“…OPERA DIPONEGORO The JAVA WAR 1825-000…” Sosok Diponegoro dalam Perspektif Mpu Tari Sardono W. Kusumo


"...Iwan Fals Pengisi Lagu dlm Salah Satu Adegan Opera Diponegoro Java War 1825..."

“…Jakarta(11/11/2011), Gema kepahlawanan kembali bergaung menjelang Dirgahayu Hari Pahlawan 10 November 2011. Berbagai apresiasi dalam memandang dan merenungkan makna kepahlawanan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan diwujudkan dengan berbagai cara. Kali ini Prof. Sardono W. Kusumo sang maestro seni tari kontemporer Indonesia, bekerjasama dengan musisi ternama Iwan Fals membuat karya besar yaitu Opera Diponegoro 1825-0000. Menurut Sardono W. Kusumo sang sutradara, pertunjukan yang berjudul Java War ini berhutang pada karya sastra dan karya lukis Raden Saleh yang berjudul Penangkapan Diponegoro. Karya lukis ini terus menerus memberi inspirasi untuk selalu membaca masa depan lewat sejarah masa lampau. Opera Diponegoro yang berdurasi 2 jam ini menggandeng bukan hanya Iwan Fals, tapi juga Peter Carey (Sejarawan dan penulis buku), Happy Salma sebagai artis pendukung, Ratna Riantiarno sebagai manager produksi, Djarum Apresiasi Budaya dan Daya Dimensi Indonesia sebagai pihak penyelenggara.

"...Happy Salma dlm Salah Satu Adegan Opera Diponegoro..."

Dan para pemain-pemain pendukung lainnya seperti Danang Pamungkas, Agung Gunawan, Rizki Suharlin Putri, dll. Dalam setiap babak, Iwan Fals menyanyikan lagu ciptaannya yang berdasarkan lirik (libretto) otobiografi Pangeran Diponegoro (babad Diponegoro), kecuali lirik babak terakhir yang ditulis oleh Sardono W. Kusumo. Opera di awali dengan penjelasan mengenai makna dari gambar yang terdapat dalam lukisan Raden Saleh oleh Sejarawan Peter Carey yang terpampang dalam layar reproduksi lukisan Raden Saleh yang sudah diperbesar hingga ukuran 14 x 7 meter. Lukisan ini dibuat pada tahun 1857. Dalam lukisan Raden Saleh adalah pagi hari, fajar baru; bukan hanya fajar buat kurun kolonial yang baru, tapi juga mewartakan bakal runtuhnya tata kolonial itu. Kenangan atas Diponegoro, kepiawaian dan deritanya, suatu hari akan ā€“ begitulah Raden Saleh layaknya memberitahu kita ā€“ membebaskan bangsanya dari cengkeraman. Sebuah ajakan dialog kepada siapapun yang menatap lukisannya itu di masa nanti.

"...Salah Satu Adegan Pementasan Opera Diponegoro Java War 1825..."

Babak demi babak pun bergulir, dari babak I hingga babak VII. Dimulai dari kehidupan Pangeran Diponegoro muda di Desa Tegal Rejo, pembangunan jalan tol di desa Tegal Rejo yang melewati tanah Pangeran Diponegoro tanpa pembicaraan terlebih dahulu oleh pihak Belanda yang memicu terjadinya Perang Jawa, beban kehidupan yang semakin berat menindih masyarakat, pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Ratu Kidul, penangkapan Diponegoro, dan pengasingan Pangeran Diponegoro hingga akhir hayatnya. Adegan tiap babak dibawakan dengan seni tari kontemporer yang sangat indah, diiringi oleh alunan suara dari Iwan Fals dan iringan gitarnya yang kadang mendatar, kadang menghentak. Opera Diponegoro berjudul Java War 1825-0000 ini berlangsung mulai tanggal 11 November 2011 hingga 13 November 2011. Bertempat di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Oleh : Santi Widianti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: