“….Sinuhun PAKUBUWONO XIII Tedjowulan MEWISUDAN para TOKOH dan SENIMAN Yang BERJASA di Bidang KEBUDAYAAN


"..Sinuhun Pakoeboewono XIII Tedjowulan bersama Para budayawan yang diwisudan dan keluarga.."

“…SOLO – Setelah melalui proses pemantauan yang panjang dan berliku, team pemantau PEPARINGAN DALEM SINUHUN PAKUBUWONO XIII Tedjowulan yang dalam hal ini diwakili KP Karyonagoro bertemu dengan pelukis Hardi di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut pada bulan Januari awal, diterangkan bahwa Pelukis Mpu Hardi akan diparingi gelar Bangsawan Kraton Solo sebagai Kanjeng Pangeran. Tentu saja hal tersebut terjadi karena team pemantau melihat bahwa Hardi memiliki prestasi yang besar dalam memperjuangkan kebudayaan, khususnya dalam dunia seni yang telah digelutinya selama 40 tahun. Pertimbangan lain adalah dengan penemuan JANGKER (Kujang Keris) yang merupakan revitalisasi dari warisan leluhur yang secara konkret dimaknai dalam gelar Keris for The World pada tahun 2010. Dalam pembicaraan tersebut, Hardi mengusulkan dua tokoh yang fenomenal, yaitu Maestro Biola Idris Sardi dan kolektor seni EZ Halim yang memiliki jasa kultural yang besar bagi kemajuan kebudayaan di Indonesia. Setelah team berkonsultasi langsung dengan Sinuhun Tedjowulan, maka ketiga tokoh tersebut disetujui untuk diparingi gelar dan akan diwisudan pada tanggal 16 Februari tahun 2012 di Solo.

"...Pelukis/ Mpu Hardi Menjelaskan Pamor dan Daphur Jangker Yang Bertuah Kewibawaan Pemimpin..."

Tanggal 16 Februari 2012, bertempat di pendopo agung Hotel Sahid Kusuma Prince, dengan dihadiri oleh undangan, kerabat kraton dari Raja-Raja se-Nusantara serta dari Malaysia dan Brunei Darussalam, dilaksanakanlah Upacara Wisudan tersebut dengan khidmat. Ada 20 gelar Kanjeng Pangeran yang diparingkan oleh Sinuhun Pakubuwono XIII Tedjowulan dari kalangan elite profesi. Jenderal Polisi, Marsekal Udara, Para Guru Besar, dan 4 serangkai budayawan Jakarta, yaitu Fadli Zon, Hardi, Idris Sardi, dan EZ Halim. Acara dimulai pukul 08.00-16.00, dan sebagai hiburan kultural digelar dua tari andalan bedoyo. Sekitar 500 tamu yang hadir tampak puas. Kebudayaan secara konkret ditegakkan dengan cara swadiri dan kegagahan seorang tokoh budaya Sinuhun Pakoeboewono XIII yang fenomenal. Raja sehat yang memiliki visi kedepan dalam membangun jatidiri bangsa. Pada kesempatan ini Hardi mempersembahkan sebilah pusaka Jangker dengan pamor buwana hastabrata dalam dapur sardulo mangsah untuk kewibawaan pemimpin, dalam rangka menggelorakan kembali para manusia jawa untuk memiliki pusaka. Dengan raja jawa sebagai role modelnya .

Oleh : Dwi.P Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: