“…PARTAI NASIONAL INDONESIA dan KIPRAH Ibu Hj.SUPENI…”



VIDEO LIPUTAN DOKUMENTER Team Redaksi PENANTRA News.

 

"...Bung Karno Usai Menyampaikan Pledoi Indonesia Menggugat..." Di Gedung Indonesia Menggugat Bandung

“…Dalam benak seorang Soekarno atau Bung karno muncul suatu pemikiran bahwa waktunya sudah datang untuk mendesakkan Nasionalisme. Dalam pada itu Soekarno pun sudah menemukan pegangan dalam bidang politik. Pada setiap cangkir kopi tubruk, disetiap sudut di mana orang berkumpul nama Soekarno menjadi buah mulut orang. Kebencian Belanda dengan kepopuleran Soekarno memperoleh tempat yang berdampingan dalam setiap buah tutur.
Pada tanggal 4 Juli 1927 dengan dukungan dari enam (6) orang kawan dari Algemeene Studieclub, Soekarno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia). Tujuan dari pada PNI adalah Kemerdekaan sepenuhnya – SEKARANG.
Perjalanan Soekarno dan kawan-kawan dalam mengusung PNI tidaklah mudah. Penjara dan pembuangan oleh Belanda mereka alami berkali-kali. Selama 3 tahun berturut-turut, hasil Kongres PNI dipimpin oleh 7 orang.
Tanggal 28 – 30 Mei 1928 Kongres PNI diadakan di Surabaya. Yang mengembangkan Trilogi perjuangan yaitu Nationale geest, Nationale Will, dan Nationale Daad.

"...Potret Alm Ibu Hj Supeni..."

Tanggal 28 Oktober 1928, dalam Kongres Pemuda di Jakarta, Soekarno dengan resmi mengikrarkan sumpah khidmat yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa – Indonesia. Serta untuk pertama kali dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan WR. Soepratman.
Tanggal 18 – 28 Mei 1929, Kongres II PNI diselenggarakan di Gang Kenari 15 Jakarta, sekaligus sebagai kantor pusatnya.
Tanggal 20 Desember 1929 Soekarno ditangkap dan dipenjarakan di Mergangsan, Yogyakarta. Baru pada tanggal 30 Desember 1929 Soekarno di pindahkan ke penjara Banceui, Bandung.
Pada sidang pengadilan kolonial di Bandung dalam proses peradilan 18 Agustus – 22 Desember 1930, Soekarno menyampaikan pembelaannya dalam Pledoi Indonesia Menggugat. Dalam pledoinya Soekarno tidak membantah tuduhan, bahkan secara jantan mempertegas sikapnya tentang perjuangan Indonesia merdeka, Revolusi, Marhaenisme, Kapitalisme, Imperialisme, Kolonialisme, dan akan pecahnya Perang Pasifik, sehingga dari yang tergugat berbalik menjadi Soekarnolah yang menggugat kolonialisme Belanda. Pledoi Indonesia Menggugat ini kemudian menjadi bahan studi oleh pemimpin-pemimpin pergerakan di seluruh dunia.

"...Bung Karno & Ibu Supeni Menyambut Tamu Negara..."

Empat (4) orang pemimpin PNI dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan kolonial Belanda, yaitu Soekarno (4 tahun), Gatot Mangkupraja (2 tahun), Maskun (1 tahun 8 bulan), Supriadinata (1 tahun 3 bulan).
Tanggal 25 April 1931, Kongres Luar Biasa PNI di Jakarta setelah Soekarno di penjara, mengeluarkan maklumat kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa PNI dibubarkan, karena telah lumpuh sepeninggal Soekarno.
Selanjutnya setelah Banceuy, Soekarno pernah pula di penjara di Sukamiskin (Bandung), dibuang ke Ende Flores, lalu ke Bengkulu. Perang Pasifik meletus pada tanggal 7 Desember 1941, seperti yang diramalkan Soekarno saat Pledoi Indonesia Menggugat.

Dan pada tanggal 17 Maret 1942 Soekarno dibebaskan setelah Kolonial Belanda jatuh ke tangan Jepang 9 Maret 1942.
17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada pukul 10.00 pagi di pekarangan rumah Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 dan sejak saat itu dimulailah Revolusi Indonesia.

"...Bpk Agus Supartono Putera Almarhum Ibu Hj Supeni..." Ketua Umum DPP PNI

Soekarno sebagai Presiden kemudian membentuk 3 badan yaitu BKR (Badan Keamanan Rakyat), PNI (Partai Nasional Indonesia) sebagai suatu Partai Negara dan BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) yang melakukan tugas-tugas DPR dan MPR sebelum kedua badan itu dibentuk pada tanggal 22 Agustus 1945.

Kongres PNI I setelah Proklamasi Kemerdekaan kemudian diadakan di Kediri pada tanggal 29 – 31 Januari 1946. Kedudukan Dewan Partai di Yogyakarta.
Pada saat pernjanjian Linggarjati di buat yaitu pada tanggal 15 Spetembar 1946, yang secara de fakto RI hanya atas Jawa, Madura dan sumatra. PNI menolak perjanjian Linggarjati pada tanggal 18 Februari 1947.
Kongres PNI II diadakan di Madiun pada tanggal 3 -5 Maret 1947. Dan walaupun Sutan Sjahrir menandatangani Perjanjian Linggarjati di Jakarta, PNI tetap menolak.
Pada tanggal 29 – 30 September 1955, Pemilihan Umum (PEMILU) yang pertama untuk DPR diselenggarakan. Yang diketuai oleh Ibu SUPENI. Dan Pemilu ini adalah Pemilu yang paling Jurdil dalam sejarah Pemilu di Indonesia.

"...Penghargaan Bintang Maha Putera Utama Presiden RI Megawati Soekarno kepada Ibu Hj Supeni..."

Hasilnya muncul 4 besar dengan urutan dan perolehan suara PNI (57), Masyumi (57), NU (45), dan PKI (39).
15 Desember 1955 Pemilihan Umum (PEMILU) untuk memilih anggota Konstituante yang hasilnya dari 4 besar dengan urutan PNI (119), masyumi (112), NU (91) dan PKI (80).

Pada tanggal 21 Juni 1970, PYM Bung karno, Pemimpin Besar Revolusi, Bapak Marhaenisme, Penyambung Lidah Rakyat, Penggali Pancasila, Proklamator dan Presiden Pertama RI wafat dalam status tahanan Orde baru. Seorang Pemimpin Besar abad 20 telah tiada.

Pada 10 Januari 1973 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dibentuk sebagai fusi anatara PNI, IPKI, Parkindo, Partai Katolik, Partai Murba.
Forum Perjuangan 1 Juni 1945 kemudian didirikan pada tanggal 1 Juni 1994 yang dipimpin oleh Drs. H. Djati Kusumo. Dan Ibu Supeni menjadi anggotanya. Forum Perjuangan 1 Juni 1945 kemudian memprakarsai bangkitnya kembali PNI melalui rapat-rapat di rumah Ibu Supeni di Jl. Sriwijaya II no 19, rumah dinas Drs Djati Kusumo di Kalibata, dan di rumah H. Suroto Padmodihardjo di Jakarta.

"...Bpk Agus Supartono Ketum PNI & Wk Sek Jend PNI Santi Widianti..."

Sesuai janji Ibu Supeni kepada Bung Karno yang akan terus meneruskan perjuangan Bung Karno maka kemudian lahirlah PNI (Persatuan Nasional Indonesia) yang berazaskan Pancasila dengan Ketua Umum Ibu SUPENI. Lalu pada 20 Mei 1998 Persatuan Nasional Indonesia di deklarasikan menjadi Partai Politik bernama Partai Persatuan Nasional Indonesia (Partai PNI). Sehari menjelang Presiden Suharto mengundurkan diri dan digantikan oleh BJ. Habibie. Kemudian Partai PNI dimantapkan lagi menjadi PNI (Partai Nasional Indonesia). Dan pada tahun 1999 PNI ikut PEMILU dengan lambang Kepala Banteng Dalam Segitiga.
Pada tanggal 23 Juni 2004, Ibu Hj. Supeni yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1917, wafat di RS. Pelni Jakarta. Beliau adalah seorang pemimpin pergerakan wanita sejak usia muda dari zaman penjajahan, tokoh Konfrensi Asia Afrika dan KTT Non Blok.
Alm Ibu Hj Supeni pun amat berjasa dalam upaya mencari dukungan Internasiaonal serta mencarikan dana pinjaman guna pembelian persenjataan dalam proses merebut kembali Irian barat ( Papua) ke pangkuan NKRI, dan ikut menyatukan bangsa-bangsa Afrika, ketika berkunjung ke Mesir.

"..Para Pengurus di depan kantor DPP PNI.."

Duta Besar Keliling pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Seorang figur Wanita Pemimpin bangsa yang berani, konsekuen, konsisten, meninggalkan kita dalam usia 87 tahun masih dalam kedudukannya sebagai Ketua Umum DPP PNI.
Penghargaan Penghormatan Bintang Mahaputra Utama di anugerahkan kepada Ibu Hj. Supeni dari Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada tanggal 12 Agustus 2004 di Jakarta
Kini yang menjabat Ketua Umum PNI (Partai Nasional Indonesia) adalah Bapak Agus Supartono yang terpilih dan diangkat dalam Kongres PNI. Yang juga merupakan putra bungsu Ibu Supeni, dan menggantikan Ibu Supeni setelah Beliau wafat.
Perjalanan PNI (Partai Nasional Indonesia) sudah sangat panjang dalam mengisi perjalanan negeri ini. Dari sejak Era Pra KEMERDEKAAN negeri hingga saat ini. Dan akan terus mengisi alur perjalanan Negeri ini ke depannya, Indonesia.
MERDEKA…Sekali MERDEKA…Tetap MERDEKA…!

Oleh : Albert Dody Richmanto

4 Tanggapan

  1. PNI …… Jaya….. semoga bisa ikut pemilu 2014 yang akan datang
    PNI……..adalah partai rakyat sejati
    PNI……. adalah partai pejuang kemerdekaan

    • Merdeka Bung..!

  2. Semoga sukses Mas Agus Supartono dari kelg Alm H Subandri Priyo Sudibyo

    • Terimakasih Atas atensinya pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: