“…CANDI BOROBUDUR…” Karya Agung LELUHUR Bangsa


“….Tiada Terasa Langkah Tapak Kaki team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) kali ini Mengarah pada sebuah Candi Raksasa BOROBUDUR warisan leluhur bangsa yang juga sekaligus merupakan bangunan sakral bagi umat Budha Mahayana.Yang sampai saat ini pun masih kerap di pergunakan sebagai tempat sakral puncak perayaan Upacara Waisak umat Budha Indonesia. Letak Candi BOROBUDUR ini berada di sekitar wilayah kabupaten Magelang Jawa Tengah yang berjarak sekitar 40 Km dari Kota Yogyakarta. Warisan Karya Agung peninggalan Raja SAMARATUNGGA dari Dinasty Syailendra Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah ini adalah : Candi Terbesar Sekaligus Termegah di Seantero Kawasan Negeri-negeri Asia. Bahkan ternyata berdasarkan hasil penelitian para ahli archeologi sejarah, di temukan fakta bahwa kompleks candi BOROBUDUR ini telah di bangun 3 abad lebih dahulu. Ketimbang Biara Budha ANGKOR WAT atau Menara PAGODA di Negara Kamboja. Candi BOROBUDUR ini di bangun tepatnya pada sekitar Abad ke 9 Masehi yaitu pada Tahun 824 M…” Di perkirakan proyek pengerjaan pembuatan kompleks candi ini selesai di sekitar tahun 900 Masehi yaitu di masa pemerintahan Ratu Pramudyawardhani. Yang notabene beliau adalah : Puteri dari Sang Raja Samaratungga itu sendiri. Sedangkan Sang Arsitek dari pada pembangunan kompleks candi itu sendiri bernama Gunadharma. Sedangkan arti dari kata BOROBUDUR itu sendiri dalam bahasa sansekerta adalah :  “…Biara di Perbukitan…” Di masa lalu kompleks bangunan candi BOROBUDUR ini sempat tertimbun oleh lapisan tanah vulkanik akibat letusan Gunung Merapi. Selama beberapa abad candi ini seakan menghilang. Dan baru pada tahun 1814 yaitu pada masa pemerintahan Inggris / Britania Raya berkuasa di Nusantara oleh Gubernur Jendral Sir Thomas Stamford Raffles. Berdasarkan laporan dari penduduk sekitar Bumi Senggoro Magelang yang juga telah berhasil menemukan berbagai artifak terkait situs candi tersebut. Dan juga berdasarkan catatan di salah satu naskah yang tertulis dalam Kitab Negarakertagama Kerajaan MAJAPAHIT karya Mpu PRAPANCA tahun 1365 masehi itu. Maka di perintahkanlah HC. Cornellius ( Seorang Insiyur Belanda ) untuk segera mengadakan penelitian ke lokasi yang di duga terdapat situs peninggalan bersejarah milik bangsa pribumi tersebut. Lokasi yang saat itu hanya berupa gundukan bukit yang di penuhi semak belukar itu, kemudian secara bertahap di lakukan pembersihan sekaligus penggalian. Dan ternyata benarlah adanya bahwa di bawah gundukan tanah vulkanis yang membukit itu ternyata tersimpan sebuah kompleks bangunan berukuran raksasa yang kita sebut sekarang ini sebagai kompleks candi BOROBUDUR. Dan atas jasanya tersebut sebagai orang yang pertama kali memelopori pengalian situs candi tersebut, maka Sir Thomas Stamford Raffless itu pun di berikan penghargaan oleh dunia. Hingga tahun 1835 seluruh areal candi sudah berhasil di gali dan di ketemukan. Lalu proses pemugaran selanjutnya di teruskan oleh pemerintah Hindia Belanda saat kembali menguasai Indonesia. Dan setelah Indonesia Merdeka tepatnya pada tahun 1956, pemerintah RI berusaha untuk meneruskan melakukan pemugaran sekaligus penelitian terhadap hal yang terkait tentang berbagai kerusakan di areal candi, dengan meminta bantuan kepada badan internasional UNESCO. Lalu kemudian sejak tahun 1991 oleh badan internasional UNESCO situs candi BOROBUDUR ini pun di tetapkan sebagai “…WORLD HERITAGE SITE…” atau sebagai salah satu Warisan Budaya Kebanggaan bagi Dunia..” Tiada terasa Sore hari pun kini kian beranjak Senja dan tangga demi tangga pelataran candi pun telah team redaksi PENANTRA ( Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) susuri hingga ke puncak bukit raksasa stupa candi. Sambil menghirup udara dan menikmati indahnya panorama alam perbukitan Merapi Yogya – Magelang. Suara desau Angin pun seakan lirih berguman : “…Inilah Warisan Karya Agung Leluhur Bangsa Mu…Jaga dan Peliharalah sebagai Bukti KEJAYAAN Negeri ini di Masa SILAM…” Sekaligus juga sebagai Warisan KEBANGGAAN bagi Generasi Penerus Bangsa ini…

Oleh :  Albert Dody Richmant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: