“…MOBIL Esemka BISA 100% BUATAN Indonesia…”



Dwi ketika mengendarai Mobil Esemka Rajawali

Mobil Esemka Rajawali yang tengah menjalani uji emisi Senin (27/2) kemarin, adalah mobil Esemka generasi ketiga. Pada generasi ketiga ini komponennya sudah 80% lokal. Berbeda dengan dua generasi sebelumnya yang komponennya memang masih didominasi produk impor. Namun, Dwi Budi Martono, Guru Teknik Kendaraan SMK 2 Solo, menyatakan bahwa mobil Esemka ini bisa jadi 100% buatan Indonesia. Sebab, menurutnya telah ada tawaran dari beberapa pengusaha lokal yang menyatakan kesanggupannya untuk membuat komponen yang masih impor. Komponen mobil Esemka yang saat ini masih impor, salah satunya adalah pompa injeksi bensin dari depan ke belakang, seperti disebutkan Bpk Wali Kota Solo Joko Widodo. Dukungan agar mobil Esemka ini bisa 100% Indonesia menurut Dwi datang setelah nama mobil Esemka mencuat ketika Wali Kota Solo Joko Widodo menggunakannya sebagai mobil dinas sehari-hari. ” Setelah kita serahterimakan kepada Pak Wali, 2 Januari kemarin, banyak teman-teman kita dari industri yang menawarkan, ‘Mas saya juga bisa bikin ini, kenapa harus beli keluar negeri? Sedangkan produk-produk yang sekarang beredar di masyarakat itu makenya juga dari kita’,” cerita para pelaku industri itu kepada Dwi. Dwi sendiri adalah guru yang membimbing siswa-siswa SMK II Solo dalam mengembangkan mobil Esemka ini sejak generasi pertama.

Kap Mesin mobil Esemka

Jadi secara keseluruhan, mobil Esemka ini merupakan hasil kolaborasi karya anak-anak SMK dan UKM. ” Nantinya ada banyak sparepart yang akan diproduksi oleh anak-anak SMK, di SMK. Yang tidak bisa dibuat SMK, dibuat di home industry, di Klaten, Ceper, Tegal, Pasuruan,” tuturnya. Nantinya, Solo akan berlaku sebagai induk perusahaan dimana disinilah proses perakitan dilakukan. Uji emisi ini adalah langkah terakhir sebelum akhirnya mobil Esemka bisa diproduksi massal. Hanya saja, Dwi menambahkan bahwa mobil Esemka yang diuji ini masih berupa prototipe alfa. “Prototipe alfa ini adalah prototipe awal, mula-mula. Begitu ada ide langsung dibuat. Nantinya akan segera dibuat prototipe beta yang dilengkapi dengan cetak biru dan kelengkapan gambar sehingga dapat diduplikasi dan bisa diproduksi massal dengan keluaran yang sama,” jelas Dwi. Meski demikian, ternyata minat masyarakat terhadap mobil yang rencananya akan dibanderol sekitar 95juta ini, ternyata sangat tinggi. Sebab, diperkirakan jumlah pesanan mobil ini telah mencapai lebih dari 6000 unit. Padahal, target produksi yang Jokowi paparkan hanyalah sebesar 200 mobil perbulan. “Kami memang tidak berambisi menjadi manufaktur raksasa,” jelasnya. “Kita hanya pengen industri rakyat, produksi kecil-kecilan saja, 200 perbulan. Tapi brand Indonesia, prinsipal Indonesia, itu yang paling penting,” tegasnya.

Dwi Budi Martono, Guru teknik Kendaraan SMK II Solo yang setia mengawal Mobil Esemka dari generasi ke generasi

Target pasar mobil Esemka ini untuk tahap awal akan disediakan untuk pasar Solo terlebih dulu, “Karena gampang menghandle aftersales (service)-nya,” Jokowi beralasan. “Baru meluas ke Solo Raya, baru kemudian Jawa Tengah, baru meluas lagi. Kita nggak mimpi yang tinggi-tinggilah, mimpi yang paling penting itu tadi, prinsipal Indonesia, brand Indonesia,” Jokowi kembali menegaskan. Meski demikian, Dwi yang dihubungi di saat terpisah, menyatakan keterbatasan produksi itu bukan masalah besar. Menurutnya, kecepatan produksi itu masih bisa ditingkatkan dengan penggunaan mesin. “Setelah diproduksi massal kan tentu akan ada strategi-strategi, misalkan body-nya tidak dibuat secara manual lagi seperti sekarang, melainkan press body,” jelas Dwi. Jokowi juga menyatakan bahwa mobil Esemka ini akan dilepas sesuai mekanisme pasar, “Siapa punya kualitas, siapa punya harga kompetitif, pasti dimaui pasar. Pegangannya, kualitas baik, harga bersaing,” jelasnya. Menanggapi kemungkinan adanya pelaku pasar yang mungkin terganggu dengan kehadiran mobil ini, Jokowi menanggapi ringan, “Ah, hanya 200 saja kok,” ujarnya sambil tersenyum simpul. Jokowi juga memaparkan bahwa mobil Esemka ini juga sudah mengantisipasi kemungkinan peralihan bahan bakar ke bahan bakar alternatif, seperti gas ataupun biofuel. “Kemarin banyak yang mencibir ini mobil beneran nggak, sih? Ini kita buktikan, anak-anak SMK, anak-anak kita mampu,” tutur Jokowi kembali menularkan optimismenya.

Oleh : Eka Shantika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: