“…Ulasan JANGKA JAYABAYA dalam Perjalanan Tanah JAWA..” oleh PERMADI SH



"...Bpk Permadi S.H Anggota DPR RI..."

“…Jakarta, Perjalanan Bumi Nusantara khususnya tanah Jawa ini sudah sangatlah panjang. Segala peristiwa telah terjadi silih berganti. Perjalanan tanah Jawa ini telah banyak dituliskan oleh pujangga-pujangga besar kita. Seperti Prabu Jayabaya, Ronggowarsito, Mpu Prapanca, Mpu Tantular, dll. Dalam bentuk Prasasti-Prasasti, Lontar, Kitab-Kitab dan bahkan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Atau diceritakan secara turun temurun. Sehingga kita mengenal adanya mitos atau legenda. Di mana sebenarnya mitos atau legenda tersebut adalah suatu kisah yang sebenarnya pernah terjadi, namun karena hanya disampaikan secara lisan saja, tidak ada dalam bentuk tertulis, maka menjadi seperti sekedar mitos saja. Kepada redaksi PENANTRA News, Bpk Permadi SH menyatakan bahwa : Prabu Jayabaya sudah melihat perjalanan tanah Jawa ini ke depan sejak 1000 tahun yang lalu. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Prabu Jayabaya bukanlah ramalan, tapi Jangka Jayabaya. Jangka itu alat dalam ilmu pasti, jadi apa yang diucapkan oleh Prabu Jayabaya pasti terjadi, dan hal tersebut sudah banyak terbukti. Semua yang diucapkan oleh Prabu Jayabaya sudah banyak yang terjadi. Berkenaan dengan kondisi Indonesia sekarang ini, menurut pakem dari Jayabaya dan kemudian lebih di tekankan lagi oleh Ronggowarsito, Indonesia ini akan mengalami yang namanya Goro-Goro atau kita menyebutnya Revolusi Sosial.

"...Bpk Permadi S.H dengan Lukisan Gajah Mada Salah Satu Koleksi Milik Pribadinya..."

Prabu Jayabaya mengatakan Wong Jowo kari separo, wong Cino kari sejodoh. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadi bila kita melihat kondisi sekarang ini dimana banyak tejadi bencana-bencana besar, dan mungkin masih banyak bencana besar lagi yang akan terjadi. Sementara itu di belahan dunia yang lain, juga kita lihat mulai banyak bencana-bencana yang terjadi dan kerusuhan-kerusuhan. Di mana gejolak telah terjadi di negara-negara Timur Tengah, Eropa, bahkan Inggris pun mulai terjadi kerusuhan kemudian Amerika dan Eropa akan mengalami suatu krisis ekonomi yang luar biasa. Dengan kondisi hutang luar negeri mereka yang sangat besar saat ini dan akan tidak terbendung lagi, yang akan menimbulkan krisis ekonomi yang jauh lebih besar dari tahun 1997-1998. Mereka akan jatuh terpuruk dan tenggelam. Sedangkan Indonesia yang sudah lebih dahulu menyelesaikan Goro-Goronya, akan bangkit sedikit demi sedikit, hingga akan menjadi mercu suar dunia. Seperti yang diyakini oleh Bung Karno dan juga saya.Coba kita perhatikan ramalan Prabu Jayabaya yang lain seperti Bumi Jawa ini akan berkalung besi. Yang ternyata setelah adanya Kereta Api, maka baru kita mengerti maksudnya Jawa berkalung besi. Lalu Pasar kehilangan gaungnya.

"...Bpk Permadi S.H dengan Salah Satu Keris Pusaka Koleksi Pribadinya..."

Dahulu bila kita pergi ke pasar, maka dari jarak beberapa meter sudah terdengar ramainya orang tawar menawar harga di pasar itu. Namun kini, kita hanya tinggal mengambil segala bahan-bahan kebutuhan kita lalu membayarnya di kasir. Semua dilakukan dengan diam. Tidak ada tawar menawar yang terdengar, karena semua harga sudah tertera. Saat inilah yang disebut dengan Pasar kehilangan gaungnya.Ada yang spektakuler menurut saya, yaitu tuku gedong nganggo godong. Yang artinya membeli gedung memakai daun. Kita lihat bagaimana pernah terjadi suatu masa dimana saat Gelombang Cinta (Nama Jenis Tanaman Anthorium) sedang naik daun, orang banyak beramai-ramai yang menjual rumahnya ,menjual mobil atau tanahnya hanya untuk membeli Gelombang Cinta ini. Itu makna dari tuku gedong nganggo godong. Pasang surutnya negeri ini pun tidak lepas dari pemimpin-pemimpin di negeri ini. Raja-raja besar dan pemimpin-pemimpin besar telah banyak yang lahir di negeri ini. Tercatat kerajaan-kerajaan besar pernah berkuasa di negeri ini seperti Padjajaran, Singasari, Majapahit, Sriwijaya, Kediri, dll. Kita memiliki Prabu Jayabaya, Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, Ken Arok, Sang Rama Wijaya, Prabu Hayam Wuruk dengan Maha Patih Gajah Mada, Ratu Simha, dll. Negeri ini memerlukan pemimpin seperti mereka. Seorang pemimpin yang bijaksana dan pilih tanding. Yang akan membawa negeri ini menjadi besar, serta menata kehidupan dan menegakkan keadilan di negeri ini. Maka kita mengenal dengan istilah Ratu Adil atau Satria Piningit.

"...Bpk Permadi S.H Bersama Redaksi PENANTRA News..."

Setelah masa berkuasanya orang-orang bule dan orang cebol di negeri ini maka akan muncul Satria-Satria di negeri ini.Seperti yang telah diramalkan oleh Prabu Jayabaya, sebenarnya hanya ada tiga Satria, yaitu Satrio Kinanjuro, Satrio Amukti Wibowo dan Satrio Piningit. Satrio Kinanjuro itu ciri-cirinya bila berbicara suaranya menggelegar dan memakai topi ireng. Kita meyakini itu adalah Soekarno. Lalu Satrio Amukti Wibowo itu orangnya tidak memiliki tenggang rasa dan kejam. Tapi kaya raya. Maka itu adalah Soeharto. Kemudian yang terakhir adalah Satrio Piningit, ungkap Permadi lagi.Satrio Piningit ini adalah Satrio Wirang. Karena hidupnya penuh dengan penderitaan. Tapi Satrio Piningit ini bukan hanya seorang ksatria tapi juga dia adalah seorang pandito. Yang artinya dia taraf spiritualnya tinggi seperti pendeta tapi juga berani dan akan datang dengan membawa pedang keadilan. Seorang Satria yang mengerti dan tahu tentang perjalanan Tanah Jawa. Satrio Piningit ini senantiasa mendapat perlindungan dan restu dari leluhur-leluhur tanah Jawa. Seperti para Raja-Raja Jawa yang senantiasa di dampingi oleh Semar alias Bhetara Ismaya atau Badranaya. Di mana terakhir Semar mendampingi Raja Majapahit yang terakhir, yaitu Prabu Brawijaya Pamungkas. Yang kita kenal dengan Sabdo Palon. Sosok Semar ini adalah Dewa tertinggi setelah Sang Hyang Widi. Di mana walau sosok Semar ini buruk rupa namun sangat dihormati. Bahkan para Dewa dan Raja-Raja pun hormat padanya.

"...Benda - Benda Koleksi Pribadi Bpk Permadi S.H..."

Sosok Semar yang buruk rupa ini mengandung suatu ujian yaitu apakah kita akan meremehkan dia karena buruk rupa, atau kita akan menghormati dia. Semar senantiasa mendampingi ksatria-ksatria momongannya, seperti Pandawa. Khususnya Arjuna. Pada masa akhir dari kejayaan Majapahit, Sabdo Palon sebagai pengejawantahan dari Semar ini sebelum menghilang mengatakan bahwa 500 tahun dari sekarang aku akan datang lagi.Dan biasanya kemunculan Semar atau Bhetara Ismaya ini selalu diiringi dengan bencana-bencana yang terjadi. Dan melihat tanda-tanda yang terjadi sekarang ini maka sekarang inilah sudah masanya 500 tahun seperti yang telah dikatakan oleh Sabdo Palon. Pada saat itu disebutkan Majapahit hilang sirna ing bumi, namun pada saat kemunculannya kembali Semar atau Sabdo Palon ini maka akan terjadi yang disebut Angkoro hilang sirna ing bumi. Yaitu dengan kehadiran Sabdo Palon atau Semar ini dengan Satria momongannya yaitu Satrio Piningit. Namun siapakah dan dimanakan Satrio Piningit ini masih belum diketahui keberadaannya dan siapakah orangnya. Tapi seperti apa yang telah di katakan oleh Prabu Jayabaya, dimana hampir semua ramalannya sudah terjadi dan pasti terjadi, maka Satrio Piningit atau Ratu Adil ini juga pasti akan muncul tegas Pak Permadi S.H kepada redaksi PENANTRA News.

Oleh : Santi Widianti

8 Tanggapan

  1. pak permadi yg saya hormati, suka akan pemikiran bapak, dan saya sangat terkesan atas keberanian bapak dlm mengungkap hal yg tidak baik di negri ini, meski banyak orang yg meragukan kemampuan bapak, tapi saya sangat optimis dan percaya bahwa bapak salh satu orang yg berani menegakan keadilan di negri ini.bapak seorang idialisme dan nasionalis sejati……

    • trims ya atas apresiasinya..

  2. Putaran cakra manggilingan itu sdh pasti!.. terjadi dan akan terus berputar..

    Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yg besar dan berdaulat jika kita terus berdiri diatas Budaya Bangsa lain spt saat ini, tp hal itu akan terwujud jmana kala kita mampu menjadi ‘diri sendiri’ (mampu mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila yg merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur budaya Nusantara untuk selanjutnya menjadi karakter sejati bangsa kita)

    Ditengah munculnya amnesia nasional tentang pentingnya kehadiran Pancasila sbg norma dasar sekaligus sbg payung kebangsaan yg akan menaungi seluruh warga bangsa ini, dibuthkan suatu rujukan penafsiran standar yg diilhami oleh spirit suci dan nilai2 kebenaran universal yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa serta tentunya dpt dipertanggungjawabkan dgn sebaik baiknya, shg bangsa ini dapat kembali memiliki karakter aslinya.

    Reinterpretasi, Reinternalisasi dan Reaktualisasi thd 5 dasar negara ini mutlak diperlukan sebab setiap kurun waktu sejarah memiliki kondisi2 kehidupan yg membentuk dan mempengaruhi kerangka pikiran sesorang/kelompok dgn muatan kepentingan yg berbeda shg proses pemahaman thd suatu dasar negara(Pancasila) dpt terus berkembang di dlm prakteknya di hari esok

    Saya Yakin se yakin yakinya … Dia(satrio pinandito sinisihan wahyu) pasti akan muncul dan mengembalikan jatidiri bangsa ini ke wujud aslinya.

    meskipun kita terdiri dari beragam suku dan multikultural tidak berarti kita boleh berpecah belah, tidak boleh ada orang/sekelompok orang yg boleh memecah bangsa ini, hanya krn ingin memenuhi sahwat politik yg sesaat, sebab Kemerdekaan bangsa indonesia ini adalah Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa

    Kemerdekaan Indonesia adalah Jembatan emas dan Proklamasi kemerdekaan bukanlah ahir dari revolusi tetapi awal pembangunan bangsa ini, Revolusi belumlah tuntas!, namun revolusi yg utama yg harus kita lakukan saat ini adlh “Revolusi Mental Spiritual” bukan revolusi politik yg membutuhkan ongkos yg mahal, dgn itu setiap anak bangsa akan mjd sebagai basis persatuan dan kesatuan bangsa

    kita perlu mengingat bahwa Perjuangan kemerdekan Indonesia hanyalah mengantarkan kita kedepan pintu gerbang kemerdekaaan negara Indonesia, dgn kata lain sesungguhnya kita belumlah memasuki pintu gerbang kemerdekaan itu, shg bangsa iini belumlah merasakan kehidupan bangsa yg betul2 Merdeka, Berdaulat, Adil dan Makmur

    Untuk itu Marilah.. kita bersatu padu dan bergotong royong(budaya asli kita) memasuki gapura kemerdekaan atau melewati apa yg di istilahkan oleh Bung Karno dgn Jembatan Emas, agar ketika nanti sesampainya di seberang sana kita mampu memulai pembangunan dan menata tatanan masyarakat bangsa Nusantara yg merdeka seutuhnya, adil, makmur dan sejahtera serta menjadi kiblat dan contoh bagi negara2 di seantero dunia.

    Mungkin sebagian org akan melihat sebelah mata tentang nilai2 luhur yg terdapat pd kitab karya2 para lelehur dan budaya bangsa, tp Kita tidak boleh lupa… Bukan hanya Jangka Jayabaya dan kitab2 karya para leluhur Nusantara lainya saja yg menyatakan hal itu, TAPI nurbuatan-nurbuatan Para Nabipun menyatakan hal yg sama, Kesemuanya merujuk ke satu kesimpulan yaitu;

    “Kebangkitan Peradaban Baru di ahir zaman yg berada di negeri sebelah timur yakni NUSANTARA..”

    Suatu kehormatan dan kebanggaan jika diperkenankan untuk dapat berdialog langsung dgn bapak Permadi, karena pada masa ini tidak banyak putra bangsa yang masih memiliki rasa patriotisme tinggi, bela negara dan msh menghargai karya para leluhur seperti bapak Permadi. Karena ikut tidak ikut kita di dalam pembentukan suksesi peradaban baru itu… Bangsa Nusantara ini pasti akan tetap jaya dan menjadi mercusuar dunia, Bukankan lebih baik jika mkn dengan diskusi ini kita dpt berbagi informasi dan dapat membukakan pemahaman kita tentang Jalan Kebenaran menuju Indonesia Jaya.. idan jika sampai itu terjadi barti peluang kita utk bisa berperan dlm proses bersejarah itu terbuka lebar.

    Salam hangat,

    Jon Tagar

  3. damai sejahtera nusantara( dalam proses)

    salam nusantara bpk permadi…apa yang di katakan bapk permadi tentang ramalan yah pasti terjadi sekrang sudah terjadi yang namanya goro-goro,,,di mana lagi manusia di muka bumi khususnya indonesia moral manuasia sudah rusak,,,,indonesia kondisinya sakit..bangsa ini sudah melupakan sejarahnya,,,ibu pertiwi lagi manangis melihat putra putrinya saling gontok-gontokan.

  4. Menurut jayabaya, presiden atau pemimpin yang akan memimpin Indonesia itu, hanya sosok yang memiliki huruf belakang vocal ‘O’, ramalan ini sudah terbukti dengan munculnya beberapa presiden berakhiran vocal ‘O’ seperti Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

    Bagaimana dengan Habibie, Abdurahman Wahid, dan Megawati? ke-3 sosok pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu itu menurut ramalan ini, nampaknya tidak masuk hitungan sebagai presiden RI, karena tidak memiliki masa jabatan 5 Tahun atau lebih dari 5 Tahun seperti presiden-presiden yang namanya berakhiran huruf ‘O’ itu.

    siapakah itu prsiden yang akan datang itu??

  5. Semua pemikiran bp yg menyangkut kemunculan sosok ksatria piningit mngkn bnr akn muncul krn sypun sm berpikiran sprt,tp kt smua tdk tahu siapa n dmn sosok sang ksatria itu sbnrnya,,,tetapi sy yakin sosok ksatria itu mempunyai satu tanda dgn memegang benda pusaka skligus sbgai KUNCI berupa sepasang batu kembar berbentuk ikan,tp sy mohon maaf jk pendapat sy ini tdk sejalan jg sependapat dgn khalayak smua org n para sesepuh di negeri yg kt cintai ini Nusantara,skali mohon maaf yg sebsr2nya trm ksh

  6. betul

  7. betul menurut sy satrio piningit itu bagaikan son goku dan optimus prime dlm melawan kejahatan dan menegakan keadilan.
    tapi kalo di indonesia adalah sosok wiro sableng hehehehe hiiiiiii semeriwing hiiiiiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: