“…SENGKARUT REKTOR, RAJA Dan RUYATI…”


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT Team Redaksi PENANTRA News Online.

 

"...Prof.Dr Emil Salim Mantan Menteri KLH..."

“…Bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tanggal 5 September 2011 dalam acara halal bihalal yang memang secara rutin diadakan, maka sekaligus dalam kesempatan ini diadakan suatu acara yang menyoroti mengenai pemberian gelar Dr. Honoris Causa dalam bidang kemanusiaan kepada Raja Arab Saudi. Dengan tema “…Sengkarut Rektor, Raja dan Ruyati…”Masalah yang menjadi sorotan beberapa hari terakhir ini memang menjadi suatu permasalahan yang tidak bisa dianggap angin lalu saja. Prof. Dr. Emil Salim selaku guru besar di Universitas Indonesia memberikan pidatonya dalam kesempatan ini dengan judul “…Membangun Tata Kelola Universitas Indonesia Berhati Nurani…” Kepada Redaksi PENANTRA News , Prof. Dr. Emil Salim menyatakan bahwa cara untuk membangun tata kelola Universitas Indonesia yang berhati nurani adalah harus menjadi pembicaraan antara stake holder UI dengan Senat Akademi, Dewan Guru Besar, MWA, dsb. Jangan ditentukan oleh saya sendiri.

"...Peserta Yang Hadir dalam Acara..."

Hati nurani bukan hati nurani Emil Salim sendiri. Jadi prosedurnya ditentukan harus secara bersama dengan para pemangku kepentingan di Universitas Indonesia. Biarlah mereka semua mengungkapkan pendapat mereka. Bagaimana baiknya. Jangan kita memaksakan hati nurani kita pada institusi. Fungsi UI sebagai lembaga pengetahuan ada 3 yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Melalui jalur ini diadakan fungsi Universitas di dalam masyarakat, termasuk masyarakat global. Lebih lanjut Prof. Dr. Emil Salim mengungkapkan bahwa pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Raja Arab Saudi ada prosedur proses yang di pasrahkan pada Rektor. Dalam hal ini Rektor UI sekarang adalah Prof. Gumilar Rusliwa Soemantri. Rektor dalam prosesnya perlu menyusun Komite dan sebagainya yang memperinci apa dasar pengetahuan tersebut diberikan. Dan ini masuk dalam wilayah executif. Pemberian gelar Doktor Honoris Causa yang telah diputuskan sekitar 3 tahun yang lalu, setiap tahun berikutnya yaitu tahun 2009 dan 2010 selalu ada penilaian kembali.

"...Efendy Ghazali Salah Seorang Pembicara dlm Acara..."

Dan pada tahun 2011 ini sebenarnya kalau saya perhatikan dalam 8 bulan ini ada 4 pemimpin dari negara sahabat yang beroleh penghargaan yaitu Presiden Turki, Sultan Brunei Darussalam, Raja Arab Saudi dan dari Jepang, ungkap Prof. Dr. Emil Salim lebih lanjut.Sebenarnya kalau semua dilaksanakan secara transparan maka saya rasa tidak akan ada persoalan. Menurut saya lebih penting mengutamakan kunci dari persoalan itu, yaitu transparansi. Jadi seharusnya transparan, jelas, partisipatif, obyektif dan semua pihak dilibatkan seperti Majelis Wali Amanah, Senat, Dewan Guru Besar, dsb. Sehingga tidak ada dugaan-dugaan ini dan itu.Pada saat pertemuan dengan Rektor Gumilar dan Dipo Alam, kami sepakat untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan rektorat, MWA, dan Mentri Diknas. Kami sepakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Sementara Seto Mulyadi yang juga hadir dalam acara tersebut sempat berbicara dengan redaksi PENANTRA News bahwasanya pidato dari Bapak Emil Salim ada benarnya. Menurut saya masalah pemberian gelar Doktor Honor Causa ini waktunya sangatlah tidak tepat. Mengingat kondisi dimana banyak para tenaga kerja kita yang dipancung di Arab Saudi sana.

"...Suasana Jalannya Acara..."

Maka tentu saja pemberian gelar ini menyakiti pihak-pihak tertentu yang terkait langsung dan masyarakat. Jadi walaupun keputusan ini sudah diambil 3 tahun yang lalu, namun melihat perkembangan yang terjadi dalam 3 tahun ini, seharusnya hal tersebut harus dipertimbangkan lagi. Karena bagaimanapun juga sesuatu hal yang maksudnya baik, bila disampaikan pada waktu yang tidak tepat, juga akan menjadi tidak baik. Persoalan pemberian gelar Dr Honoris Causa dalam bidang kemanusiaan dan perdamaian kepada Raja Arab Saudi ini juga memicu ketidak puasan akan sistem yang ada di Universitas Indonesia selama ini. Dan hal tersebut diungkapkan dalam orasinya oleh perwakilan dari pihak mahasiswa dan para pekerja di Universitas Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan melakukan tanda tangan dukungan dan kepedulian di atas kain putih yang di gelar di sana.

Oleh : DP.Ganatri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: