“..KINEFORUM: Tempatnya Nonton FILM KLASIK dan KONTEMPORER..”


"..Jadwal Pemutaran dan Tempat Pembelian Tiket di Kineforum.."

Menonton film di bioskop kini telah menjadi sebuah lifestyle bagi berbagai kalangan, terutama kaum muda dalam mengisi waktu luang. Lewat film, kita dapat melihat refleksi kehidupan yang kita jalani saat ini, bahkan kita dapat mempelajari kebudayaan asing melalui film-film dari negara tersebut. Ya, semua itu karena film merupakan representasi budaya masyarakat pada zamannya. Misalnya, kita dapat mempelajari dinamika perempuan Indonesia dengan membandingkan film klasik dari beberapa dekade, seperti Tiga Dara (1956), Suci Sang Primadona (1977), Ponirah Terpidana (1983), Rini Tomboy (1992), dan Arisan! (2003) dan akan terlihat perbedaan budaya para wanita pada tiap film tersebut. Film sebagai media audiovisual, merupakan kolaborasi berbagai ragam kesenian seperti seni peran/teater, seni sastra, seni rupa, arsitektur, hingga seni musik. Karenanya, dalam memilih tontonan, para penggemar film cenderung memilih mutu film sebab menonton bukan sekedar mencari hiburan tapi menikmati karya seni dalam arti luas.

"..Suasana ruang tunggu yang nyaman di Kineforum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.."

Untuk keperluan apresiasi film bagi masyarakat luas, Dewan Kesenian Jakarta bekerjasama dengan Studio 21 membentuk KINEFORUM pada tahun 2006. Kineforum menjadi bioskop non-komersial pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan dunia serta ruang bagi para pembuat film kontemporer. Tujuannya adalah ” Mengajak penonton merasakan jadi bagian dari sinema dunia — Dulu dan Sekarang “. Di tempat ini disediakan sebuah bioskop mini namun nyaman dengan kapasitas 45 kursi dan kualitas audio visual setara bioskop komersil. Kineforum menjadi alternatif ruang pemutaran film yang tidak bertujuan mencari keuntungan finansial namun sebagai tanggapan terhadap kebutuhan ruang bagi pertukaran budaya melalui karya audio-visual. Menurut para relawan muda yang ditemui redaksi PENANTRA News Online di Kineforum, yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki, tepatnya di belakang Galeri Cipta III, menjadi relawan di Kineforum adalah sesuatu yang menyenangkan, ” Hal yang menarik yang disajikan disini adalah karya-karya film yang di luar mainstream (arus utama) seperti yang kebanyakan diikuti oleh industri film komersial, kita harus berfikir untuk mencerna pesan pada film tersebut”, jelas Faiqoh, seorang mahasiswi FIB UI.

"..Tim redaksi PENANTRA bersama para relawan muda Kineforum.."

“Untuk menggali lebih dalam nilai yang tersirat dalam film hit yang diputar di Kineforum, pada setiap bulan biasanya diadakan diskusi/sharing pengalaman dengan mengundang art director atau kru-kru film tersebut, akan lebih baik bila kita bisa belajar dari orang-orang yang pernah membuat film apa yang sebaiknya dieksploitasi dari perfilman Indonesia. Beberapa film sudah cukup baik dengan menonjolkan budaya, perjuangan hidup, esensi kehidupan sehari-hari, namun sebagian lagi menyuguhkan film yang sarat nilai-nilai negatif dari gaya hidup bagi para penontonnya ” tambah Anisa Primaditya, mahasiswi IKJ, pada redaksi. Kineforum menyajikan tema pemutaran yang berbeda tiap bulannya yang dapat dinikmati secara cuma-cuma, kecuali pada film tertentu yang tergolong baru akan dikenakan donasi yang terjangkau. Pemutaran berlangsung pada hari Jumat, Sabtu, Minggu dan untuk mengetahui jadwal pemutaran film tiap bulannya dapat didownload di http://www.kineforum.com . Siapa tahu film Klasik kesukaan anda diputar bulan ini. Selamat Bertandang..”

Dwi Pravita G.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: