“…Situs Megalitik TUGU CUNGKUK GEDE…”


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

"...Situs Tugu Cungkuk Gede..."

“…Malam pun kian larut usai brefing singkat di antara kami team redaksi PENANTRA News (Perhimpunan Nasionalis Nusantara), dan seakan tak sabar menunggu mentari pagi bersinar kembali. Kami pun sepakat untuk beristirahat hingga pagi hari. Dan ketika cahya mentari nampak semburat di antara deburan sang ombak pesisir selatan jawa barat, kami pun bergegas siap berangkat usai

sarapan pagi. Waktu menunjukan pukul 09.00 wib dan secepatnya kami pun bergerak menuju tempat tujuan kami yaitu : Situs megalitik TUGU CUNGKUK GEDE yang terletak di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana Kecamatan Cikakak Sukabumi Jawa Barat. Dan ternyata perjalanan menuju tempat yang kami tuju itu, bukanlah hal yang mudah.

"...Arca Shiva dan Artifak yang di temukan..."

Kondisi jalan yang sudah di beri batu untuk penahan becek saat musim penghujan datang, tetaplah menjadi sebuah tantangan yang patut di perhintungkan. Meskipun kondisi jalan yang demikian hal tersebut tak mampu menghentikan langkah kaki kami untuk tetap melanjutkan perjalanan sesuai

kesepakatan. Turunan demi turunan serta Tanjakan telah kami lalui, dan sampai detik itu pun, belumlah ada sesuatu pun yang dapat menghentikan gerak roda kuda-kuda besi dan langkah perjalanan kaki kami. Dan pada suatu ketika terhentilah langkah kami di hadapan sebuah tiang batu besar berbentuk Tugu dengan ketinggian sekitar 4 m. Kami semua pun terdiam sekaligus tertegun demi menyaksikan

pemandangan yang kini tepat di hadapan kami. Dan ternyata memang Tugu itulah yang sedang kami cari. Sungguh luar biasa di hadapan kami berdiri sebuah Tugu batu menhir berukuran sangat besar dan di daerah sekitarnya pun tampak berserakan jenis bebatuan demikian dengan ukuran jauh lebih kecil.

"...Batu Tempat Memandikan Jenazah..."

Luas areal situs yang kini telah menjadi suaka cagar budaya itu adalah : sekitar 1 hektar bahkan di perkirakan dapat mencapai 2 s/d 4 hektare. Mengingat posisi letak tiap-tiap situs megalitik itu tersebar di berbagai penjuru kawasan sekitar tempat itu. Dan ternyata terdapat beraneka macam jenis benda-benda purbakala yang telah di ketemukan di tempat ini, di antaranya adalah : Batu Congklak dengan 10 lubang di atasnya, situs batu ini berbentuk mirip sekali dengan papan congklak salah satu jenis permainan tradisional bangsa kita. Batu besar berbentuk segi empat ini dengan ukuran tinggi kira – kira 1 meter, panjang 2 m dan lebar 1.50 m di fungsikan sebagai alat penghitung bulan masa bercocok tanam hingga masa panen.

"...Genta / Lonceng yang di temukan..."

Yang mungkin dapat juga di pergunakan untuk kepentingan lain, selain sebagai penghitung bulan oleh warga masyarakat kuno jaman itu. Ada pula punden berundak serta 2 buah batu berbentuk seperti Bathtub (Bak mandi) yang ternyata berfungsi sebagai sarana pemandian jenazah. Menurut keterangan petugas jaga yang kebetulan kami temui di tempat itu, beliau menerangkan bahwa di lokasi itu pun telah banyak di temukan artifak-artifak tepatnya sejak tahun 2005. Di antaranya beliau menemukan 1 buah Arca Shiva, 3 buah Genta yang terbuat dari bahan jenis logam Perunggu dan Kuningan juga terdapat ukiran pada sisi luar permukaannya.

Arca dan Genta (lonceng) itu di perkirakan berasal dari peninggalan jaman kerajaan Padjajaran abad 15 Masehi. Selain itu juga di ketemukan aneka gerabah dan keramik china yang berasal dari jaman dinasty Ming abad 12 s/d 15 Masehi. Komplek situs meglitik yang ternyata terbesar di seluruh Indonesia ini atau bahkan mungkin se Asia ini di temukan pertama kali oleh seorang ahli kepurbakalaan berkebangsaan Belanda pada tahun 1883.Yang kemudian di tindak lanjuti oleh Pemerintah RI. Di tengah perbincangan asyik kami dengan Sang Petugas jaga nan ramah itu, kami pun di suguhi kelapa muda segar yang berasal dari kebun warga sekitar tempat tersebut.

"...Batu Congklak Penghitung Bulan..."

Lalu di lanjutkan dengan tawaran beliau untuk singgah sekaligus makan siang di kediaman beliau yang memang berada tak jauh dari lokasi situs purbakala tersebut. Suasana teduh dan nyaman alam pedesaan serta keramahan begitu terasa mengesankan bagi perjalanan kami kali ini. Satu hal sebagai Hikmah dan Buah dari perjalanan kami team redaksi PENANTRA News kali ini adalah : Bahwa betapa hebatnyalah Leluhur Bangsa ini yang sejak dahulu telah mampu menciptakan karya-karya gemilang sebagai warisan bagi generasi penerus bangsa ini. Dan kesemuanya itu bagaikan rangkaian jejak serta bukti kearifan dari sebuah peradaban kita di masa lampau. Yang mana sisa-sisa dan bias cahaya kearifan serta keluhuran dari sebuah peradaban itu masihlah dapat kita saksikan hingga saat ini.

Oleh : Albert Dody Richmant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: