“…BANDUNG Kota KEMBANG Revolusi…”


"...Gedung Sate..."

“…Bandung bisa dibilang jadi tujuan wisata yang paling diminati saat ini. Setiap akhir pekan, kemacetan ikut menjangkiti kota ini di ruas-ruas jalan utamanya. Namun, jangan salah. Bukan sekedar kuliner dan fashion teranyar yang bisa Anda nikmati di kota ini. Tapi, juga nilai sejarah yang pernah terjadi di kota ini tak kalah seru untuk dipelajari. jejak-jejak sejarah itu tercetak di tiap sudut kota ini. Mulai dari selatan hingga ke tengah jantung kota Bandung saat ini. Sejumlah peristiwa yang mengangkat nama Indonesia ke kancah internasional pernah terjadi di kota ini. Misal saja “Indonesia Menggugat” dan Konferensi Asia Afrika. Indonesia Menggugat adalah pledoi atau pidato pembelaan Soekarno ketika diadili di Landraad, Bandung. Tuntutan kemerdekaan yang dicetuskan Soekarno lewat pledoinya ini , menjadi sesuatu yang revolusioner kala itu.Tuntutan ini juga menimbulkan pergolakan di negeri Belanda sendiri.

"...Tugu Mohamad Toha..."

Pun menginspirasi negara-negara Asia lain untuk melakukan pergerakan kemerdekaan mereka. Peristiwa yang tak kalah menghebohkan dunia adalah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955. Betapa tidak, sebuah negara yang baru seumur jagung, berani mengajak negara-negara yang baru lahir lainnya, untuk bersama-sama bersatu menentang kuasa dua raksasa kala itu, Blok Barat dan Blok Timur. Sebuah Konferensi yang sangat berani dengan hasil yang luar biasa. Sebab, Dasasila Bandung yang menjadi hasil dari Konferensi inilah yang kemudian digunakan sebagai landasan terbentuknya Gerakan Non-Blok. Sebuah gerakan negara-negara yang tidak ingin memihak baik pada Blok Barat maupun Blok Timur. Agak mundur ke tahun sebelumnya, kota ini juga menjadi salah satu kota yang menjadi saksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan selain kota-kota lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Sukabumi, Bogor, dan lainnya. Sebab, di kota inilah, tepatnya di Bandung Selatan, pernah terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Ini adalah peristiwa peledakan gudang senjata Sekutu/Belanda oleh pejuang Bandung yang gerakannya dipimpin oleh Mohamad Toha. Daripada menyerahkan Bandung Selatan kepada Sekutu saat itu, para pejuang lebih memilih membumihanguskan Bandung Selatan. Di atas lokasi peristiwa pengeboman ini, kemudian didirikan monumen api dengan replika patung Mohamad Toha ada di puncak tugu api tersebut

"...Sel Tahanan Bung Karno di Penjara Banceuy..."

Sekeliling tugu tampak tembok-tembok api yang dinding-dindingnya bertuliskan nama-nama pahlawan yang saat itu turut berjuang dan gugur dalam merah dan panasnya lautan api perjuangan di Bandung Selatan. Mundur lagi di masa pergerakan kemerdekaan, di kota ini pula dapat Anda temui makam dari pejuang wanita asal Bandung, Jawa Barat, Dewi Sartika. Serupa dengan Kartini, Dewi Sartika juga memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan. Ia tak ingin kaum wanita juga mendapatkan pendidikan layaknya kaum laki-laki. Sakola Istri yang kemudian berubahn ama menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan) yang kemudian diubah lagi menjadi Sekolah Raden Dewi, adalah sekolah perempuan yang didirikannya. Disekolahnya ini, ia mengajarkan baca-tulis, bahasa Belanda, dan keterampilan bagi kaum perempuan. Kisah perjuangannya dan beberapa pejuang perempuan lain, saat ini bisa Anda lihat di Museum Kebangkitan Nasional, di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Demikianlah Bandung dengan ceritanya yang begitu beragam.

oleh: Eka Santhika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: