“..Ramadhan Expo 2011..” Deklarasi Gerakan Budaya Museum Perjuangan


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

"..Gedung Museum Perjuangan Bogor.."

BOGOR – Museum Perjuangan Bogor, yang terletak di Jalan Merdeka No.56 Bogor, menggelar Ramadhan Expo pada hari Senin (08/08/2011). Rangkaian acara ini dimaksudkan pula sebagai peringatan bulan kemerdekaan. yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Ramadhan Expo akan dilangsungkan selama 3 minggu, dan berakhir pada hari Minggu (28/08/2011).

Tujuan diadakannya Ramadhan Expo di Museum Perjuangan Bogor adalah sebagai ajang memperkenalkan dan mengembangkan Museum Perjuangan Bogor agar dikenal oleh kalangan masyarakat yang lebih luas.

Sebagai bukti satu kata sepakat dari berbagai elemen masyarakat agar berperan serta menumbuhkan rasa kecintaan dan kepedulian terhadap Museum yang memiliki nilai penting budaya bangsa, maka dikukuhkan pula Deklarasi Budaya “Cinta dan Peduli” Museum Perjuangan Bogor yang ditandatangani oleh DKKKB, Korem, DPRD Kota Bogor, Budayawan, Ulama, Iwapi, Institusi, dan perwakilan LSM dengan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, H.Bambang Gunawan dan Kepala Museum Perjuangan Bapak Mardjono.

"..Sekda Kota Bogor Bpk. Bambang Gunawan.." sedang memberikan sambutan

Dalam rangkaian acara Ramadhan Expo 2011 ini akan digelar juga berbagai lomba kebangsaan, Dialog dan Pentas Budaya Kemerdekaan, Malam Renungan dan Upacara Peringatan HUT RI ke-66, dan juga Silaturahmi dan Santunan Keluarga Pejuang.

“ Upacara Kemerdekaan ini akan menjadi sejarah baru bagi museum perjuangan, karena baru pertama kalinya semenjak museum ini berdiri digelar Upacara Bendera untuk memperingati HUT proklamasi”, tutur Ketua Panitia Bapak Ace Sumanta. Pihak Museum juga berharap agar museum dapat dijadikan tempat berkumpul bagi berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan dengan pola kebersamaan. Museum dapat dijadikan sarana sumber kreatifitas, berkegiatan ilmiah, juga sebagai wadah aspirasi pariwisata. Karenanya, setelah Deklarasi Gerakan budaya Cinta dan Peduli Museum Perjuangan Bogor, akan dibuka pendaftaran Sukarelawan Museum. “Siapa saja elemen masyarakat yang bersedia berpartisipasi aktif mengembangkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap Museum Perjuangan Bogor sebagai kebanggaan publik dapat mendaftarkan dirinya secara cuma-cuma di Sekretariat Museum Perjuangan Bogor”, lanjut Bapak Ace Sumanta.

"..Budayawan Eman Sulaeman.."

Budayawan Eman Sulaeman yang turut menandatangani Deklarasi Budaya tersebut menanggapi positif acara ini. “ Melalui Deklarasi ini mudah-mudahan museum tidak menjadi sebuah istana yang sepi, padahal disini gudangnya bagaimana sejarah perjuangan berdirinya NKRI di Bogor, Sukabumi, Cianjur. Dan kita harus mengembalikan sejarah ini supaya dikenal oleh generasi penerus. Seperti yang dikatakan Dr. Douwes Dekker atau Multatuli, Putra-putri bumiputera itu alangkah baiknya bila ia mengenal sejarah dan budaya daerahnya masing-masing. Juga Cicero, filsuf Yunani yang mengumpamakan orang yang tidak mengenal sejarah dan budayanya seumpanya ia seperti bayi yang baru lahir”, ungkap Bapak Eman Sulaeman dengan Bersemangat. “ Dan alangkah baiknya bila para anak-anak para pejuang yang masih menyimpan barang-barang peninggalan orangtuanya saat berjuang atau foto-foto tua agar turut disimpan sebagai koleksi museum. Saya jamin tidak akan hilang. Nilai budaya yang dapat diambil dari Museum sangat universal, bila kita berkunjung ke museum, melihat senjata-senjata, peninggalan perang, dan diorama, mereka seolah bercerita pada kita bagaimana pengorbanan mereka pada masa itu”, ungkapnya lebih lanjut pada PENANTRA News..

"..Budayawan Mama Arif Hidayat.."

Mama Arif Hidayat, Juru dongeng yang menjadi Penutur “Renungan Sejarah Perjalanan Bangsa Indonesia” pada pembukaan Expo Ramadhan, juga menanggapi dengan baik Deklarasi ini sebagai kesepakatan bersama sekaligus keprihatinan bersama melihat lunturnya budaya dan nasionalisme bangsa, “ Seperti terlihat pada hasil survey mengenai Bahasa Sunda, Bahasa itu tinggal 20% masyarakat saja yang menguasai, artinya apabila generasi tua yang ada telah meninggal, akan hilang bahasa itu karena tidak ada penerusnya” , papar Mama Arif. “Kami pun sedang mengusahakan untuk menjadikan gedung ex-Bupati Bogor di Jalan Veteran untuk dijadikan Gedung Joang yang akan menyimpan berbagai peninggalan Sejarah seputar Bogor, situs-situs peninggalan sejak Jaman Kerajaan Pajajaran hingga masa Perjuangan Kemerdekaan. Harapan saya ke depannya agar kita tidak lupakan bahwa bangsa yang besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya, Bila melupakan itu akhirnya penyelenggaraan negara akan berlangsung tanpa tujuan,” tandasnya di akhir wawancara dengan Tim Redaksi PENANTRA News.

"..Para Hadirin dan Tamu Undangan sedang Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.."

Acara dilanjutkan dengan Dakwah Islam yang dibawakan dengan ringan dan menghibur oleh Yoga Prayoga, Da’i Cilik Se-Jawa Barat dan Banten, ada pula bazaar berbagai produk makanan,aksesoris dan pakaian serta Dialog Publik “Pemberdayaan UKM dan Koperasi”, dengan pembicara Ketua IWAPI Kabupaten Bogor Ibu Ratu Nailamuna serta dari Dinas UKM dan Koperasi. Untuk turut menyukseskan gerakan budaya ini pula, panitia akan menghubungi Dinas Pendidikan agar menggerakan sekolah-sekolah untuk melakukan kunjungan ke Museum Perjuangan Bogor sebagai muatan lokal bagi para siswa.

Oleh : DP.Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: