“…AMERICAN BATIK Exhibition MENDUNIAKAN Karya Seni BATIK…”



"...Bpk Dr.Dino Pati Djalal Dubes RI untuk AS (Tengah) dalam Moment American Batik..."

“….Jakarta, KBRI Washington,D.C didukung oleh Grand Indonesia Shopping Town dan Museum Tekstil Indonesia menyelenggarakan American Batik Exhibition mulai tanggal 22 Februari – 4 Maret 2012 di Grand Indonesia Shopping Town. American Batik Exhibition ini menampilkan sembilan buah karya batik Indonesia yang didesain oleh warga Amerika. Dimana mereka adalah para pemenang design terbaik dari American Batik Design Competition di Amerika, yang telah diproses menjadi kain batik tulis oleh Brahma Tirta Sari Batik Studio, Yogyakarta. Menurut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dr. Dino Patti Djalal dalam press conference dalam pembukaan American Batik Exhibition di Grand Indonesia menyatakan bahwa kompetisi ini mengambil inspirasi dari keberadaan Batik sebagai peninggalan Warisan Budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan telah diakui UNESCO pada Oktober 2009. Pelaksanaan kompetisi dimaksudkan untuk menduniakan batik dan mempromosikan batik sebagai budaya Indonesia yang mendunia dan mampu berakulturasi dengan budaya negara lain dan memberi peluang bagi para fashion dan graphic designers warganegara Amerika Serikat untuk merancang “American style batik” dengan pengaruh batik Indonesia. Dan telah diikuti oleh 100 peserta, yang semuanya bagus-bagus, ungkap Dr. Dino Patti Djalal lebih lanjut.

"...Salah Satu Karya Batik Yang di Pamerkan dalam Moment American Batik Exhibition..."

Terpilih sebagai pemenang pertama dalam kompetisi ini adalah Elizabeth Urabe (Ash Fork, Arizona), Kelly Cobb (Philadelphia, Pennsylvania), dan Joanne Gigliotti (Gaithersburg, Maryland). Elizabeth Urabe menampilkan design dengan judul Divine Unity yang menggambarkan antusiasme nilai kebebasan dan kemerdekaan, dalam bentuk dan pola yang luas dan explosive. Menurut Urabe, Batik dengan kecantikan dan kekuatannya, memiliki kemampuan untuk memajukan hubungan antara cinta dan perdamaian antar negara. Batik Indigo dengan Kode QR menjadi karya dari Kelly Cobb. Batik ini terinspirasi dari Batik Sudagaran yang terdapat di gallery website American Batik Design Competition. Batik ini menggunakan salah satu kode terbaru yang popular di Amerika Serikat saat ini yaitu Kode QR. Kode QR memiliki pola kotak yang terdiri dari modul-modul hitam dengan latar belakang putih. Karya berikutnya adalah Matahari Terbit dari Timur dan Menyinari Barat dari Joanne Gigliotti. Batik ini didesain untuk menunjukkan nilai-nilai yang hidup di Amerika dan melihat relevansinya dengan Indonesia, melalui simbol-simbol dari hubungan keduanya yang terangkai rapi dalam batik Indonesia. Matahari terbit yang merupakan fokus utama dalam design ini menggambarkan pengaruh timur kepada barat.

"...Koleksi Karya Batik Yang di Pamerkan dalam Moment American Batik Exhibition..."

Simbol-simbol yang ada antara lain burung Rajawali yang bermakna kebebasan, alam sebagai sumber makanan dan perdagangan, lebah yang menghasilkan malam yang banyak dipakai oleh para seniman dan pembangunan jalan ke langit yang bermakna kemajuan yang dicapai kedua negara dan harapan untuk kerjasama selanjutnya. Kepada Nasionalis Rakyat Merdeka News Online, Joanne Gigliotti menyatakan rasa gembira dan terima kasihnya pada Indonesia dengan di adakannya kompetisi Batik di Amerika ini. Yang memberi kesempatan padanya untuk turut berkarya dalam design Batik. Di mana dia juga pernah memberikan kuliah batik dan desain di The Smithsonian Institution. Pembukaan American Batik Exhibition dihadiri oleh para seniman dan designer terkemuka Indonesia, seperti Designer Ramly, Poppy Darsono, Christine Hakim dan lain-lain. Designer Ramly menyambut baik diadakannya American Batik Exhibition ini. Di sini tampak karya-karya mereka sangat baik. Dan menunjukan bagaimana Batik sudah begitu diterima di luar negeri khususnya Amerika, ujar Ramly pada PENANTRA News Online. Saat saya melakukan show di Spanyol tampak bagaimana antusias masyarakat Spanyol atas karya-karya Batik Indonesia. Dan dalam waktu dekat ini saya akan show di Belanda.

"...(Pojok Kanan) Designer Poppie Dharsono,(Tengah) Ibu Rina Doddy Ketua Yayasan Batik Indonesia bersama Redaksi PENANTRA dalam Moment American Batik Exhibition..."

Christine Hakim selalu berusaha menampilkan batik-batik Indonesia setiap kunjungannya ke luar negeri melalui busana-busana yang dipakainya. Apalagi Jepang, di sana mereka sangat menghargai dan mengagumi Batik. Karena saya selalu diminta dalam surat undangannya untuk memakai Batik bila hadir dalam suatu acara di Jepang. Dan itu wajib. Hal itu membuat saya bangga akan Batik. Seperti Batik karya almarhum Iwan Tirtha, saat beliau masih ada pernah mengatakan pada saya bagaimana Iwan Tirtha dalam mendesign batik . Yaitu saat dia menarik garis pertamanya dengan memejamkan mata dan penuh penjiwaan. Hal itu mungkin yang membuat karya-karya batik Iwan Tirtha luar biasa, ungkap Christine Hakim lebih lanjut. Sementara Poppy Darsono yang ditemui di American Batik Exhibition juga menyatakan kekagumannya akan karya-karya batik yang dipamerkan. Dan harapannya semoga Batik Indonesia bukan hanya dikenal di dunia tapi juga yang lebih penting adalah dicintai oleh bangsa nya sendiri. Sebagai penutup dalam Press Conference, Duta Besar RI, Dr. Dino Patti Djalal menyatakan bahwa sukses penyelenggaraan American Batik Design Competition I pada tahun 2011 ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak khususnya sekolah seni yang memandang positif dilaksanakannya kegiatan ini.

Oleh : Santi Widianti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: