad PERJUANGAN bangsa INDONESIA yang Tak pernah SURUT Sepanjang Jaman.

"...Lambang Negara GARUDA PANCASILA di dinding Luar Ruang KEMERDEKAAN Tugu MONAS..."

Dengan Tinggi  PELATARAN CAWAN 17 meter dan Tinggi Ruangan bagian dalam Museum Sejarah 8 meter. Serta areal CAWAN berbentuk segi 4 bujur sangkar dengan ukuran 45 m x 45 m, semua itu adalah di maksudkan demi pelestarian angka Keramat dari PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 – 8 – 1945. Demikianlah ulasan singkat hasil liputan team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) di Tugu MONAS yang memiliki total Ketinggian mencapai 132 Meter itu. Terhitung mulai dari permukaan tanah Halaman MONUMENT NASIONAL Hingga Ke arah Puncak Lidah Nyala Api. Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita temui seputar Sejarah serta fungsi-fungsi ruang dalam Monument, yang di antaranya di fungsikan pula sebagai MUSEUM SEJARAH di mana terdapat DIORAMA yang Menggambarkan / Mengabadikan berbagai Peristiwa penting Sejarah Perjalanan Bangsa Indonesia, yang di mulai sejak Jaman Nenek Moyang Dahulu Kala….”  Selamat Bertandang.

Oleh :  Albert Dody Richmant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: