“…Beatifikasi PAUS PAULUS JOHANES II…”


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

"...Paus Yohanes Paulus II..."

Minggu 1 Mei 2011, Paus Benedictus XVI membeatifikasi Mendiang Paus Yohanes Paulus II di hadapan lebih dari sejuta umat Katholik di Lapangan SantoPetrus di Vatican.

Pihak Museum Katedral Jakarta sejak jauh-jauh hari sudah bersiap untuk menyambut hari yang sangat bersejarah bagi umat Katolik sedunia ini. Pihak Museum mengadakan acara open house Museum Katedral Jakarta.

Dalam kesempatan open house ini diadakan pameran barang-barang peninggalan Paus Johannes Paulus II. Yaitu berupa koleksi-koleksi Jubah-jubah, Zucchetto, cawan yang dipakai saat Misa saat Paus Johannes Paulus II ini berkunjung ke Indonesia pada bulan Oktober 1989, buku-buku, dll. Yang merupakan koleksi dari Yayasan John Paul II. Serta di putarkan film dokumenter mengenai perjalanan Paus Johannes Paulus II.

Johannes Paulus II lahir di kota kecil di dekat Krakow Polandia dengan nama Karol Wojtyla pada tanggal 18 Mei 1920. Ibunya meninggal ketika dia berumur delapan tahun. Dia dibesarkan oleh ayahnya.

Setelah ditahbiskan menjadi imam dan masuk dalam hirarki gereja, dia ditugaskan sebagai seorang pastor, kemudian ditahbiskan menjadi uskup, terpilih sebagai cardinal, hingga akhirnya terpilih menjadi Paus.

"...Perkakas Sakramen Maha Kudus..."

Saat ditahbiskan menjadi Paus pada 1978, Johannes Paulus II berumur 58 tahun. Beliau adalah Paus non Italia pertama dalam lebih dari 400 tahun dan menjadi Paus pertama dari Eropa Timur. Selama menjadi Paus,
Beliau sudah mengunjungi 129 negara. Dalam kunjungannya Beliau senantiasa mewartakan Perdamaian, mengecam pelanggaran hak asasi
manusia dan dekadensi dunia modern.

Dalam salah satu kunjungannya yaitu ke tanah kelahirannya Polandia, di mana dalam kunjungannya kesana membuat Pemerintah Komunis Polandia tidak dapat menghentikannya, Paus Johannes Paulus II berbicara keras tentang Hak-Hak Azasi Manusia di depan jutaan orang Polandia.

Pasca pidato Paus itu, gerakan anti komunis kemudian melahirkan solidaritas
hingga runtuhnya komunisme di negeri itu. Yang kemudian diikuti oleh jatuhnya komunisme di Eropa Timur dan Eropa Tengah.
Pada tahun 1981, terjadi pencobaan pembunuhan terhadap Paus Johannes Paulus II oleh ekstrimis sayap kanan Turki, Mehmet Ali Agca yang menembaknya dari jarak dekat di Lapangan Santo Petrus. Satu peluru bersarang di perut dan satu lagi nyaris menghentikan
jantungnya. Namun Beliau justru kemudian memaafkan Mehmet Ali Agca.

"...Mendiang Sri Paus Yohanes Paulus II..."

Paus Johannes Paulus II adalah Paus pertama yang berdoa di Sinagoga di Roma. Beliau adalah Paus pertama yang memasuki sebuah masjid di Negara Islam di Damascus, Syria dan memimpin sebuah pertemuan para pemimpin agama-agama besar di dunia yang pertama pada 1986.

Pada 1990an, Paus Johannes Paulus II menderita berbagai penyakit. Seperti Tumor, Patah Tulang, dan Parkinson. Dan Beliau wafat pada 2 April 2005 dalam usia 84 tahun.

Proses Alm Paus Johannes Paulus II ini diangkat menjadi Beato adalah yang tercepat dibandingkan yang lain. Yaitu 6 tahun sejak wafatnya. Ada beberapa kriteria seorang diangkat menjadi Beato. Yaitu dari keajaiban atau mukjizat-mukjizat yang dibuatnya semasa hidup.

Seorang Biarawati Perancis berusia 50 tahun bernama Marie Simon Pierre Normand menyatakan kesembuhan dari penyakit Parkinson sebagai mukjizat lewat perantaraan almarhum Paus Johannes Paulus II. Dan ada sekitar 18 mukjizat lain yang dilakukannya. Beatifikasi adalah langkah pertama di jalur menuju kemungkinan menjadi santo/santa (orang suci), salah satu penghargaan tertinggi Gereja Katolik. Kelak apabila ada laporan lagi mengenai mukjizat dari Paus Johannes Paulus II maka Beliau akan diangkat menjadi Santo.

"...Bpk Youngky Ketua Yayasan Jhon Paul II Indonesia..."

Pihak Museum Katedral Jakarta mengadakan acara nonton bareng Misa Beatifikasi Paus Johannes Paulus II di ruang ST. Petrus, Katedral Jakarta. Di awali dengan doa pembukaan oleh Rm. Suherman Pr dan
sambutan dari Rm. Budi Nugroho SJ. Juga diisi dengan lantunan lagu-lagu rohani dari John Paul II Choir yang pernah menyanyi
dihadapan Paus Johannes Paulus II.

Lalu kesaksian dari Bapak Yongky (Ketua Yayasan John Paul II) mengenai semasa Bpk Yongky bertemu dengan Paus Johannes Paulus II.
Setiap pagi sebelum Misa, Paus Johannes Paulus II senantiasa berdoa di kapel pribadinya. Sebuah kapel yang kecil namun di dalamnya terasa begitu religius , tenang dan damai. Paus Johannes Paulus II dapat menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sana sambil membaca doa Rosario.

Pembicara lain yaitu Stefan Leks yang juga berkebangsaan Polandia memaknai bahwa pada saat Paus Johannes Paulus II wafat tagl 2 April 2005 adalah bertepatan dengan Minggu Paskah II/Minggu Kerahiman Ilahi, sebagai bukti kecintaan kepada Yesus Sang Kerahiman Ilahi. Selain itu juga mengutip buku harian St. Faustina.

"...Stefan Leks..."

Paus Johannes Paulus II lah yang memerintahkan kepada seorang Kardinal untuk menyelidiki dengan sebaik-baiknya mengenai Buku Harian St. Faustina. Di mana buku harian tersebut sempat dilarang oleh pihak gereja Vatican. Namun setelah dengan suatu penyelidikan secara Theologis yang sangat mendalam, maka mulailah dapat dipahami dengan baik semua yang ditulis St. Faustina. Dan dinyatakan bahwa apa yang
ditulis dalam Buku Harian St Faustina adalah merupakan wahyu yang turun dari Tuhan Yesus. Walau memakan waktu yang lama untuk dapat memahami tulisan St Faustina, karena St Faustina buta huruf dan tidak dapat menulis dengan baik. Sehingga banyak ejaan-ejaannya yang sulit dipahami.

Kemudian para hadirin bersama-sama mengikuti upacara Beatifikasi yang disiarkan langsung dari Vatican melalui CNN.

Usai upacara, semua yang hadir kemudian mendapat kesempatan untuk berdoa dan menyentuh secara langsung Relikwi dari Paus Johannes Paulus II yang berupa ZUCCHETO, yaitu sepotong penutup kepala yang digunakan Paus Johannes Paulus II.

"...Kunjungan Paus Paulus Yohanes II ke Indonesia..." Oktober 1989

Relikwi adalah suatu material, baik berupa bagian tubuh dari para Santa Santo atau para Kudus yang telah meninggal dan juga benda-benda yang bersentuhan langsung dengan mereka. Relikwi dibagi 2 kelas. Kelas
pertama adalah semua bagian tubuh dan alat-alat yang dipakai seperti pakaian dan juga alat-alat yang dipakai untuk penyiksaan, penghukuman dan eksekusi dari para kudus tersebut.

Relikwi kelas kedua adalah benda-benda yang disentuhkan kepada orang kudus atau makam orang kudus.

Dalam upacara Beatifikasi di Vatican juga ditunjukan Relikwi berupa darah Paus Johannes Paulus II yang disimpan dalam Kristal dan dibawa oleh Suster Marie Simon Pierre Normand dan diserahkan kepada Paus Benedictus XVI. Darah Paus Johannes Paulus II ini diambil 2 minggu sebelum wafatnya sebagai cadangan bila Beliau memerlukan transfusi darah. Namun belum sempat dipergunakan hingga Beliau wafat. Acara ditutup seusai semua yang hadir mendapat kesempatan untuk berdoa dan menyentuh Relikwi Zucchetto Paus Johannes Paulus II.

Oleh : Santi Widianti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: