“..Pemberdayaan MASYARAKAT dalam PENATAAN Ruang NASIONAL…”


"...Kolam Istana Kebun Raya Bogor..."

“…Rencana Tata Ruang pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar terwujud alokasi ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan keseimbangan tingkat perkembangan wilayah. Maka dengan berbasis penataan ruang, kebijakan pembangunan akanmewujudkan tercapainya pembangunan berkelanjutan yang memadukan pilar ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRWN) merupakan kesepakatan berdasarkan optimalisasi antar kepentingan para stakeholder termasuk di bidang lingkungan hidup, sosial, budaya, dan bisnis. Memang selama ini partisipasi masyarakat dalam ajang penataan ruang relatif pasif. Namun, beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran paradigma, yang didukung oleh pemerintah dengan ditetapkannya Undang-Undang 26 Tahun 2007 (UU 26/2007) tentang Penataan Ruang sebagai pengganti Undang-Undang Tata Ruang tahun 1992.

" Dr. Satyawan Sunito sebagai narasumber "

Peluang masyarakat berkontribusi dalam penataan ruang telah terbuka lebar, tidak hanya terbatas ikut berpartisipasi, melainkan lebih berperan aktif pada setiap tahapan penyelenggaraan penataan ruang, mulai dari pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, hingga kontrol.Namun hingga saat ini hanya segelintir masyarakat yang menyadari pentingnya mereka memulai dengan Act locally. Mencoba mendesain wilayahnya sendiri dengan tata ruang yang baik, nyaman, dan berkelanjutan. Karena itu, sosialisasi dan apresiasi masyarakat tidak boleh berhenti dan harus terus dilakukan secara kontinyu.Dengan sosialisasi dan apresiasi, masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami hak dan kewajibannya dalam penataan ruang yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pengenalan dan peningkatan pemahaman publik atas penataan ruang adalah suatu proses panjang yang diharapkan dapat mendorong terbentuknya sikap peduli hingga peran aktif yang melembaga sampai pada unit masyarakat terkecil, terutama pada wilayah-wilayah ekosistem bersama yang rentan. Hal ini dikuatkan pula oleh Dr. Satyawan Sunito pada PENANTRA NEWS, “ Sumberdaya bersama atau the commons, seperti lahan hijau kota, gunung, laut, hutan, pesisir biasanya memiliki multifungsi, bagi ekosistem dan bagi manusia.

"...Tugu Kujang Kota Bogor Jawa Barat..."

Umumnya yang paling tergantung dengan sumberdaya bersama ini adalah rakyat yang miskin. Petani, nelayan, masyarakat kepulauan kecil. Dan terlihat bahwa kerusakan dari the commonsadalah akibat kegiatan manusia di wilayah tersebut semakin intensif dan kebanyakan menghilangkan akses terhadap sumberdaya bagi penduduk lokal.” Respon masyarakat lokal terhadap lepasnya akses penduduk lokal atas sumberdaya bersama (partisipasi aktif) tadi sangat mampu untuk merubah keadaan. Dan yang menarik, reklaim itu disertai kesadaran untuk memelihara sumberdaya itu, tidak hanya untuk dieksploitasi tetapi juga untuk dikonservasi. Karena kerusakan sumberdaya bersama itu paling merugikan masyarakat lokal” tambahnya pada sela-sela acara Seminar Internasional “ Geospatial and Human Dimensions of Sustainable Resource Management ” di IICC Bogor. Segelintir masyarakat yang berperan aktif mengambil bagian dalam melakukan penataan ruang lingkungannya antara lain adalah Komunitas Ciliwung Merdeka, Komunitas warga bantaran kali Ciliwung yang melakukan program penataan kampung di Bukit Duri dan Kampung Pulo, Jakarta. Komunitas Pecinta Kampung Halaman (KALAM) di Bogor, dan Komunitas Nelayan Pulau Panggang, yang berupaya menciptakan zonasi perairan di pulau mereka untuk terciptanya pola penangkapan ikan yang lestari.

D.P. Ganatri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: