“.. Prof. SOETANDYO WIGNJOSOEBROTO Terima Penghargaan YAP THIAM HIEN Award 2011…”


"...Prof Tandyo saat Memberikan Keterangan Persnya Usai Menerima Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2011..."

“…Yayasan Yap Thiam Hien, menyerahkan penghargaan Hak Azasi Manusia tertinggi, Yap Thiam Hien Award 2011 kepada Prof Soetandyo Wignjosoebroto, Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga. Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan di Gedung komisi Yudisial, Jakarta pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2011 lalu. Prof. Tandyo, demikian ia kerap disapa, dinilai memiliki dedikasi terhadap pelestarian nilai-nilai HAM. Hal ini terlihat dari yang tidak melulu dilihat dari pemikiran-pemikiran beliau yang menganggap bahwa penegakan hukum semestinya tidak semata-mata taat hukum secara normatif, tapi lebih mengutamakan rasa keadilan dalam hukum. Dimana untuk memenuhi rasa keadilan ini, diperlukan hati nurani, yakni nilai hukum secara sosial.” Jangan sampai pencuri yang mencuri karena anaknya lapar, hukumannya disamakan dengan pencuri lainnya,” tandas Prof. Tandyo. Kepada mahasiswanya, idealisme ini pun selalu ditularkannya lewat kelas-kelasnya. Kecakapannya dibidang hukum sosial pun menjadi koridor yang menjaga terbentuknya Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnasham). Lewat kebijaksananny apula, ia membuka cakrawala rekan-rekan sejawatnya mengenai pelaksanaan hukum HAM agar tidak terjebak dalam pelaksanaan hukum normatif belaka.

"...Todung Mulya Lubis berharap penghargaan Yap Thiam Hien ini bisa meluas lingkupnya hingga kawasan Asean..."

Sebagai seorang pribadi, Prof. Tandyo adalah seorang yang sederhana dan selalu menunjukkan pembelaannya terhadap rakyat kecil. Ia mengedukasi rakyat Sidoarjo bahwa mereka memiliki hak hukum atas tanah mereka yang seolah dijual paksa kepada Lapindo akibat bencana lumpur itu. Ia juga membela para pedagang kaki lima di sekitaran rumahnya yang hendak kena gusur. Menurutnya, “Jika dianggap mengganggu, tidak bagi saya. Sebab, mereka disini untuk menyambung hidup,” jelasnya. Dalam sambutannya, Prof Tandyo menyebutkan bahwa penegakan HAM yang dibawa oleh rasa kemanusaian ini merupakan dasar dari peradaban yang sesungguhnya. Dan untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan ini menurut Prof. Tandyo, dalam wawancara kepada PENANTRA News Online, harus dimulai dengan memengaruhi cara berpikir orang, from battle of the mind. Terutama kaum muda, karena merekalah yang masih punya visi, cita-cita,” terangnya. Todung Mulya Lubis, selaku Ketua dari Yayasan Yap Tiam Hien, menyatakan kegembiraan atas terpilihnya Prof Tandyo. “Sikapnya tegas, tetapi tidak terkesan konfrontatif. Saya sendiri sebagai aktivis HAM pada masa itu terkadang tidak terlalu sabar menghadapi beliau. Tetapi, itulah karakter seorang guru sejati. Dia tidak mengajak lawannya berkelahi. Dia menyadarkan lawannya bahwa kebenaran itu harus diuji dan dibela,” kata Todung dalam sambutannya.

"... Group Musik Slank saat Menerima Penghargaan atas Dedikasinya Terhadap Isu - Isu Penegakkan HAM dalam Musik - Musiknya..."

Sementara, Siti Musdah Mulia selaku salah satu anggota dewan juri juga menyatakan bahwa terpilihnya Prof. Tandyo telah melalui pertimbangan pengalaman beliau yang lebih teruji. Teruji karena konsistensinya menjaga penegakan HAM di Nusantara dibanding kandidat lainnya, lanjut Siti dalam sambutannya malam itu di hadapan hadirin dan pers. Penyelenggaraan kali ini juga menjadi sangat istimewa karena baru tahun inilah Yayasan Yap Tiam Hien terbentuk dengan Todung sebagai ketuanya. Dengan adanya lembaga yang lebih terorganisasi seperti ini, Todung berharap penghargaan ini bisa lebih berkembang. Tidak hanya menjadi penghargaan lokal di Indonesia saja, “Minimal menjangkau kawasan ASEAN-lah,” terangnya. Dalam kesempatan ini, Yayasan Yap Tiam Hien Award juga menyerahkan apresiasi kepada grup musik Slank atas dedikasinya selama lima tahun setia hadir di penyelenggaraan penghargaan HAM nasional ini, serta menyuarakan penegakan HAM lewat karya-karyanya. Lewat musiknya, Slank berusaha membawa isu HAM dengan cara populer dan lebih mudah diterima anak muda…”

Oleh : Eka Shantika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: