Kadisbudpar Kota Bogor, Upayakan Bogor Jadi Kota Budaya yang Nyaman


"...Artiana Yanar Angraeni..." Kadisbudpar Bogor

BOGOR- “…Visi Disbudpar Kota Bogor adalah untuk menciptakan Bogor sebagai kota budaya yang lebih nyaman,” terang Artiana Yanar Anggraeni, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bogor

kepada redaksi PENANTRA News (Perhimpunan Nasionalis Nusantara). Hal ini disampaikannya disela-sela acara Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor pada hari Sabtu 9 Juli 2011 di Gedung Kemuning Gading, Bogor. Komitmen atas visi

ini menurutnya bisa disalurkan lewat berbagai sanggar yang ada di kota Bogor. Pemerintah Kota juga telah menyediakan wadah seniman dan budayawan lewat Dewan Kesenian Kota Bogor (DKKB), meski diakui Ana, masih minim fasilitas.

Meski demikian, Ana optimis kesenian Bogor tetap bisa berkembang lewat kreativitas seniman-seniman Kota hujan ini. Salah satu hasil karya orisinal Kota Bogor yang patut dibanggakan adalah kesenian Langgir Badong, seperti disebutkan Mursyida, kepala Seksi Promosi, DisbudparKota Bogor. Ini adalah kesenian karya seniman lokal, Ade Suwarsa. Bahkan, kesenian yang sengaja diciptakan Ade untuk Festival dan Lomba Seni Siswa ini berhasil menang di tingkat propinsi. Nantinya, Langgir Badong akan dikompetisikan di tingkat nasional yang rencanaya berlangsung di Makassar.

Pemberdayaan sanggar sebagai pusat pengembangan kesenian bagi remaja Kota Bogor juga disampaikan Faris Priyanto, pemenang Jajaka Kota Bogor 2011. Sementara bagi Prita Riska, pemenang Mojang Bogor 2011, potensi pariwisata dan budaya Kota Bogor yang potensial untuk dikembangkan adalah Istana Bogor dan Jaipongan. Sebab Istana Bogor merupakan tujuan wisata sejarah yang unik dan hanya ada di Kota Bogor. Hal serupa ia kemukakan ketika juri menanyakan soal keindahan Kota Bogor yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Penyerahan selempang dan mahkota Mojang Jajaka Kota Bogor dari Moka Kota Bogor 2010 kepada Moka Kota Bogor 2011

Dari 100 orang yang mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 9 Juli ini, 30 orang terjaring sebagai finalis. Penjurian malam final kemarin dilakukan oleh empat orang juri. Hj Sambas Brata Sanjaya dari DKKB yang menjadi juri bidang

kesenian, Sofyan Ginting dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor yang menilai pengetahuan pariwisata. Serenade Miolo, finalis Putri Pariwisata dan Moka 2004 yang menilai kemampuan Bahasa Inggris peserta. Sementara Jeffi Noor, Jajaka Jabar 2008, menilai kepribadian peserta.

Tigapuluh peserta dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok menjawab pertanyaan dari satu dewan juri. Pengundian dilakukan untuk menentukan juri mana yang akan memberikan pertanyaan. Kelompok pertama mendapat pertanyaan soal pariwisata, kelompok kedua soal bahasa Inggris, dan kelompok ketiga soal budaya.

Sebelum masuk babak final, peserta masuk babak penyisihan. Dari hasil penyisihan tersebut, Ida mengaku cukup puas, “Tujuhpuluhlima persen saya puas, 25% lagi memang mereka agak kurang di Bahasa Sundanya ya,” paparnya. Para pemenang selanjutnya akan menjadi duta pariwisata Kota Bogor. Selain itu, pemenang utama juga akan dikirim untuk berlomba di tingkat propinsi, untuk memperebutkan posisi Mojang Jajaka Jawa Barat. Jika lolos, Mojang Jabar akan terus melaju ke tingkat nasional.

Oleh: Eka S.P

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: