” ..IKRAR ANAK BANGSA 2011..” PANCASILA Jiwa Nusantara


Laksamana TNI (Purn) Slamet Subianto ,mantan KSAL RI pada moment Ikrar Anak Bangsa di Tugu Proklamasi Jakarta.

Jakarta – Masih dalam moment Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2011, Majelis Kebangsaan Panji Nusantara pimpinan Laksamana TNI (Purn) Slamet Subianto mantan KSAL pada Kamis 16 Juni 2011 sebagai pihak penyelenggara acara “…IKRAR ANAK BANGSA…” di Tugu Proklamasi Jakarta menyatakan dan menyerukan Bangsa Indonesia untuk kembali pada PANCASILA dan UUD 1945. Pancasila bukan hanya menjadi falsafah atau pandangan hidup dan dasar negara saja, namun jadikanlah PANCASILA sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. Dimana PANCASILA bukan hanya untuk dihafal, tapi juga harus dipahami dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara. Jadikan Pancasila sebagai langkah Bangsa dan Negara. Acara di hadiri oleh element-element Senat Mahasiswa antara lain : Univ.Ibnu Khaldun,Univ.Tarumanegara,Univ.Swadaya dll.Serta berbagai element LSM Jakarta,Bogor,Sukabumi,Karawang,Subang dll. Acara yang berlangsung Tertib dan Lancar itu, meskipun di sertai panas terik Matahari yang terasa menyenggat. Namun serta merta tidak menyurutkan Semangat para peserta yang hadir untuk berteriak Lantang menyerukan “…Hidup PANCASILA…” Dalam kesempatan ini Laksamana TNI (Purn) Selamet Subiyanto memimpin pembacaan teks IKRAR ANAK BANGSA..Yang berorientasi pada tiap SILA dari PANCASILA. Yang pada Intinya adalah : Sumpah Setia pada PANCASILA. Dan di dalam sambutannya pula Laksamana TNI (Purn) Slamet Subianto menyatakan di dalam Pancasila mengandung azas Musyawarah dan Mufakat. Sifat kasih sayang yang sudah tertanam di dalam diri setiap mahluk di muka Bumi, adalah sifat dasar setiap mahluk, termasuk manusia. Yang ditanamkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa ke dalam Mahluk ciptaan-Nya. Karena ‘kasih sayang’ adalah sifat dasar manusia, yang tercermin dalam perilaku ‘tolong menolong’ antara pribadi-pribadi dan gotong royong antara kelompok-kelompok. Dan karena perilaku tolong menolong dan gotong royong ini maka ilmu akan berkembang pesat.

"...Perwakilan Mahasiswa Univ.Ibnu Khaldun..." Saat Memberikan Orasi Ikrar Anak Bangsa

Karena setiap pribadi atau kelompok merasa mempunyai ‘Kewajiban Asasi’ untuk menjadi ‘silih asah, silih asih, silih asuh’. Inilah inti dari ‘Sistem Musyawarah’ yang akan melahirkan Pemimpin. Berbeda dalam sistem Demokrasi yang didukung oleh konsep ‘Hak Asasi Manusia’ yang berorientasi kepada penguasaan/kekuasaan menimbulkan suasana persaingan yang sangat kental, dan membentuk manusia-manusia yang individualistis yang lebih mementingkan ‘kepentingan pribadi atau kelompok’ nya saja. Maka pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat akan terhambat dan terjadi plagiarisme ilmu, dan hanya melahirkan Penguasa. Dalam pengambilan keputusan dengan sistem Musyawarah pasti mengutamakan yang terbaik untuk kebaikan bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa kalah atau dimenangkan dan melahirkan Keadilan. Dalam Demokrasi yang bersumber dari pemikiran manusia, didasari ‘kepentingan’ sehingga yang kuat pasti menang dan keadilan tidak akan tercapai. Sehinga akan timbul prasangka yang berakhir pada perpecahan.

“…Inti kegiatan kali ini berdasarkan hasil liputan team Redaksi PENANTRA (Perhimpunan Nasionalis Nusantara ) adalah mengajak seluruh element Bangsa untuk bangkit melihat kondisi Bangsa yang sudah carut marut ini…” tegas Laksamana TNI (Purn) Slamet Subianto.Tiap perwakilan element Mahasiswa dan LSM juga di berikan kesempatan berbicara. Menyuarakan pandangan dan fikiran mereka. Kesadaran berPANCASILA nampaknya kian menguat di dalam diri generasi-generasi muda penerus bangsa ini.

"..Semangat Nasionalisme Pancasilais Peserta Acara..."

Dan salah satu perwakilan Mahasiswa menyatakan : Apabila ada 1000 orang yang hadir di sini maka kita adalah Pendukung PANCASILA. Bila ada 100 orang yang hadir di sini,maka kita adalah Pendukung PANCASILA. Bila ada 10 orang yang hadir di sini,maka kita adalah Pendukung PANCASILA.Bila ada 1 orang yang hadir di sini,maka kita adalah Pendukung PANCASILA.Tapi apa bila sudah tidak ada lagi,maka Bangsa dan Negeri ini pun sudah tidak ada…” Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta, kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan pembacaan doa dari beberapa perwakilan agama.

Ibu Indrawati S. sebagai pihak panitia menyatakan bahwa acara seperti ini akan rutin digelar oleh mereka. Pengulangan-pengulangan seruan dan pembacaan ikrar sumpah setia pada Pancasila akan selalu menjadi tema utama, untuk menggugah kesadaran setiap anak bangsa akan PANCASILA.

Oleh : Eka Shantika

Satu Tanggapan

  1. Saya yakin ketulusan akan membuahkan hasil…dengan tekad PANCASILA adalah azas bangsa indonesia bukan yg lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: