“…LESTARIKAN Permainan TRADISIONAL Jawa Barat Lewat ALIM PAIDO…”


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT Oleh Team Redaksi PENANTRA News

 

"..Penyulutan Bola Api oleh Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai prosesi Upacara pembukaan Alim Paido 3 Jawa Barat.."

“…Dunia anak-anak dengan kepolosannya membuat mereka tidak menyimpan dendam dan mudah memaafkan kesalahan. Menang ataupun kalah dalam permainan dianggap wajar dan tidak perlu saling menyalahkan. Sikap ksatria dan jiwa besar itulah yang ingin ditanamkan dan dikenalkan kembali oleh Perlombaan ” ALIM PAIDO “.Mendengar kata alim paido, sekilas kita akan teringat pada istilah olimpiade, suatu perlombaan olahraga bergengsi sejak zaman Yunani hingga zaman modern ini. Tetapi alim paido bukanlah olimpiade, alim paido adalah perlombaan mainan tradisional anak-anak dari Jawa Barat. Tak heran maka tagline event tahunan ini berbunyi ” Dunia punya Olimpiade, Jawa Barat punya Alim Paido, the one and only ” Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, beberapa waktu lalu telah menyelenggarakan ALIM PAIDO III, tepatnya pada tanggal 17-18 September 2011 bertempat di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor. Acara ini dihadiri oleh ratusan kontingen anak-anak dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

" ..Para peserta bersiap memulai perlombaan enggrang di garis mimiti / start.."

Permainan yang dilombakan antara lain Jajangkungan (enggrang), Kelom Batok, Rorodaan , Sorodot Gaplok, Gatrik, Gasing, Bedil Jepret, dan Sumpit yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah arena balapan berbentuk elips. Di sepanjang lintasan terdapat berbagai halang rintangan yang harus dilalui pemain. Memang semakin menambah sulit, namun juga menambah seru permainan yang tengah berlangsung..! ALIM PAIDO telah menjadi acara tahunan Disbudpar Jawa barat yang bertujuan mengangkat kembali citra mainan tradisional yang semakin tergerus perkembangan zaman dan jarang dimainkan kembali. Tahun lalu terdapat 6 provinsi dan 3 negara ASEAN yang mengikuti Alim Paido. Pelajaran yang didapatkan dari festival tahun lalu adalah bahwa permainan ini cukup universal, bukan hanya Jawa Barat, tetapi daerah lain, bahkan internasional pun dapat memainkan permainan tradisional ini. Perlombaan permainan tradisional ternyata berpotensi diangkat menjadi event nasional karena dibalik konten perlombaan dapat dijadikan media diplomasi budaya yang lebih cair dan mempererat hubungan persahabatan maupun persatuan negara.

"..Kepala Disbudpar Jabar Herdiwan M.M.."

Kepala Disbudpar Jawa Barat Bapak Herdiwan M.M. menjelaskan kepada tim redaksi di sela-sela acara, ” Yang saya mau dari permainan seperti ini tidak melulu bagaimana mereka bermain tetapi agar mereka mengerti pula bagaimana filosofi permainan tersebut . Misalnya pada enggrang. Dalam enggrang ia harus naik ke atas batang bambu, artinya dengan itu ia naik jabatan atau kedudukan. Ya, ketika ia berada di atas enggrang, ia tidak boleh melepaskan tangan dari bambu dan harus memegang erat bambu tersebut. Itu artinya peganglah amanat yang diberikan kepada kita erat-erat. Dan bermain enggrang juga tidak bisa memandang ke atas, kalau kita bermain enggrang memandang ke atas, kita jatuh. Bermain enggrang harus melihat ke bawah, artinya jangan lupa dong dengan masyarakat bawah ketika kita jadi pejabat, masyarakat miskin itu agar ditingkatkan kehidupannya karena mereka yang memilih kita. Nah, ketika anak-anak memainkan permainan tradisi lalu paham filosofinya, itu akan jadi pembelajaran yang sangat dalam.

"..Permainan Perepet Jengkol yang mengutamakan kekompakan.."

Bermain “perepet jengkol” –Permainan yang dimainkan dengan cara saling mengaitkan kaki antara 3 anak atau lebih dan bergerak berputar bersamaan— bila satu sama lain tidak saling berkomunikasi maka kesatuan itu tidak akan terjadi. Akan bubar. Ini juga merupakan gambaran masyarakat kita dimana para pemimpin saling menjelekkan, saling menjatuhkan, bagaimana kita bisa maju kalau begitu? Padahal kita mempunyai ilmu yang diterapkan oleh anak-anak sehari-hari dengan permainan perepet jengkol…“ Semua punya filosofi. Lihat itu ada rintangan-rintangan yang dikreasikan oleh masyarakat Jawa Barat , maksud rintangan itu adalah tidak bisa semaunya permainan ini mendatangkan finish tanpa melewati rintangan, sama seperti hidup pun begitu. Tidak boleh hidup mulus-mulus saja tanpa ada tantangan…“ Ada tempat menanak nasi, Orang Sunda menciptakan tempat menanak nasi tidak pernah lebih besar dari perut, artinya kita cukup mengambil sesuatu apa yang bisa kita makan, tetapi kita lihat sekarang apabila belum cukup untuk tujuh turunan maka ia tidak akan puas. Terjadi korupsi karena orang tidak paham lagi ilmu-ilmu ini, Coba kalau ia tahu sehingga menjadi falsafah hidup. Kenapa tidak dipraktekan?” Demikian ungkap Bapak Herdiwan lebih lanjut.

".. komunitas Hong dengan Zaini Alif (berbaju putih) sebagai pendirinya.."

Salah satu komunitas yang berhasil ditemui redaksi PENANTRA News dan turut berperan terhadap terselenggaranya acara ini adalah Komunitas Hong dari Bandung. Komunitas Hong merupakan pusat kajian permainan tradisional yang mulanya mengkaji mainan dan permainan rakyat di daerah Sunda, kemudian berkembang mencari permainan dari Jawa, dan daerah lainnya sehingga akhirnya menemukan ribuan mainan dari seluruh Indonesia. Dalam terselenggaranya Alimpaido ini, Komunitas Hong berperan sebagai penggagas dan pengisi acara pertandingan meliputi konten nilai dan isinya. Dalam wawancaranya dengan Tim Redaksi PENANTRA NEWS, Zaini Alif sebagai pendiri komunitas Hong menyampaikan pentingnya pengenalan permainan bagi anak-anak…“ Tujuan dari Alimpaido ini adalah mengenalkan permainan tradisional ke masyarakat. Kita ingin menemukan spirit anak-anak melalui permainan tradisional, sehingga melalui permainan ini anak-anak mengenal jati diri bangsanya , budayanya sehingga akhirnya ia mengenal jati dirinya sendiri melalui permainan tersebut. Karena dunia anak-anak adalah dunia bermain maka ajariah mereka dengan bermain , sehingga anak-anak lebih mengenal kecerdasan dan pemahaman pendidikan karakter mereka. Ada banyak sekali permainan tradisional yang mempunyai nilai-nilai dan perlu diajarkan.

"..Adu ketangkasan dalam permainan Bedil Jepret.."

” Bermain di anak-anak itu tidak mengenal kalah, menang kalah itu ya proses permainan itu sendiri. Kalau mainan sekarang kan mengenalnya menang, menang, menang terus, main ini harus menang, itu harus menang, semuanya harus dimenangkan oleh dia sendiri tetapi ia tidak terbiasa dengan kalah. Tidak terbiasa dengan konsep kepatuhan. Kita harus patuh dalam bermain, mengikuti aturan-aturan. agar tercipta sportivitas,” paparnya…“ Kajian komunitas Hong sendiri, sejauh ini telah menemukan 250 mainan dan permainan tradisional di Sunda, kemudian 214 mainan di Jawa , dan di Indonesia mungkin ada seribu lebih ” Demikian menurut Zaini Alif. Dalam 3 tahun terakhir ini Alim paido baru diselenggarakan di Jawa Barat, Tahun ini ada lebih dari 20 kategori juara yang dapat dimenangkan para kontingen dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

"..Para seniman yang mengiringi perlombaan dengan lagu-lagu Sunda.."

Semoga permainan tradisional ini semakin lestari, sehingga menjadi basic bagi anak-anak untuk mengenal karakter bangsanya. Karena dunia permainan merupakan media anak-anak untuk mengenal dunianya, kemudian dengan mengenal dunianya mengenal dirinya, bangsanya, hingga mengenal Tuhannya, sebagaimana yang diharapkan pula oleh penyelenggara. Selain itu, akan tersampaikan pula pesan dalam kaulinan tradisional Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya tentang kerjasama, sportivitas, kejujuran, persaudaraan, persatuan, dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh : Dwi Pravita G.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: