“…BOGOR CRAFT 2011…” Pameran dan Demo Pembuatan Kerajinan Unggulan Khas Kota Bogor


BOGOR – Showroom DEKRANASDA (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Bogor pada hari Sabtu dan Minggu, 14-15 Juni 2011 tampak ramai dipenuhi pengunjung.

Showroom yang dipergunakan sebagai Pusat Kerajinan dan Oleh-Oleh khas Bogor tersebut, ternyata sedang menggelar Pameran dan Demo Kerajinan khas Kota Hujan Bogor. Tidak hanya pameran Aneka kerajinan dan produk unggulan Bogor yang disajikan, pengunjung juga mendapat nilai tambah dengan digelarnya demo pembuatan produk kerajinan tersebut.Di pelataran parkir yang tak terlalu luas, panitia merancang stand dan panggung demo dengan apik. Terdapat sekitar 20 meja stand dengan aneka barang kerajinan yang tersaji. Antara lain adalah Boneka Potty, mainan edukasi kreatif bagi anak yang berfungsi ganda, sebagai boneka mainan sekaligus mengajarkan anak untuk senang memelihara tanaman, karena pada bagian punggung boneka disediakan lubang yang terisi media tanam, berfungsi sebagai pot.

"...Salah Satu Produk Kerajinan Daur Ulang..." di Arena Pameran

Anak harus rajin menyiram boneka ini bila tidak mau tanamannya mati.  Ada pula  kerajinan daur ulang dari plastik bekas yang diolah menjadi kerajinan tangan yang unik dan ramah lingkungan.

Saat ini pasar produk daur ulang sangat tinggi, sehingga para pengrajin daur ulang ini akan sangat senang bila ada warga Kota Bogor yang mau memberikan sampah plastiknya ke tempat produksi mereka di Desa Sukamulya Bogor untuk disulap menjadi aneka produk kerajinan yang indah seperti bunga plastik, dompet, tas, taplak, payung, hingga baju.

Ternyata, para pengrajin logam juga banyak terdapat di Kota Bogor. Seperti Kerajinan Senjata Kujang Padjajaran yang diproduksi di Katulampa. Kujang merupakan Senjata Tradisional Jawa Barat yang berasal dari kata “…Kudi…” dan “…Hyang…”. Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan sakti untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit.

"...Senjata Kujang..." Salah Satu Ciri Khas Unggulan dlm Pameran

Sedangkan Hyang bagi masyarakat Sunda adalah personifikasi Tuhan YME. Secara simbolisme, Kujang berupa penanda karakter etnik Sunda yang  “tabu pandai perang, tapi mesti pandai jika diperangi “. sehingga sosok bilah Kujang selalu berukuran kecil dan ramping. Dalam segi penggunaannya, bukan untuk menyerang dengan menebas dan membacok, namun hanya untuk membela diri dengan cara menangkis, menusuk atau menikam dari jarak dekat apabila mendapat serangan. Kerajinan logam lainnya adalah Industri pembuatan gong dan gamelan di daeah Pancasan Bogor, pembuatan gong dan gamelan ini sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Di bidang makanan olahan, Sirup Buah Pala menjadi oleh-oleh khas Kota Hujan yang bermanfaat untuk mengendurkan syaraf. Talas, makanan khas Bogor, diolah secara kreatif menjadi Coklat Talas, sedangkan makanan lainnya yang unik adalah abon lele. Ada pula kerajinan Wayang Golek di Lebak Kantin dan Wayang Bambu di Cijahe yang sudah tersohor di dalam bahkan di luar negeri.

"...Belajar Membatik di Arena Pameran..."

Pencipta wayang yang bahkan sekaligus pendalang yang tergabung dalam Pepadi (Persatuan Dalang Indonesia) Bogor ini dengan tekun nanggap wayang kuriling di Sekolah Dasar se-Bogor dalam rangka memasyarakatkan wayang kepada generasi muda.

Saat redaksi PENANTRA News (Perhimpunan Nasionalis Nusantara) mengunjungi Pameran Dekranasda, giliran Batik Tradisiku yang menggelar demo pembuatan batik. Tradisiku merupakan label salah satu produsen batik tulis khas Bogor, Bapak Siswaya, pencipta Batik Bogor, memasukan unsur-unsur identitas Bogor seperti hujan gerimis, senjata kujang, hewan kijang, dan istana Bogor ke dalam kreasi batiknya. Alhasil, Batik Tulis Bogor ini telah dipatenkan dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Dalam demo batik tersebut, Para pengunjung dipersilahkan mencoba membatik. Ternyata membuat batik itu sangat rumit dan membutuhkan keuletan ekstra, setelah pola batik ditutupi dengan malam (semacam lilin), untuk pewarnaannya membutuhkan beberapa kali proses pencelupan lagi.

"...Kerajianan Wayang Golek..." dlm Arena Pameran

Dan satu lembar batik tulis, diselesaikan dalam tempo 1-2 hari tergantung kerumitan polanya. Karena itu, maka wajar jika batik tulis diapresiasi dengan harga yang tinggi sesuai dengan nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Pameran menjadi ajang yang baik bagi pengrajin untuk mempromosikan usahanya, namun diharapkan melalui pameran ini ada lebih dari sekedar nilai dagang yang didapat melainkan pula nilai-nilai kekeluargaan antara sesama produsen kerajinan Bogor, dan pengetahuan serta apresiasi seni budaya yang lebih dalam dari para pengunjung dengan bertanya dan berinteraksi langsung dengan para pencipta produk kerajinan tersebut.

Hasil kerajinan yang ada di Dekranasda ini adalah murni hasil kerajinan warga kota Bogor.  Pengunjung yang datang tidak hanya domestik tetapi juga mancanegara. Tertarik membeli aneka souvenir khas Bogor…? Langsung saja datang ke pusat Kerajinan Dekranasda di Jalan Bina Marga no 1B Bogor, Jawa Barat, yang buka setiap hari pukul 09.00 – 16.30. Kabar baiknya lagi, Jika Anda tertarik mengikuti proses pembuatan kerajinan langsung, Demo kerajinan Dekranasda ini akan menjadi kegiatan rutin yang digelar 2 minggu sekali setiap hari Sabtu dan Minggu. Mulai dari pengrajin batik, daur ulang, wayang bambu, sulam pita, bordiran, keramik, bunga kering, kerajinan kayu dan kenari, boneka, dan pengrajin bambu akan bergiliran memperlihatkan kepiawaiannya berkreasi dalam demonstrasi tersebut.

Oleh : DP.Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: