“…HUTAN INDONESIA : ALTERNATIF PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN, KAYU, ENERGI, DAN REDD+…”


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT Oleh Team Redaksi PENANTRA News Online

 

"..Presiden sedang memberikan pidato kuncinya dalam Konferensi Hutan Indonesia.."

“…Jakarta – Dalam Konferensi Hutan Indonesia yang diselenggarakan pada Selasa (27/09) lalu oleh Centre for International Forestry Research (CIFOR) di Hotel Shangri-La, Presiden Susilo Bambang Yudhoyo menyatakan bahwa tiga tahun terakhir masa jabatannya akan didedikasikan untuk mengamankan hutan hujan tropis negerinya. “…Saya akan melanjutkan kerja saya dan mendedikasikan tiga tahun terakhir masa jabatan saya sebagai Presiden untuk terus mendukung dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan dan hutan di Indonesia. Kalau bukan manfaat yang diberikan oleh hutan kita, maka cara hidup, masyarakat, ekonomi, dan lingkungan kita pastilah akan menjadi jauh lebih miskin,” Demikian disampaikan Presiden Yudhoyono pada pidato kuncinya yang dibawakan untuk membuka konferensi tersebut.”…Saya tidak ingin menceritakan kepada cucu saya Almira bahwa kami, semasa hidup kami, tidak dapat mengamankan hutan Indonesia dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan. Saya tidak ingin menceritakan kepadanya kisah sedih tentang harimau, badak, dan orangutan yang akhirnya punah seperti dinosaurus.” Tandas Presiden Yudhoyono

"..Erik Solheim, Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional Norwegia, sedang memberikan pidatonya.."

Komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% -41% dengan bantuan internasional telah menempatkan Indonesia di garis terdepan upaya global terkait perubahan iklim. Hutan Indonesia tidak hanya berperan penting di arena global dalam mengurangi laju perubahan iklim karena banyaknya jumlah karbon yang tersimpan di dalamnya, namun hutan juga penting untuk membantu Indonesia beradaptasi dengan iklim yang berubah. Secara global, pembukaan hutan menyumbangkan 20% emisi gas rumah kaca dunia, namun di Indonesia proporsinya mencapai 85%, yang membawa Indonesia menjadi penyumbang gas rumah kaca tertinggi di dunia. Tujuan Konferensi Hutan Indonesia: Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Energi, dan REDD+ ini adalah untuk menyediakan kesempatan bagi para peserta yang hadir, yang mencapai 900 peserta dimana lebih dari separuhnya adalah para tokoh dari berbagai sektor, untuk secara terbuka mendiskusikan tantangan dan kesempatan yang dihadapi Indonesia dalam mengelola hutannya secara lestari dan merupakan wadah kerjasama antara pihak publik dan swasta dalam menemukan arah pembangunan yang lestari.

"..Konferensi Pers bersama Direktur CIFOR Frances Seymour, Menteri Inggris Jim Payes, Duta Bank Dunia Andrew Steer, dan Menteri LH Norwegia Erik Solheim

Turut hadir pula dalam koferensi ini Erik Solheim, Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional Norwegia, dimana Norwegia telah menandatangani Letter of Intent dengan pemerintah Indonesia terkait dukungan sebesar US$ 1 miliar untuk pencapaian target tersebut. “ Saya kira Konferensi Hutan Indonesia berupaya mencapai sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan membawa pemerintah, pelaku usaha, masyarakat sipil dan dunia akademis untuk duduk bersama. Saya harap kita akan menggunakan kesempatan ini untuk bersama-sama memetakan masa depan yang lebih hijau…” tutur Erik Solheim. “…Selama 18 bulan terakhir ini telah ada banyak perbincangan mengenai masa depan Hutan Indonesia, terutama dengan diumumkannya moratorium ijin pembukaan hutan dan lahan gambut. Sebagian kalangan bisnis khawatir bahwa moratorium tersebut akan membatasi pertumbuhan ekonomi, sementara beberapa pemerhati lingkungan kecewa karena sempitnya moratorium dan banyaknya pengecualian di dalamnya” terang Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR.

".. Para peserta konferensi yang datang dari berbagai daerah baik nasional maupun Internasional.."

“ Namun Ikrar Presiden dalam pembukaannya mendapat sambutan hangat dan dukungan luas pada konferensi ini, ada beberapa peluang untuk “sama-sama menang” dalam mempersatukan pengelolaan hutan di Indonesia. Dengan ditetapkannya tahun 2011 sebagai tahun Hutan Internasional oleh PBB, kami berharap konferensi ini dapat memberikan kontribusi dalam pemetaan jalan menuju masa depan yang tidak hanya menjaga hutan dan iklim namun juga mendukung pembangunan yang setara dan lestari bagi Indonesia, sebuah tujuan yang kami percaya dapat tercapai…” Ungkap Frances Seymour pada akhir acara.

Oleh : D.P. Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: