“…MACAN TUTUL…” Raja RIMBA Tatar SUNDA


Setelah melalui padungdengan (diskusi sengit) dan bersaing dengan berbagai jenis satwa lain yang hidup di Jawa Barat, akhirnya pilihan sebagai maskot Jawa Barat jatuh pada MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas) yang merupakan endemik pulau Jawa dari antara 9 spesies macan tutul di dunia.

Mungkin kemampuan adaptasinya yang tinggi telah menolong nasibnya hingga tidak setragis handai-taulannya yang lebih besar dan perkasa, HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI. Kerabat berbulu bercorak belang tiga yang dikenang masyarakat Sunda sebagai penjelmaan Mahaprabu yang sangat dicintai rakyat Sunda pada masanya yaitu :…MAHAPRABU SILIWANGI…” Yaa…Macan Tutul Jawa merupakan kucing besar terakhir yang tersisa di Pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Tetapi ancaman kepunahan tak ayal tetap membayangi Raja Rimba yang menawan ini. Macan Tutul memang menarik, warna dasar bulunya coklat muda dengan totol-totol hitam kecoklatan pada seluruh tubuhnya. Ada kalanya warna Macan ini lebih kuning dengan totol-totol yang lebih kecil dengan warna lebih muda. Orang menyebutnya dengan SERUNI atau MACAN BINTANG. Namun bila ditemukan dominan warna hitam bahkan keseluruhannya hitam, ia disebut MACAN KUMBANG. Keindahan totolnya inilah yang menarik manusia untuk memburu Raja Rimba Tatar Sunda ini.

Macan Tutul aktif pada malam hari (nocturnal) untuk berburu dan melakukan aktifitas sosial lainnya, di siang hari biasanya ia tidur dan bersantai pada dahan pohon atau goa-goa kecil pada celah bebatuan. Ia sangat suka memakan Babi Hutan dan Kijang, namun bila sedang lengah, Monyet pun bisa disantap olehnya karena kemampuan memanjat Macan ini memang tulen. Indera pendengarannya baik sekali, namun penciumannya tidak setajam Harimau. Sorot matanya tajam dan dingin, kita bisa merinding bila bertatapan dengan sang raja rimba ini. Organisasi internasional pun turun tangan memasukkan satwa ini ke dalam “…Red Data Book…” IUCN sebagai hewan yang terancam punah dan CITES memasukkannya pada appendix I yang melarang segala bentuk perdagangan satwa ini. Untuk membantu konservasinya, hal yang bisa kita lakukan adalah : Melindungi habitatnya yaitu : Hutan Cagar Alam, Suaka Margasatwa dan pihak pengelola Taman Nasional pun kan angkat bicara bila ditemukan fakta adanya hal yang dapat merusak habitat satwa liar ini. Lalu akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib, apabila di temukan ada seseorang  secara pribadi yang memelihara satwa ini atau memiliki bagian-bagiannya secara ilegal. Tumbuhkanlah cinta bagi sesama mahluk ciptaan Tuhan, sehingga anak cucu kita tidak hanya pernah mendengar adanya hewan yang bernama :…MACAN TUTUL…” Sang Penguasa Rimba Tanah Sunda. Namun mereka juga pun masih dapat melihat wujud asli hewan ini secara langsung di Habitat Alamnya.

Oleh : DP. Ganatri

5 Tanggapan

  1. ini t satwa d jabar?

    • Sebenarnya sebaran macan tutul sangat luas tidak hanya di jawa barat, mungkin se-Asia. Tetapi satwa ini dijadikan maskot satwa sebagai identitas kebanggaan Provinsi Jawa Barat kini dan dapat ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, terutama daerah pegunungan.

  2. aku dukung perlindungan nya.

    • Trims atas apresiasinya..

  3. semoga saja.
    itu benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: