“…SCIENCE FAIR 2011…” Wahana BERMAIN sekaligus BELAJAR IPTEK bagi Anak


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT Oleh Team Redaksi PENANTRA News Online

 

"..wahana Kalbe city dalam Science Fair 2011.."

“…Junior Science Fair 2011 merupakan acara yang dipersembahkan oleh Kalbe untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-45. Acara yang diisi dengan kegiatan seputar pengembangan rasa ingin tahu anak akan ilmu pengetahuan ini, digelar pada 10-11 September 2011 di Jakarta Convention Center. Beragam lomba, pelatihan, booth permainan peraga sains, dan Kalbe City digelar di event ini. Pada acara ini ditampilkan pula pemenang favorit dari sembilan finalis calon peneliti junior Kalbe Farma.Terlihat pula booth-booth yang menampilkan permainan-permainan berbau sains seperti yang tampak pada booth PP Iptek, Gramedia, dan Kalbe City tentunya. Di booth PP Iptek, pengunjung disuguhi berbagai permainan mengasyikan, namun sebenarnya ada unsur sains didalamnya. Seperti, roda putar yang bisa tetap berputar meskipun kita sudah melepas pegangan dari roda tersebut. Atau permainan lima kotak angka yang bisa menebak tanggal lahir seseorang. Permainan ini, menggunakan azas probabilitas.

Salah satu alat peraga di booth PP Iptek yang mengajak anak bermain sambil belajar

Sementara di Kalbe City, anak-anak akan ditemani seorang pemandu memasuki wahana atraksi edukatif. Pengunjung yang sudah mendaftar akan diajak berkeliling ke empat ruangan yang tersedia, dan mereka akan diberikan berbagai permainan dan simulasi.Dalam pameran juga ditampilkan deretan gambar, lukisan, dan foto yang menipu mata. Gambar-gambar yang dipajang disini menipu mata, lewat perspektif dan ilusi yang ditampilkan pada gambar-gambar itu. Misal saja sebuah lukisan karya seniman Inggris, David MacDonald yang menampilkan bangunan yang membingungkan. Mengapa membingungkan? Sebab, bangunan-bangunan itu beranak tangga, namun sebenarnya hanya terdapat satu lantai saja. Ada pula tipuan mata klasik yang membingungkan, apakah gambar ini seorang wanita tua ataukah seorang gadis. Foto seni instalasi gantung karya seniman Jepang, Shigeo Fukuda, pun mengundang decak kagum. Sebab, instalasi yang tampak acak itu bayangannya ternyata membentuk bayangan sebuah motor. tipuan perspektif lainnya menipu kita lewat ruang yang seakan membuat orang yang ada di depan lebih kecil dari orang dibelakangnya. Padahal ukuran keduanya sama persis. Gambar-gambar ini cukup menarik dan diharapkan dapat menggelitik rasa ingin tahu pengunjung pameran yang sebagian besar adalah anak-anak akan ilmu pengetahuan sains.

"..Mainan bongkar pasang Fischer Technick.."

Mesin-mesin plastik yang bergerak-gerak di booth Gramedia juga jadi tontonan yang menarik. Permainan yang mirip Lego ini ternyata produk Jerman, yaitu Fischer Technick. Mainan ini ternyata tak sekedar mainan, sebab bongkar pasang ini biasa digunakan untuk belajar ilmu teknik di Jerman, baik oleh murid sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menurut pihak distributor Fischer Technick, Lucas C. Gee, “produk ini dapat digunakan anak-anak sampai umur 99 tahun,” ujarnya bergurau. Tapi, memang betul, tidak cuma anak-anak yang bisa menggunakan alat ini. Melainkan, mahasiswa perguruan tinggi pun menggunakan mainan ini untuk simulasi teknik. Beberapa universitas di Jakarta, seperti Atmajaya, Trisakti, dan UPH, sudah menggunakan alat ini. “Meskipun harganya mahal, tapi biayanya jauh lebih murah ketimbang membeli mesin sungguhan. Selain, karena tidak mudah rusak, alat ini memang dijadikan bahan ajar mulai dari SD, SMP, SMA, dan kuliah di Jerman”, tandasnya. Lucas pun tak ragu membanting mainan plastik itu, berkali-kali bahkan. Komponen-komponen yang digunakan sebagai bahan konstruksinya pun dibuat dari plastik yang sangat elastis, sehingga tak mudah rusak. Selain itu, bahan yang digunakan untuk mainan ini lebih mampu menahan getaran.  Inilah yang membuatnya lebih tahan banting juga. Sayangnya, distribusi Fischer Technik ini masih terbatas, sebab hanya dijual di toko buku Gramedia Mall Pondok Indah dan Mantraman, Jakarta.

"..Ketika diberi sinar tampak bayangan sebuah motor cross.."

Sebelumnya, sembilan pemenang ini telah berhasil lolos tahap seleksi dari sekitar 200 peserta lainnya. Nama-nama dari sembilan pemenang Junior Science Fair ini adalah;

  • Anggie Arivia Tanu dari SD BPK Penabur Bandung, dengan judul penelitian “Semut yang Cerdik”
  • Louis Krisna Wardhana dari SD Cahaya Nur Kudus Jawa Tengah, dengan judul penelitian “Kulit Telur untuk Mempercepat Pembekuan Darah”
  • Janice Patricia dari SD BPK Penabur Kelapa Gading Jakarta, dengan judul penelitian “Magic Water Filter”
  • Raihany Hidayati Az Zahra dari SDIT Salsabila Bekasi, dengan judul penelitian “Permainan Matematika Maju Mundur”
  • Raynor Baruna Reksa Ananta dan Miura Chanda dari SD Kuntum Cemerlang Bandung, dengan judul penelitian “Win to Zero”
  • Claudya Mardiani Safitri dan Dinar Rizqi Perwitasari dari SD Jember Lor 3, dengan judul penelitian “Pak Kadir Bisa”
  • Fauzia Noorchaliza Fadly Tantu dan Fadhilah Noor Nabiilah Fadly dari SD Insan Kamil Bogor, dengan judul penelitian, “Perkecambahan Benih dengan Metode Kupas Cangkang Kulit Biji”
  • Patricia Harjo Utomo dari SD Marsuridini Surakarta, dengan judul penelitian “Antena Dahsyat”
  • Fira Fatmasieta dan Brahmasto Rahman Prasojo dari Pertiwi Elementary School Medan dengan judul penelitian “Wet Alarm for Baby”

Dari sembilan pemenang itu, pemenang favorit ditentukan berdasarkan hasil voting pengunjung pameran. Ternyata, “Win to Zero” karya Raynor Baruna Reksa Ananta dan Miura Chanda dari SD Kuntum Cemerlang Bandunglah yang jadi pemenang favorit.

Oleh : Eka Shantika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: