“..Pameran Keris BUGIS dan SERUMPUN..” di Bentara Budaya Jakarta



"...Ibu Marie Elka Pangestu Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif..." Saat Menghadiri Acara Pameran Keris Bugis 2011

“…Jakarta(9/11/2011), Keanekaragaman budaya Bumi Nusantara ini tak pernah habis-habisnya untuk selalu diungkapkan. Kali ini Komunitas Keris Panji Nusantara bekerjasama dengan Bentara Budaya Jakarta dan Polo Bessi club menyelenggarakan Pameran Keris Bugis dan Serumpun di Bentara Budaya Jakarta pada tanggal 9 November 2011 – 13 November 2011. Dalam sambutannya dan sekaligus membuka Pameran ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Marie Elka Pangestu menyatakan penghargaannya atas terselenggaranya Pameran Keris Bugis tersebut dan sekaligus dengan peluncuran buku “Senjata Pusaka Bugis” karya Ahmad Ubee, Andi M. Irvan Zulfikar dan Dray Vibrianto Senewe. Pameran yang digagas pertengahan tahun lalu, ketika sebuah calon buku langka tentang Keris Bugis tengah dibongkar dari tidur lama karena tak kunjung diterbitkan. Karena itu pameran ini menjadi lebih bermakna dengan diluncurkannya buku “Senjata Pusaka Bugis” yang tentu saja menyangkut isi dari pameran. Dengan itu rangkaian artefak dari sebuah peradaban besar tersebut ditopang oleh pengetahuan yang memadai tentang kebudayaan logam yang ikut menggerakkan kehidupan bangsa-bangsa sekawasan.

"...Koleksi Model Keris Masyarakat Bugis..."

Selesai membuka Pameran, Menteri Marie Elka Pangestu berkenan meninjau Pameran Keris Bugis didampingi oleh Bapak Ahmad Ubbe, Andi M. Irvan Zulfikar dan Bapak Agung Adi Prasetyo dari Kompas Gramedia serta dari pihak pihak Komunitas Panji Nusantara. Hampir sekitar 200 buah Keris Bugis dalam berbagai jenis dan bentuk koleksi dari beberapa Kolektor dan Pecinta Keris dipamerkan disana. Keris-keris tersebut beberapa merupakan Keris yang telah berumur ratusan tahun. Namun ada juga Keris yang baru dibuat namun dengan kwalitas yang juga sangat baik. Selain itu juga diselenggarakan Bursa Keris yang diikuti oleh beberapa kolektor keris, pembuat Keris dan pecinta Keris dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Lombok, Bali, dll. Andi M. Irvan Zulfikar menyatakan pada Nasionalis Rakyat Merdeka News Online bahwa memang terdapat perbedaan antara Keris Bugis dengan Keris Jawa. Untuk Keris Bugis biasanya ukurannya lebih panjang sekitar 39,9 cm. Sedangkan Keris Jawa sangat memegang pakem yang ada. Juga untuk pamornya, Keris Bugis lebih sederhana dari Keris Jawa. Di mana dalam pembuatannya hanya melalui 70 hingga 100 tekukkan, sedangkan Keris Jawa 100 hingga 300 tekukkan.

"...Pentas Seni Tari Tradisional Masyarakat Bugis Yang Turut Memeriahkan Acara Pameran Keris Bugis..."

Bahkan ada yang hingga 700 kali tekukkan. Setiap bilah Keris atau mata tombak yang tampil dalam pameran ini diharapkan merangsang cara pandang dalam berbagai perspektif sejak estetik, muatan filosofi, teknologi, sampai kesejarahan. Sudah tentu harus disebut pula lihatan masa kini dan masa depan, ketika fungsi-fungsi semula Keris dipertanyakan bahkan mulai ditinggalkan, sehingga kita tidak sekedar merayakan tetapi selalu berupaya memaknai kehadiran Keris Bugis di setiap masa. Diharapkan melalui pameran ini dapat menarik masyarakat sehingga kesadaran akan masa lampau berdialog dengan kebutuhan untuk merancang masa depan bersama.

Oleh : Eka Santhika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: