“…ADENIUM BERSOLEK…” Bonggolnya Kian Cantik dengan Ukiran



VIDEO LIPUTAN Team Redaksi PENANTRA News.

 

"..Bermacam kreasi Adenium..."

Tak ada rotan akar pun jadi, Anda mungkin mengenal pepatah ini ya? Pepatah ini mungkin bisa dimasukkan ketika mengibaratkan Adenium. Wah, kok bisa? Ya, sebab nilai kecantikan tanaman ini, tak cuma terletak di bunganya yang punya warna-warna cemerlang. Tapi, bentuk bonggol yang aneh-aneh dari tanaman ini pun bisa mendongkrak kecantikan tanaman ini. Apalagi belakangan Yanto, dari Deli Nurseri mengeluhkan adeniumnya jarang berbunga. “Nggak tahu nih kenapa. Baru tahun ini saja kayak gini. Tahun kemarin sih ngga. Coba aja mbak keliling-keliling ke nurseri lain, pasti lagi ngga pada berbunga. Mungkin pengaruh cuaca ya…? Perubahan cuaca ekstrim,” terangnya kepada redaksi PENANTRA News.

Tangan-tangan kreatif para pecinta Adenium-lah, berhasil menyulap bonggol tanaman yang tampak biasa itu jadi menarik. Bermacam bentuk hewan, manusia, buah, dan sebagainya. Jika dulu batang adenium ini banyak dibentuk ke dalam bentuk-bentuk unik,seperti dipilin, dibengkakkan, dibonsai ataupun dirundukkan. Kini, muncul tren baru, yaitu dengan mengukir bonggol adenium yang bentuk awalnya memang sudah menyerupai bentuk hewan tertentu. Misalkan saja seperti yang dilakukan oleh Yanto dari deli Nurseri dan Zenki dari nurseri Saung Emas. Bermacam bentuk hewan, seperti ayam, ikan, monyet, bebek, tampak menghiasi bonggol-bonggol adenium ini.

Adenium kualitas kontes tidak boleh diberi pewarna kimia seperti ini

Tren mengukir bonggol Adenium ini, dijelaskan kepada redaksi PENANTRA News oleh sdr.Yanto dari nurseri Deli, memang baru berkembang belakangan ini. “Awalnya karena sudah jenuh dengan adenium yang itu-itu saja…Ini salah satu cara untuk memberi nilai tambah. Dari bentuk bonggol yang nggak karu-karuan, kita bentuk menjadi hewan-hewan seperti ini,” katanya. Besarnya nilai tambah yang didapat, ditentukan berdasarkan kemiripannya. “Besar kecilnya pohon tidak memengaruhi,” tandasnya.

Dari seluruh koleksinya ini, satu pohon yang paling mahal, adalah bonggol adenium yang berbentuk monyet berwarna emas. Menurutnya, tingginya harga adenuim ini karena bonggolnya mengalami mutasi sehingga berwarna keemasan. Pada bonggol normal, warnanya abu-abu kehijauan. Masalah warna bonggol menjadi istimewa sebab dalam kontes, bonggol adenium yang telah diukir tidak boleh diwarnai. Melainkan harus menggunakan warna asli bonggol tersebut. Jikalau pun ada bonggol di nurserinya yang diwarnai, menurut Zengki itu hanya untuk hiasan belaka, tapi tak bisa dimasukkan ke dalam kontes, “Soalnya harus alami,” ujarnya. Satu hal lagi yang menambah nilai keunikannya adalah bentuk bonggol yang memang sudah menyerupai monyet, sehingga tak perlu banyak ukiran untuk menunjukkan kemiripannya itu.

Koleksi adenium yang tumbuh normal dan sukses jadi juara

Ternyata nggak semua jenis adenium baik untuk diukir. Adenium obesum adalah salah satu dari delapan spesies adenium yang baik untuk diukir. Sebab, akar tanaman spesies ini tidak keras dan lentur sehingga mudah diukir dan dibentuk menjadi berbagai model. Ada juga yang memilih Adenium arabicum. Sayangnya, jenis ini banyak mengeluarkan getah, sehingga lebih sulit kering. Jenis Adenium Oleifolium juga bisa dipilih, namun bonggolnya yang kecil membuat model yang bisa dibentuk cukup terbatas. Bonggol yang terlalu muda juga tak baik untuk diukir karena rentan membusuk. Pilihlah bonggol yang usianya di atas satu tahun. Kalau soal kreasi bentuk, semua tergantung dari kreasi si pembuat, tutur Zenki. “Kita perhatikan saja bonggol adeniumnya, kira-kira mirip apa? Mungkin mirip kucing, ikan, ayam, barulah kemudian kita bentuk.”

Perawatan tanaman ini juga cukup mudah. Karena tanaman ini berasal dari daerah gurun, maka tak perlu sering disiram. Sekali sehari pun cukup. Bahkan kalau mau banyak berbunga, penyiraman bisa dilakukan lebih jarang lagi, 3-5 hari saja. Pencahayaan matahari juga perlu sepanjang hari, tapi jika tidak memungkinkan, 4-5 jam sehari pun cukup, jelas Yanto. Sebab, tak perlu banyak air, tanaman ini cocok ditanam oleh mereka yang tinggal didaerah perkotaan yang tentu tak bisa merawat tanaman mereka secara intensif. Selain mempercantik halaman rumah, pemeliharaannya pun mudah…

Oleh : Eka Shantika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: