“…GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT…” Gelora SEMANGAT Indonesia MENGGUGAT


"...Gedung Indonesia Menggugat..."

“…Nama gedung bersejarah ini terdengar sangar memang, Indonesia Menggugat! Tapi, nama ini memang pantas disandang. Sebab, mengingat sejarah yang terjadi di balik tembok-tembok gedung pengadilan di masa pemerintahan Hindia Belanda ini memang sangar. Tembok-tembok inilah yang jadi saksi bisu garangnya pidato pledoi yang dikumandangkan Soekarno di tempat persidangan kecil di Landraad. Pledoi yang ia beri judul Indonesia Menggugat.Pledoi ini memang buah pikir Soekarno yang revolusioner kala itu. Tuntutan kemerdekaan menjadi fokus utamanya. Tak hanya menggegerkan pengadilan di Bandung itu saja. Tapi, reaksi dari ide yang digelontorkan Soekarno di gedung yang telah berusia satu abad ini menyebar hingga ke Eropa dan Asia. Di Belanda, Partai Buruh bergolak, mendukung pledoi Soekarno, mendukung Indonesia Merdeka. Di Asia, pidato ini menjadi salah satu inspirasi para tokoh negara-negara Asia untuk ikut menggelorakan semangat kemerdekaan di negara mereka, seperti diungkap Efron Heri Hermawan, salah satu staf Gedung Indonesia Menggugat. Meski demikian, pledoi itu tak digubris

"...Halaman Depan Gedung Indonesia Menggugat..." Bandung Jawa Barat

Soekarno malah dijatuhi hukuman empat tahun penjara, dua kali lebih berat dari rekan-rekannya. Meski kemudian, Soekarno mendapar remisi, jadi dua tahun penjara.

Partai Nasional Indonesia

Masuk ke Bandung selepas tamat HBS di Surabaya, Soekarno hendak meneruskan studinya di Technische Hooge School yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Menjadi seorang insinyur bukan kemudian membuat Soekarno menjadi budak dari pemerintah Hindia Belanda. Ia menolak. Kecintaannya kepada rakyat kecil yang telah tertanam sejak masa kecil serta yang diajarkan semasa ia di Surabaya oleh H.O.S Tjokroaminoto, menolak untuk jadi bagian pemerintahan yang telah menyengsarakan bangsanya. Ia memilih berjuang di jalur politik. Pada 1927, PNI berdiri. Soekarno yang menjadi Ketua Algemeene Studie Club turut bergabung. Pergerakannya yang agresif menyebarkan ide soal kebangsaan dan kemerdekaan di kalangan masyarakat pun melalui tulisan-tulisannya di koran-koran menggelisahkan pemerintah Hindia Belanda. Pada 24 Desember 1929, keluar surat perintah penangkapan atas tokoh-tokoh PNI.Padahal, Efron menuturkan, Soekarno sendiri saat itu sedang bertemu dengan Dr. Sujudi di Yogyakarta. Soekarno ditangkap diam-diam, diangkut dengan kereta api dari Yogyakarta hingga Cicalengka. Perjalanan dilanjutkan ke Bandung dengan mobil. Hingga tiba di penjara Banceuy. Saat itu, selain Soekarno; Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja, adalah tokoh PNI lainnya yang turut ditangkap.

"...Halaman Depan Gedung Indonesia Menggugat..."

Selama delapan bulan masa persidangan itulah, Soekarno dengan bantuan literatur dari istri dan kawan-kawannya, menulis pidato pembelaannya dari balik tembok gelap penjara Banceuy.

Jalur Politik

Politik adalah jalur perjuangan yang dipilih Soekarno bagi kemerdekaan bangsanya. Terbukti, jalur yang dipilihnya ini berhasil membawa pengaruh yang lebih dahsyat dan nyata bagi bangsa Indonesia. Jalur perjuangan yang dipilihnya ini berbeda dengan semangat melawan penjajahan pada masa sebelumnya yang selalu diiudentikkan dengan mengangkat senjata. Pemikiran, orasi, dan penalah senjata para pahlawan di masa pergerakan ini. Sebab, bisa dipartikan sebagian besar pahlawan di masa itu, menggunakan media sebagai alat perjuangan dalam menyampaikan pemikiran dan menyerukan arah pergerakan mereka, yaitu kemerdekaan. Koran dan majalah inilah yang menjadi pendidikan politik bagi rakyat Indonesia kala itu. Da jalur politik Soekarno saat itu sudah jelas, “tidak sekedar seperti tertuang dalam Sumpah Pemuda, yakni satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Tapi Soekarno juga ingin menyatukan bangsa ini dalam satu negara. Menempatan kawan-kawn yang bermacam suku, ideologi, untuk bersatu, agar merdeka. Itu sebenarny pemikiran-pemikiran soekarno dari situ,” papar Imron. Maka sejak masa inilah ia telah menyiapkan dasar negara, GBHN, konstitusi, sehingga proses persiapan berdirinya negara Indonesia bisa lebih cepat ketimbang negara lainnya, tambah Imron lagi.

"...Sel Tahanan Penjara Banceuy..." Tempat Bung Karno di Tahan

Merawat Api Indonesia Menggugat

Sebelum dijadikan museum dan ruang publik seperti saat ini, gedung bersejarah ini terus beralih fungsi sejak Indonesia Merdeka. Setelah kemerdekaan di tahun 1945, gedung peradilan ini berubah menjadi gedung PMI. Tahun 1955, gedung ini menjadi Gedung Kas Negara. Fungsi kembali berubah di tahun 1976, dimana Badan Meteorologi dan Geofisika atau dulu dikenal sebagai Jawatan Tera, memfungsikannya sebagai tempat kalibrasi ukuran penimbangan, baik neraca hingga tangki besar. Nama Indonesia Menggugat sendiri diberikan oleh Mashudi, demi mengenang pidato Bung Karno yang dahsyat itu.
Saat ini, Gedung Indonesia Menggugat ada dibawah tanggung jawab dan perawatan LSM Jurnal Bandung, terang Imron. Mereka bercita-cita agar tempat ini bukan sekedar museum dengan sekumpulan pameran benda mati, melainkan menjadi tempat yang hidup, menjadi ruang publik yang independen. Ruang publik yang bukan untuk komersil dan juga bukan milik pemerintah. Ruang tempat bersemainya semangat nasionalisme. Ide ini dikembangkan dari misi Jurnal Bandung untuk merekonstruksi ulang pemikiran Soekarno muda saat itu. Semangat pemikiran yang masih selaras dengan masa kini dan yang akan datang. Karena ide Indonesia Menggugat tidak akan pernah mati, yaitu semangat anti penjajahan dan kemerdekaan. “Butir-butir (kemerdekaan) yang disampaikan Bung Karno meliputi segala hal, politik,sosial, budaya. Artinya masyarakat bisa menggunakan ruangan ini dalam berbagai acara yang berbau nasionalisme. Intinya berujung pada acara yang berkaitan dengan menumbuhkan rasa kebangsaan, memperdebatkan, mendiskusiknan isu yang bersifat kebangsaan,” tandas Imron. “(Acara) apapun bisa, kecuali yang bersifat komersil dan memihak suatu partai. Kalau itu, berapapun biaya yang dikeluarkan tetap kita tolak.” Indonesia Muda, Indonesia Menggugat, Indonesia Merdeka, adalah slogan yang dipakai di gedung ini. Muda, karena mengacu pada pelaku pergerakanyang berasal dari kalangan anak muda, semangat muda, dan mudanya Soekarno. Menggugat adalah cara mereka berjuang. Sedangkan merdeka adalah tujuannya. Demikianlah gelora Indonesia menggugat itu kini dilestarikan dalam gedung yang ingin selalu hidup bergerak bersama memelihara nasionalismenya Bangsa Indonesia.

Oleh : Eka Shantika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: