“…BALEGA BUNI Pentas Musik MINANGKABAU…” Refleksi KESABARAN Kelompok METADOMUS


"...Pentas Kelompok Musik Tradisional Minangkabau Metadomus..."

“…Jakarta, Balega Buni merupakan refleksi untuk menguji kesabaran dalam menuntut hak dan kewajiban individu, mentaati apa yang sudah menjadi keputusan menunggu giliran kapan harus memberikan hak dan kapan harus melaksanakan kewajiban serta tanggung jawab sehingga ketentraman kehidupan sosial masyarakat selalu terjaga dengan damai. Balega Buni menjadi konsep dari pentas musik METAdomus di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tanggal6 -7 Desember 2011. Balega adalah suatu istilah dari bahasa Minangkabau yang berpengertian ganda. Dalam kehidupan masyarakat, Balega merupakan sebuah keputusan yang sangat demokratis dimana putusan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat, baik dipakai dalam adat maupun kehidupan sosial budaya. Balega berarti “bergilir”. Menjadi kesepakatan bersama bahwa sebuah hak dan tanggung jawab dilakukan secara bergilir yang disebut dengan dipalegakan. Kepada PENANTRA News Online, Syahrial Tando selaku Direktur artistic menguraikan perjalanan dari kelompok musik METAdomus ini.

"...Syahrial Tando Direktur Artistic Kelompok Musik Metadomus..."

METAdomus merupakan kependekan dari Metamorfoka Indonesian Musik, yang dibentuk pada tahun 2003 oleh Syahrial Tando, Chendra Panatan (Manager Produksi) bersama rekan-rekan musisi yang sama-sama berasal dari Minangkabau seperti Risydul Pahman, Nasrul Zein dan Herry Guru (mereka sebagai Komposer); Adrizaldi, Dony, Sukra Maulana, Mursal Tanjung dan Job Adel (Pemain). METAdomus berakar pada budaya tradisi, digabungkan dengan berbagai elemen musik lain untuk dapat menghasilkan suatu metamorfosa komposisi musik inofasi dalam bentuk kontemporer. Metamorfosa tidak hanya dilakukan pada karya musik saja, tetapi juga pada pengembangan alat musik yang diolah secara tradisional. Dalam setiap pentas musiknya METAdomus senantiasa juga melakukan Pameran Instrumentasi Tradisional khususnya Minangkabau. Alat-alat musik yang mereka pergunakan diambil dari alat-alat musik tradisional Minangkabau dan ada pula yang merupakan hasil kreasi mereka. Kebanyakan terbuat dari bambu seperti Sameko, Sake, Kwinsanai, Pabunai, Sarbepa, Labunai, Oboba, Pakiang, dll. Lebih lanjut Syahrial Tando menyatakan METAdomus telah melakukan pentas musik di beberapa kota dan negara, seperti Jakarta (Goethe Haus).

"...Pentas Musik Tradisional Minangkabau Kelompok Musik Metadomus..."

Festival Seni Surabaya, Yogyakarta, Padang, Lampung, Den Haag dan tiga kota lainnya di Belanda, juga di Spanyol. Antusias penonton di Spanyol sangat baik.Di mana jenis musik mereka yang selama ini cenderung keras, sangatlah berbeda dengan sajian musik kontemporer dari METAdomus yang menggunakan alat musik tradisional dari bambu dan terdengar lembut, ujar Syahrial Tando lagi. Dalam Balega Buni kali ini, METAdomus menampilkan antara lain komposisi musik berjudul Tik Tik Tang, Sinyaru, Jerat-Jerit, Urak. Di mana nuansa religius sangat terasa dalam setiap Musik yang ditampilkan. Sebagai kelompok musik yang non profit, menurut Syahrial Tando, semua anggota dari kelompok musik ini adalah para pejuang. Pejuang dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya dan tradisi musik tradisional terutama budaya musik Minangkabau. Kami akui perjalanan kami tidaklah mulus, namun tersendat-sendat. Dan setiap anggota harus membagi waktu, tenaga dan pikirannya untuk juga memenuhi kebutuhan hidupnya diluar METAdomus. Namun hal tersebut tidak membuat mereka patah semangat dan surut. Mereka terus berkarya dan menghasilkan karya-karya yang sudah mulai dikenal dan diakui baik di Indonesia maupun dunia.

Oleh : Santi Widianti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: