“…SOUTH To SOUTH Film FESTIVAL IV Refleksi SEMANGAT Tanpa BATAS…”


 

"...Sambutan dari Direktur South to South Film Festival, Ferdinand Ismail..."

JAKARTA — South to South Film Festival (StoS) digelar kembali. Festival film akbar ini diselenggarakan pada 22-26 Februari 2012 lalu, yang bertempat di 3 lokasi berbeda, yaitu Goethe Institut Jakarta, Institut Français d’Indonésie (IFI) Jakarta, dan Kineforum. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Tema yang diangkat pada festival keempat ini adalah ” Semangat Tanpa Batas “, dengan rangkaian acara penayangan film bertema lingkungan skala nasional dan internasional, diskusi tentang film, media, dan lingkungan, forum pertemuan berskala regional, pertunjukan musik akustik, dan pameran komik strip tentang perjuangan masyarakat Mollo, NTT. StoS sendiri merupakan festival film dua tahunan dengan spektrum film yang berkisar pada persoalan sosial-politik-lingkungan hidup pada konteks lokal hingga global yang saling terkait dan mengisi satu sama lain. Tema “Semangat Tanpa Batas” merupakan lambang gairah dan semangat berkarya untuk menyelamatkan negeri yang tidak dapat dihalangi hal apapun, bersolidaritas menyelamatkan kehidupan, menyayangi sesama, bahkan meyakini pilihan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan, tak merugikan lingkungan dan manusia yang lain.

"...Suasana Pengunjung dalam South to South Film Festival..."

” Festival ini bukan sekedar mengadu skill teknis penggarapan sebuah film semata, tetapi lebih kepada bagaimana masyarakat bisa menangkap permasalahan yang dirasa perlu untuk disampaikan kepada publik secara lebih kreatif”, tutur Ferdinand Ismail, Direktur festival StoS . ” Yang membedakan dengan StoS sebelumnya adalah dengan adanya Regional Meeting Forum yang mempertemukan para film maker, aktivis , media, dan penyelenggara festival, Harapannya hasil obrolan dapat mengeluarkan komitmen bahwa StoS bukan hanya sekedar festival film tetapi lebih jauh sebagai suatu gerakan perubahan”, Ungkap Ferdinand lebih jauh. Film-film dalam negeri yang diputar merupakan film-film hasil kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter bertemakan “Semangat Tanpa Batas” dengan durasi maksimal 30 menit. Ada 13 karya dokumenter dan 7 karya fiksi yang terpilih. Selain itu ada pula penayangan film non-kompetisi dan program anak. Film dalam festival StoS dimaksudkan sebagai media yang menjembatani pesan yang tak tersampaikan antara masyarakat hulu dan hilir, desa dan kota, utara dan selatan padahal kisah mereka saling berhubungan. Media film dapat berperan sebagai penyampai pesan yang dapat menggugah suatu gerakan perubahan, gerakan solidaritas, atau gerakan sosial. Setelah rangkaian acara di Jakarta, StoS akan melakukan roadshow ke wilayah lain di Indonesia, termasuk komunitas maupun kampus yang berminat untuk dikunjungi, selama dua tahun ke depan sampai StoS berikutnya.

Oleh : Dwi Pravita Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: