“…KOPER…” Pertunjukan Pentas STAND Up COMEDY di Graha BHAKTI Budaya, TAMAN Ismail MARZUKI Jakarta. 17 – 18 Februari 2012



“…Indro Warkop Salah Seorang Tokoh Komedi Indonesia…”

“…Pertumbuhan Stand-up Comedy di Indonesia, saat ini sungguh mencengangkan. Ditandai dengan banyaknya event di banyak tempat (café, resto, mall, kampus, hingga televisi) juga berbagai acara open mic dan penampilan para comic yang menyebar bagai virus kreatif yang terjadi di banyak kota. Fenomena Stand-up Comedy yang kini terjadi memperlihatkan adanya pertumbuhan bentuk seni komedi yang lebih menarik, komedi yang menempatkan kecerdasan dan ketangkasan para personnya sebagai sebuah kekuatan penampilannya. Fenomena Stand-up Comedy ini sekaligus memperlihatkan adanya sebuah pertumbuhan kebudayaan yang tumbuh dengan budaya pop perkotaan.
Komedi tunggal sudah muncul di Indonesia sejak lama. Tahun 1997, Ramon Papana mendirikan “Canda Comedy Café”, khusus untuk penggemar stand-up comedy. Tahun 2005, Iwel Sastra tampil pertama kali di acara TV dengan mengusung komedi tunggal. Dan banyak lagi contoh. Namun, Stand-up Comedy masih belum benar-benar meluas hingga 14 tahun kemudian. Pada masa itu penggemar Stand-up Comedy terpencar di mana-mana dan tidak memiliki wadah untuk saling berkumpul, atau bahkan saling tidak tahu bahwa ada orang lain yang juga penggemar.
Semua berubah berkat dua hal. Pertama, perkembangan politik Indonesia yang lebih ramah pada kebebasan berpendapat. Kedua, perkembangan internet dan media sosial. Pada tanggal 13 Juli 2011, Ernest Prakasa dan Ryan Adriandhy mengajak sejumlah kenalan untuk mengadakan open mic (panggung Stand-up Comedy yang terbuka bagi yang ingin mencoba) di Comedy Café Kemang, Jakarta. Beberapa orang yang mereka ajak sebenarnya baru mereka kenal melalui kompetisi Stand-up Comedy di Kompas TV. Sisanya via Twitter. Begitu Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika ikut bergabung, berita tentang acara ini, yang dinamai Stand-up Nite, menyebar di Twitter seperti virus ganas.
Berbagai kreatifitas yang diperlihatkan oleh para comic (istilah atau sebutan bagi para komedian/praktisi Stand-up Comedy) melalui joke-joke yang dikembangkannya, membuat pentas-pentas atau penampilan para comic itu selalu ditunggu. Komunitas penonton dan penggemar para comic itu pun dengan sendirinya tumbuh. Dan ini sangat pontensial untuk dikembangkan, dengan cara menampilkan pertunjukan stand up comedy yang kreatif dan variatif.

Tentang Pertunjukan “..KOPER..”

Pertunjukan “KOPER” ini menggabungkan format Stand-up Comedy dengan elemen teater. Kita tahu, penampilan para comic dalam Stand-up Comedy selalu tunggal, semacam bermonolog, yang menjadi ciri khas Stand-up Comedy atau komedi tunggal. Pada pertunjukan “KOPER” ini, para comic yang tampil akan mengolah dan merespon sebuah tema, yang berkaitan dengan koper. Tema itulah yang kemudian menjadi semacam ‘alur pertunjukan’, yang mengikat antara satu comic dengan comic lainnya.
Jadi, tiap comic akan mengolah bahan dan joke-joke yang menjadi ciri khas dan karakter mereka, di mana lelucon yang dikembangkan muncul dari respon mereka atas “koper”, berdasar dengan pengalaman mereka dan refleksi mereka. Inilah yang membuat unsur stand up comedy dalam pertunjukan ini tetap terjaga: para comic “bermain dalam sebuah peran” tetapi tidak meninggalkan karakter mereka sebagai seorang comic yang memiliki kekhasan cara pandang (point of view) dalam melihat realitas yang mereka respon dalam lelucon-leluconnya.

Sementara unsur atau elemen teater yang mendukung adalah perubahan setting (yang tidak biasa dalam pertunjukan Stand-up Comedy) yang menandai kisah dan pergantian ruang cerita, juga alur dramatik yang terbangun dari kemunculan tiap comic tersebut. Dimana perubahan-perubahan setting di panggung, mengikuti perubahan kisah yang dihadirkan oleh para comic yang tampil.

Alur Kisah “..KOPER..”

Kisah ini bermula di sebuah stasiun kereta, ketika seorang laki-laki ingin membuang kopernya. Ia menganggap koper itu membuat hidupnya sial. Maka ia memutuskan hendak membuang koper itu jauh-jauh dari hidupnya, dan meninggalkannya di stasiun: berharap seseorang akan menemukan dan membawa pergi koper itu.

Koper itu pun ditemukan seorang penjaga WC umum, yang merasa heran dengan koper itu. Penjaga WC umum itu ingin membawa koper itu, tetapi kemudian takut karena ia curiga dengan isi koper itu. Ia pun bingung, cemas dan akhirnya memindahkan koper itu, menyembunyikannya. Koper itu kemudian ditemukan oleh pencopet stasiun, yang segera membawanya, ingin membukanya, tetapi ia sendiri kemudian ragu-ragu, dan meninggalkan koper itu begitu saja.

Begitulah, koper itu pun berpindah tangan, dari satu orang ke orang lainnya yang menemukannya (yang dalam hal ini diperankan oleh kedelapan comic dalam pertunjukan ini). Koper itu ditemukan oleh seorang pemuda yang menunggu kekasihnya, ditemukan oleh seorang intel yang tengah menyamar, dan seterusnya. Apa isi koper itu? Dan kenapa koper itu membawa sial?

Sampai akhir pertunjukan, koper itu menjadi misteri.

8 Comic Pendukung “..KOPER..”

Ada 8 (delapan) artis comic, atau komedian, yang mendukung pementasan “KOPER” ini. Mereka adalah para comic yang saat ini boleh dibilang paling konsisten penampilannya: memiliki materi joke atau lelucon yang segar dan karakter yang kuat sebagai seorang comic. Delapan comic itu berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Mereka adalah :

1. Sammy (Sam D Putra)
2. Ernest (Ernest Prakasa)
3. Ryan (Ryan Adriandhy)
4. Soleh Solihun
5. Akbar (Insan Nur Akbar)
6. Boris Bokir
7. Miund (Asmara Leitizia Wreksono)
8. Sakdiyah (Sakdiyah Makruf)

Waktu dan Tempat Pertunjukan “..KOPER..”

Pementasan Stand-up Comedy “…KOPER…” ini akan dilaksanakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 17 – 18 Februari 2012. Mulai pukul 20.00 WIB sampai selesai, dengan Tim Kreatif : Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Sammy D Putra. Reservasi tiket bisa menghubungi: KAYAN, 0838 9971 5725/ 0856 9342 7788/ 021 8382 0070 atau Tiket Box Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat, Telp. 021 3193 7325.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: