“…ASEAN PLUS CULINARY FESTIVAL 2011…” Perhelatan Makanan Khas Dan Tradisional Asean


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT Oleh Team Redaksi PENANTRA NEWS Online

 

"..Kementrian Luar Negeri RI bersama Pihak Summarecon dan Indonesian Chef Association sebagai pihak penyelenggara.."

“…Jakarta – Festival Kuliner Internasional yang bertajuk ASEAN Plus Culinary Festival (APFC) 2011 akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia untuk mempererat jalinan persahabatan antar negara dan masyarakat ASEAN melalui media pengenalan makanan (kuliner) tradisional ASEAN.

APFC 2011 digelar selama 3 hari mulai tanggal 16 September – 18 September 2011 di area Piazza & Mini Square, La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta. Dalam pelaksanaan event internasional ini, Kementrian Luar Negeri RI menggalang kerjasama dengan Sentra Kelapa Gading, Indonesian Chief Association (ICA), dan Mitra Wicara ASEAN.

Direktur Jenderal Kerjasama Asean Bapak Djauhari Oratmangun dan Deputi ASEAN Bapak Bagas Hapsoro, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa APFC 2011 diselenggarakan dalam rangka mempererat rasa kebersamaan diantara masyarakat ASEAN karena makanan merupakan lebutuhan manusia yang mendasar, dan khususnya negara ASEAN merupakan komunitas masyarakat pengonsumsi beras.

"..Maskot Rama dari mitologi Rama-Shinta siap menunggu pengunjung di depan gerbang lokasi APCF 2011.."

Pelaksanaan APFC 2011 juga sehubungan dengan keketuaan Indonesia untuk ASEAN 2011 yang mengambil tema “ ASEAN Community in a Global Community of Nations ” sebagai suatu kontribusi konkrit bagi pembentukan Komunitas ASEAN 2015. Sehingga Salah satu upaya yang diperlukan untuk komunitas ASEAN yang lebih kompak adalah melalui kegiatan-kegiatan yang lebih People oriented dan People Centered ASEAN. Maka terwujudlah Event Asean Plus Culinary Festival ini sebagai media pengenalan budaya bagi masing-masing negara anggota ASEAN.

Opening Ceremony APCF 2011 dihadiri oleh tamu undangan dari ASEAN, Kementrian Luar Negeri maupun duta negara lainnya. Dilakukan pemotongan 7 buah tumpeng hasil karya chef-chef dari ICA (Indonesia Chef Association) secara bersama-sama sebagai simbolis dibukanya festival kuliner ini secara resmi. Kemudian acara dimeriahkan dengan pergelaran budaya berupa Tari Lenggang Nyai, Waiter Dance Performance dan Tari Rampak Gendang. Setelah upacara pembukaan selesai, acara di Multipurpose hall La Piazza dilanjutkan dengan chef demo yang menampilkan chef-chef internasional yang memperagakan teknik-teknik memasak masakan khas negara masing-masing. Kesemua chef akan menunjukan kepiawaian mereka dalam mengolah kuliner sekaligus berbagi informasi kepada pengunjung.

"..Ramainya Pengunjung yang datang ke Festival Kuliner ASEAN.."

Festival Kuliner Asean Plus ini berlangsung meriah, harga yang dipatok untuk tiap makanan sangat terjangkau antara Rp 8000 – Rp 50.000. Namun, anda tidak dapat membelinya dengan alat tukar rupiah misalnya. Anda harus menukarkannya dahulu dengan mata uang ASEAN yang dapat dibeli di loket pada gerbang atau titik-titik strategis lainnya. Barulah anda bebas mengeksplorasi aneka hidangan kuliner yang disajikan dalam 34 booth yang tersedia. Untuk teknik mencicipi makan dalam festival ini Direktur PT. Summarecon Agung Tbk, Soegianto Nagaria memberikan tipsnya kepada Tim Redaksi PENANTRA News, “ Teknik makannya :Kalau bisa Jangan makan banyak-banyak, icip-icip sepiring berdua, kemudian coba lagi semuanya. Karena kami telah memilih makanan-makanan yang unik dan menarik dari tiap negara, jadi semuanya menarik untuk dicoba.”

Selain menampilkan sesuatu yang unik dalam cara pembelian makanan, dekorasi acara pun disesuaikan dengan tema ASEAN. Begitu masuk ke pintu gerbang pengunjung akan mendapatkan suasana perkampungan tropis ala ASEAN dengan dekorasi yang didominasi bambu, jerami, dan kayu. Juga ada pendopo yang menjadi panggung utama dalam perhelatan ini.

"..Wawancara Redaksi Penantra dengan Chef Jerman.."

Dari festival ini terlihat bahwa ASEAN memiliki kekayaan kuliner yang besar dan berpotensi, kuliner yang disajikan antara lain Ensaymada Cake, Chicken Adobo, dan Bistik Tagalog – Filiphina, Penang Prawn Mie dan Teh Tarik – Malaysia, Tom Yam Kung, Pad Thai, dan Thai Iced Tea/Coffee – Thailand, Laksa – Singapura, Phobo dan Cha Pe Sua da – Vietnam, dan sebagainya,

Festival menjadi semakin semarak karena tidak hanya negara ASEAN, tetapi juga perwakilan dari Uni Eropa yaitu Jerman, menampilkan kuliner yang populer dari negaranya, Mereka menampilkan European style barbeque,yaitu aneka sosis yang populer dari Jerman seperti yang dijelaskan chef mereka pada tim redaksi. Ada Nurnberger (sosis ayam), thuringer (sosis sapi), rump steak (steak Iga) dan Pork chop (steak babi). Ada pula curly cake, roti khas Rumania yang unik. Pakistan menyajikan hidangan khas Timur Tengah yang populer, yakni Nasi Briyani dan Kebab, Jepang juga hadir dengan hidangan takoyaki,okonomiyaki, dan sebagainya. Indonesia selaku tuan rumah menampilkan ragam makanan yang menampilkan kekayaan kuliner nusantara. Ada Kerak Telor betawi, Rujak bebeuk, Tahu Gejrot, Otak-otak, dan Pempek Palembang sebagai hidangan cemilan, bila ingin mengisi perut lebih banyak, terdapat Sate ponorogo, Nasi liwet solo, Nasi Langi, Pecel Madiun, Soto Bandung, Rawon iga dan Rawon dengkul yang menarik untuk dicoba.

"..Ibu Sisca Suwitomo, spesialis kuliner nusantara.."

Ibu Sisca Suwitomo, Koki spesialis masakan Indonesia yang sering kita lihat di acara “Selera Nusantara” menyampaikan tanggapannya terhadap APCF 2011 kepada tim redaksi PENANTRA News, “ Bahwa Acara ini sangat menarik, apalagi bagi mereka yang menyukai wisata kuliner akan mengenal dengan lebih detail bagaimana sebenarnya makanan-makanan ASEAN itu.”

“Dan ini saatnya kita (Indonesia) lebih banyak bersuara, bahwa sebenarnya makanan kita itu enak-enak, agar bisa sejajar dengan masakan lain seperti rendang yang menjadi makanan no.1dunia versi CNN. Kenapa tidak yang lainnya?” tambah Ibu Sisca. “ Sayangnya masakan lain belum banyak dikenal. Kalau sudah mengenal, mencicipi, dan merasakan, pasti akan lebih dekat di lidah” pungkasnya. Pihak penyelenggara pun berharap kegiatan ini nantinya bisa menjadi sebuah agenda rutin baru pertukaran budaya ASEAN di bidang kuliner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: