“….BURAHOL / KEPEL…” Deodorant Tradisional Dari Indonesia


"Burahol..Deodorant Asli Indonesia"

Di kalangan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tumbuh pohon yang dianggap Keramat, pada batangnya penuh benjolan-benjolan tapi bukan karena penyakit tumor pohon atau serangan hama. Benjolan-benjolan tersebut merupakan bekas bunga dan buah yang memang terlihat muncul di bagian batang pohon ini. Buahnya seukuran Kepalan Tangan orang dewasa, berwarna coklat keabu-abuan yang berubah coklat tua saat masak, dan rasanya manis. Buahnya tumbuh memenuhi batang pohonnya tidak seperti lazimnya buah lain yang muncul di ujung ranting pohon yang menyebabkan tampilan pohon ini unik secara keseluruhan. Itulah pohon BURAHOL atau KEPEL yang bernama latin Stelechocarpus Burahol. Dikenal juga sebagai pohon Simpol Kecindul dan Turalak, orang Inggris menamainya KEPEL APPLE. Sejak jaman dulu KEPEL atau BURAHOL ini memang termasuk salah satu Tanaman LANGKA di Indonesia dan dipercaya memiliki nilai filosofi Adiluhung perlambang kesatuan dan keutuhan mental dan fisik karena seperti tangan yang terkepal. Bentuk buahnya itulah yang mempengaruhi penamaan pohon penghasil buah ini sebagai pohon KEPEL / BURAHOL. Kini Pohon KEPEL / BURAHOL diangkat menjadi Flora Identitas DI Yogyakarta. Daging buahnya manis berwarna kuning coklat muda seperti Sawo, namun daging buahnya sedikit ketimbang bijinya yang besar-besar. Putri Keraton MATARAM menggemarinya karena dipercaya mempunyai berbagai khasiat dibidang kewanitaan. Memakan buah KEPEL / BURAHOL yang sudah masak berkhasiat menghilangkan bau badan, keringat menjadi wangi bunga violces dan nafas pun harum.

"...Pohon KEPEL / BURAHOL yang Unik sebagai Penghias TAMAN..."

Sebagai penjaga kesehatan, buah ini juga dapat meluruhkan kencing batu, mencegah radang ginjal dan sebagai alat KB karena berpengaruh menyebabkan kemandulan sementara pada wanita dengan manipulasi tertentu. Kayu pohon BURAHOL / KEPEL berkualitas bagus dan tahan lama untuk bahan bangunan atau perabot rumah tangga. Daunnya bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Hanya dengan melalap daun KEPEL / BURAHOL, kolesterol di badan dapat digempur dan turun kadarnya. Penyebab kelangkaan pohon ini lantaran rakyat tidak biasa menanamnya karena pohon ini dianggap Keramat, hanya di Keraton-keraton dan rumah para pejabat tinggi setingkat Adipati yang ditanami buah ini. Berbeda dengan di Jawa Barat, BURAHOL / KEPEL ditebangi karena dianggap kurang berharga. Daging buahnya sedikit dan bijinya besar-besar walaupun rasanya manis sehingga tak pernah ada usaha budidaya tanaman ini di kebun pekarangan setelah membuka hutan untuk pemukiman baru. Selepas masa Kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah berlalu, pohon itu ikut terancam punah karena rakyat biasa tidak ada yang berminat menanam dan melestarikannya. Namun, di dekat bekas Ibukota Kerajaan, seperti di Loano, Purworejo, masih dapat ditemui sekumpulan pohon ini. Selain itu upaya Pelestarian pohon KEPEL / BURAHOL ini pun dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dan Kebun Raya Bogor. Jika anda tertarik, pohon KEPEL / BURAHOL yang unik ini akan tampak cantik ditanam sebagai PENEDUH Jalan atau di Halaman Rumah dengan Tajuknya yang Mengerucut dan Hijau Rindang sebagai upaya turut melestarikan keberadaannya bagi anak cucu kita.

D. P. Ganatri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: