“..KOALISI Nasional PENYELAMATAN Kretek…” Mengangkat PETANI Tembakau dan Industri Kecil KRETEK


"...Wisnu Brata dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia...

“…Jakarta(14/11/2011), Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek bertempat di Warung Daun, Cikini, Jakarta menyelenggarakan Konperensi Pers pada tanggal 14 November 2011 berkenaan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi pasal-pasal Tembakau dalam UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Hadir dalam acara ini para pembicara dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) yaituSdr. Wisnu Brata, Hafash Gunawan dari Forum Pengusaha Rokok Kudus (FPRK), Abisam Demosa dari Komunitas Kretek Nasional, Alfa Gumilang dari Paguyuban Pedagang Asongan Jabodetabek, Ahmad Suryono dari pihak Pengacara, dan Salamudin Daeng dari Peneliti Tembakau. Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut telah mencederai rasa keadilan bagi Industry Kretek Kecil dan Petani Tembakau. Cepat atau lambat, putusan tersebut akan berdampak pada matinya tradisi membuat rokok kretek terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT). Menurut Wisnu Brata dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dari Temanggung, putusan MK tersebut hanya melihat dari dimensi kesehatan tanpa melihat aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosial, budaya maupun historis terkait tembakau.

"...Para Pembicara Acara..."

Padahal jelas faktanya bahwa industri kretek ini sejarahnya mendahului berdirinya Republik ini dan telah lama memompakan nadi kehidupan ekonomi kepada jutaan masyarakat dan bahkan menghidupi denyut tradisi bangsa ini.Tidak dapat dipungkiri, pemasukan industri rokok melalui cukai pada APBN hingga saat ini tetaplah yang terbesar yaitu 60 Trilyun pertahun. Bahkan di dunia, pasaran kretek kita mengalahkan rokok putih dari negara-negara di mana rokok itu diproduksi. Bahkan kwalitas Tembakau kita pun diakui dunia dengan diekspornya Tembakau dari Jember dan sekitarnya untuk Tembakau Cerutu, dan Tembakau untuk Jerman berasal dari Deli Serdang. Pengalihan bertani dari tanaman Tembakau ke tanaman lain bukanlah hal yang semudah dalam ucapan dan tulisan, karena belum tentu jenis tanaman tersebut cocok dan menghasilkan hasil yang baik bila ditanam di daerah penghasil Tembakau. Kalaupun tumbuh dan berbuah, apakah hasilnya akan sebesar yang dihasilkan oleh tanaman Tembakau. Baik bagi petani maupun pemasukan untuk APBN. Bukan hanya petani yang menjerit, tapi ribuan industri rokok rumahan di Indonesia pun akan terpuruk.

"...Alfa Gumilang dari Paguyuban Pedagang Asongan Sejabodetabek...." Salah seorang Pembicara dalam Acara

Yang akhirnya kembali masyarakat kecil yang terpuruk. Pada tahun 2009 UU Tembakau dan Pelarangan Rokok Keluarga, mewajibkan adanya Gambar Grafis yang memberikan peringatan larangan merokok yang menutupi bagian tengah atas dan bagian belakang kemasan rokok, serta terdapat peringatan serupa sebesar 20% dalam iklan cetak. Hal tersebut bila diwujudkan tentu saja akan sangat memberatkan industri rokok rumahan, karena besarnya ongkos cetak untuk kemasan. Sedangkan kondisi saat ini saja sudah ratusan bahkan ribuan industri rokok rumahan yang gulung tikar. Dan hal ini akan berakibat matinya industri asli rokok dalam negeri ini. Akan berganti dengan rokok-rokok dari perusahaan multinasional rokok asing yang akan segera menyerbu pasar di negeri ini. Karena itu kiranya harapan dari mereka adalah para pembuat kebijakan perundang-undangan untuk melihat dari sisi para petani tembakau dan industri kretek kecil. Dan menempatkan diri di posisi mereka. Tembakau yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi mereka geluti dan menjadi sumber penghidupan mereka. Dan telah menjadi suatu tradisi dan budaya dalam kehidupan mereka.

Oleh : Santi Widianti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: