“…@RTENERGY : Cara SENIMAN Sosialisasikan Dunia MIGAS…”


 

'...Proses Melukis Kilang Minyak di Blok Migas Pulau Pabelokan..."

“…JAKARTA — @RTENERGY menjadi tajuk pameran lukisan kilang minyak dan gas Pertamina yang digadang oleh 7 orang pelukis putra bangsa. Ini merupakan pengulangan sejarah sejak pertama kalinya Pertamina menyelenggarakan pameran lukisan  “Dunia Minyak Indonesia“ 38 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1974. Ketujuh orang pelukis yang terlibat antara lainKP Hardi Danuwijaya, Odji Lirungan, Yoes Rizal, Lim Hui Yung, Yahya TS, Ivan Hariyanto, dan Joned, dengan disponsori BPMIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi) dan Kementerian ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral) sebagai apresiasi terhadap kebudayaan. Para pelukis telah turun lapang untuk membuat sketsa kilang dan pengeboran minyak langsung di tempat, yang tentunya menjadi pengalaman baru bagi tiap-tiap pelukis dalam memaknai dan meresapi keberadaan dunia Migas tersebut dan menuangkannya ke dalam kanvas. Selain pameran lukisan, kelak akan diadakan pula peluncuran buku setebal 200 halaman dalam edisi Lux mengenai proses pelukisan tersebut dimana tiap lukisan akan dibuatkan syairnya oleh para penyair hebat seperti Taufik Ismail, Fadli Zon, dan Leon Agusta. “ Ini merupakan buku pertama yang terbit di Indonesia mengenai lukisan kilang minyak, bahkan mungkin pertama di dunia”, Ucap Pelukis Hardi, penggagas pameran lukisan sebagai sarana sosialisasi dunia Minyak dan Gas ini,

"...Obyek Kilang Minyak yang terdiri dari susunan besi yang rumit dan kaku ditransformasi oleh ketujuh pelukis menjadi karya seni yang indah..."

“Nanti akan kita usulkan 3 rekor MURI untuk pameran ini, yaitu Buku lukisan kilang minyak pertama, Melukis Kilang Minyak terbanyak, dan Pelukis terbanyak dalam melukis kilang minyak”, pungkasnya dengan optimis. Sebanyak 75 karya lukis akan dipamerkan pada pameran yang sedianya akan dilangsungkan tanggal 24 April 2012 di Gedung Dharmawangsa atau Galeri Nasional kelak. Kolektor Senirupa EZ Halim pun menyatakan kegembiraannya pada redaksi PENANTRA,” Lukisan biasanya tentang keindahan alam, tentang manusia, kini mereka mencoba bagaimana melukis teknologi, dimana kilang minyak adalah teknologi. Dan bagi kolektor adalah hal yang menarik dan menggembirakan bilamana ada nuansa baru dalam dunia seni lukis Indonesia…” ujarnya. Melihat obyek yang dilukis adalah kilang minyak yang berukuran raksasa, terdiri atas susunan besi-besi dalam kerangka yang kaku, menimbulkan pertanyaan sendiri dalam proses transfernya menjadi karya seni. Adakah Kesulitan dalam pembuatannya…? “ Gampang sekali,” jawab Odji Lirungan yang melukis kilang minyak Prabumulih di Palembang bersama Yoes Rizal. “ Kalau kita melihat kilang minyak itu ‘kanrumit dan kaku, tinggal bagaimana melembutkan dengan permainan cahaya, atau garis yang keras dibuat agak membengkok, jadilah seni, bahkan ada satu kilang yang tampak jadi seperti menara Eiffel saat hampir rampung saya lukis, hanya saja panasnya minta ampun saat melukis disana”, tandasnya sambil tertawa.

"..Ketujuh Pelukis yang terlibat dalam Event @RTENERGY bersama Penyelenggara.."

Pelukis Yahya A.T. yang didapuk untuk melukis kilang minyak di Blok Migas Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, bersama Ayung dan KP Hardi mengaku agak kaget untuk memulainya, ” Pengalaman pertama melukis yang beda dari biasanya,yaitu besi-besi. Jadi kaget, tapi menyenangkan melukis langsung ke lokasi. Kita sebagai pelukis muda beruntung bergabung dalam proyek ini bersama mas Hardi. maka kita berterimakasih sekali dengan mas Hardi dan BPMIGAS “. Tiap pelukis mempunyai corak dan nuansa tersendiri dalam mengekspresikan obyek kilang minyak ke dalam karyanya. Misalnya, Yoes Rizal tampil beda dengan lukisan bertekstur kasar menggunakan campuran khusus, sedangkan di kanvas lain ia merampungkan lukisannya dengan kesan ‘setengah jadi’. Baginya disitulah kebebasan seniman berekspresi. Sementara Lim Hui Yung, membuat lukisan yang berkesan kontras dengan menghadirkan satwa dalam obyek kilang minyak yang dilukisnya.” Dalam satu lukisan saya ada kilang minyak dan seekor Elang bondol yang tengah terbang melintas, ini menjadi gambaran bahwa meskipun teknologi dibangun namun masih bisa hidup berdampingan dengan satwa dan lingkungan ”,  jelas pelukis yang akrab disapa Ayung ini. Tampaknya @RTENERGY kelak akan membuka jalan bagi seniman Indonesia memperkaya dunia seni lukis yang tidak lagi terbatas pada pemandangan alam tapi juga pada kemajuan teknologi yang telah dicapai oleh bangsa ini.

Oleh : Dwi P. Ganatri

2 Tanggapan

  1. Salam Budaya

    TEMU SASTRA TUTUR MAHASISWA NUSANTARA (TERAS NUSANTARA) AKSARA Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.. insyaAllah akan di adakan pada tanggal 2-5 mei 2012 bagi teman – teman yang ingin bergabung
    silahkan download proposal pada link di bawah ini terimakasih

    http://www.4shared.com/file/Voyc4AOA/Proposal_Teras_Upload.html

    atau

    http://www.4shared.com/zip/_aXBhWEU/Proposal_Teras_Uploaddd.html

    aksarafipunm@rocketmail.com

    cp :
    Tri : 085255654157
    ilham : 085210783242
    🙂

    • Terimakasih apresiasinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: