“…SURABAYA Kota PAHLAWAN…” Menelusuri JEJAK Para PAHLAWAN di SURABAYA



"...Patung Proklamator RI Soekarno - Hatta di Kompleks Tugu Pahlawan Surabaya..."

“…Surabaya dikenal juga sebagai kota Pahlawan. Julukan ini tak lain karena kiprah kota ini dalam mempertahankan kemerdekaan ketika tentara Sekutu kembali mendarat di Pulau Jawa untuk menancapkan lagi kuasanya. Namun, rakyat Indonesia melawan, tak ingin lagi terjajah. Maka perlawanan luar biasa pun ditunjukkan oleh Arek-arek Suroboyo ini.Keberanian Arek-arek Suroboyo ini bukan cuma ditunjukkan oleh warga yang telah mendapat latihan militer, tapi juga dilakukan oleh banyak warga biasa. mereka saat itu seakan tak gentar melawan pasukan Sekutu yang jelas punya persenjataan lebih baik.Dalam pertemputran berdarah itu, terdapat beberapa peristiwa bersejarah, misal saja seperti yang terjadi di Jembatan Merah. Jembatan ini menjadi saksi dahsyatnya pertempuran sepuluh Nopember. Ada juga peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi merah-putih di atas Hotel Orange yang sekarang dikenal sebagai hotel Majapahit. Beberapa gedung juga digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda sebelum melaksanakan mobilisasi umum.Untuk mengenang kisah kepahlawanan dan keberanian Bondo Nekat (Bonek) dari Arek-arek Suroboyo ini, didirikanlah Tugu Pahlawan yang terletak di pusat kota Surabaya.

"...Rumah Kediaman W.R Soepratman..." Jln Kenjeran Surabaya

Kawasan Tugu Pahlawan ini cukup luas. Terdiri dari patung Soekarno-Hatta di bagian depan kompleks Tugu dengan latar belakang tembok Yunani yang retak-retak. Di belakangnya monumen ini berdiri kokoh menjulang Tugu api tunggal dengan 10 tugu api kecil disekelilingnya. Sejumlah tokoh yang dianggap turut andil dalam pertempuran itu, seperti bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Walikota Surabaya Dul Arnowo.Kepahlawanan di Surabaya tak habis sampai disitu. Mundur sebelum tahun 1945, sejumlah tokoh nasional telah menggoreskan sejarahnya di Surabaya.Siapa sangka sebuah kos-kosam sempit di gang Peneleh VII milik H.O.S Tjokroamoto meruapakan tempat penggodokan tokoh0tokoh nasional kelak. Sejumlah tokoh ternama sepreti Soekarno, Kartosuwiryo, Muso, Alimin, dan sebagainya sempat mendapat didikan dari Pak Tjokro ini. Meski sayangnya, sejumlah nama yang disebut berikutnya ternyata menjadi perusuh negara. Pak Tjokro banyak memberikan pendidikan kebangsaan kepada anak-anak kosannya lewat diskusi-diskusi bersama.Di Surabaya ini jugalah W. R Soepratman, penggubah lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, dimakamkan. Sebuah kompleks makan yang cukup luas dipugar pada 2003. Sebuah monumen W.R Soepratman memperindah kompleks makan di bagian depan. lewat sebuah seminar pelurusan sejarah, terungkap bahwa tanah kelahiran W.R Soepratman bukanlah di Mister Cornelis, Jakarta. Melainkan di Desa Sumongari Purworejo.Berkat penelusuran sejarah dari Soekarno Institut, ternyata rumah tempat kelahiran Soekarno pun ada di Surabaya. Tepatnnya di Gang Pande IV/40, sebuah rumah sederhana lainnya.

"...Rumah Kediaman Dr.H.O.S Cokroaminoto..." Jln Peneleh 7 Surabaya

Rumah yang tak jauh dari gang Peneleh tempat kos-kosan Bung Karno kelak, ketika ia melanjutkan sekolah di HBS ini terletak di kawasan yang sama dengan Peneleh, yakni di Genteng, Surabaya.Wah, ternyata memang banyak sejarah kepahlawanan di kota ini. Meski awalnya banyak dari tempat-tempat tersebut yang tidak terawat, sedikit semi sedikit sisi sejarah kepahlawanan kota ini mulai dibangkitkan kembali.Tidak hanya dalam bentuk fisik bangunan, tapi juga kegiatan yang mengingatkan kepada kisah kepahlawanan di kota ini, seperti kegiatan-kegiatan yang dirintis oleh teman-teman dari Surabaya Juang. Maju terus Indonesia. Merdeka!

Oleh : Eka Shantika

Satu Tanggapan

  1. Pahlawan indonesia sangat kasihan karna di rhksa belanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: