“…NGOBROL Bareng DIK DOANK : Jadi Yang TERDEPAN Melalui KEAHLIAN dan KEPEDULIAN…”


"..Menjelaskan garis besar acara kepada media.."

“…JAKARTA (22/02/2012) Dik Doank, penyanyi yang melejit melalui lagu ” Pulang ” di tahun 1997 dan ” Pak Posku ” ternyata memiliki banyak sekali talenta di luar panggung hiburan. Tuhan menganugerahinya dengan darah seni yang kental dan kemauan untuk mengasah potensi yang dimilikinya tersebut. Hal tersebut terungkap dalamacara Ngobrol Bareng Dik Doank, dengan topik ” Menjadi yang Terdepan dengan Keahlian dan Kepedulian ” di Bentara Budaya Jakarta. Acara yang menjadi rangkaian kegiatan Dik Doank dengan sekolah alternatifnya ” Kandank Jurank Doank ” ini dibuka dengan pengakuan Dik Doank bahwa ia pernah tidak naik kelas di SD karena hanya mampu menggambar, ia jeblok di pelajaran menghitung dan bahasa, anggapan bahwa dirinya bodoh terus berlangsung hingga SMA. Mungkin kesuksesan adalah hal yang jauh dari pria bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini, namun nasib berkata lain, kini ia dikenal sebagai Penyanyi, Presenter, sekaligus Desainer Grafis Indonesia.

"..Gabungan Karya Lukis dan Instalasi dari Dik Doank dipajang di Bentara Budaya Jakarta.."

Dik Doank menyimpulkan bahwa ternyata kesuksesan tidak bergantung pada nilai-nilai pendidikan formal, dan pendidikan kita terlihat sangat mengkhawatirkan karena tidak mengajarkan anak-anak Indonesia menjadi bangsa pencipta melainkan bangsa peniru dan penjiplak. Terbukti dengan sedikitnya proporsi kurikulum seni dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal seni merupakan sumber inspirasi penciptaan dan juga media untuk mengolah rasa. Ki Hajar Dewantara yang mendirikan perguruan Taman Siswa dan Ir. Soekarno adalah contoh pemimpin yang berjiwa seni, yang satu mengibaratkan sekolah sebagai taman yang indah dan terbuka tanpa dibatasi sekat-sekat sehingga murid dapat berinteraksi langsung dengan alam dan dengan demikian akan mencintai dan menjaga alamnya sebaik-baiknya. Dan yang satunya lagi sebagai seorang pemimpin yang mengangkat martabat bangsa yang baru saja merdeka melalui pembangunan yang indah dan megah.Perjalanan hidup dan realitas membawa Dik Doank menjadi sosok yang sangat peduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Ia keluar dari panggung entertainment yang gemerlap untuk mendedikasikan dirinya bagi anak-anak.

"..Tim redaksi NRM bersama Dik Doank, pendiri Sekolah Alternatif Kandank Jurank Doank.."

Di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, Dik yang akrab dipanggil ” Om Ganteng ” ini mendirikan sekolah bagi anak-anak yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak bernama ” Kandank Jurank Doank “. Di tempat ini, orang-orang dari berbagai lapisan umur bisa datang dan belajar berbagai hal, mulai dari menggambar, melukis, menari, teater, main musik, bernyanyi ataupun apa saja hal yang mereka suka. Melalui kegiatan-kegiatan kreatif ini diharapkan talenta anak-anak dapat berkembang sepenuhnya, dan terutama ” mengolah rasa ” sedari dini, sehingga saat dewasa mereka akan mempunyai kelebihan dalam hal kepekaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan. Selain acara Ngobrol Bareng Dik Doank, pengunjung yang hadir dapat pula menikmati karya-karya Kandang Jurank Doank, beberapa diantaranya adalah karya gabungan antara lukisan dan seni instalasi karya Dik Doank. Pameran telah resmi ditutup pada hari Sabtu, 25 Februari 2012 dengan berbagai aktivitas kreatif di Bentara Budaya Jakarta.

Oleh : D.P Ganatri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: