“…CHRISYE kembali menghibur peggemarnya lewat KONSER Musik KIDUNG ABADI…”



Chrisye saat membawakan lagu Kidung

“…PENANTRA – JAKARTA, Konser Chrisye yang bertajuk “…KIDUNG ABADI…” telah sukses digelar pada hari Kamis, tanggal 5 April 2012 lalu. Konser yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), ini dipadati ratusan penonton. Vina Panduwinata, Sophia Latjuba, dan GIGI, Once, dan Gita Gutawa ikut menyemarakkan konser yang ditujukan untuk mengenang mendiang CHRISYE beserta karya-karyanya ini.

Sebelum konser dimulai, Erwin Gutawa, Damayanti Noor, dan Jay Subyakto, hadir memberi sambutan. ” Tiga konser Chrisye yang kami kerjakan bersama, selalu mempunyai misi untuk negeri ini.

Konser Sendiri adalah konser tunggal pertama di gedung ini di tahun ‘94, konser Badai Pasti Berlalu adalah konser kebangkitan negeri ini dari tirani Orde Baru. Konser Dekade adalah konser apresiasi terhadap musik Indonesia sejak dekade 50 hingga 2000-an,” ucap Jay. “ Kini kami kembali hendak menghadrikan semangat Chrisye di konser keempat. Terimakasih untuk kehadiran Anda semua, dan terimalah persembahan kami.

Konser Kidung Abadi,” lanjut Damayanti Noor, membuka acara yang disambut dengan riuh tepuk tangan penonton. Intro musik Anak Jalanan dan Merpati Putih melantun yang kemudian ditemani iringan biola alto Henry Lamiri di lagu Kala Sang Surya Tenggelam dan biola tenor di lagu Galih dan Ratna. Gita Gutawa hadir kemudian dengan lagu Baju Pengantin. Usai bernyanyi ia mengenang kawan baik ayahnya itu, ketika ia diminta bernyanyi di salah satu konser Chrisye ketika umurnya 10 tahun. Setelahnya, panggung tiba-tiba menjadi senyap.

GIGI ketika menirukan gaya khas Chrisye ala "Armand" di lagu Juwita

Petikan gitar Dewa Bujana memecah sunyi, yang kemudian diikuti oleh hadirnya GIGI di kiri atas panggung. Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Erhandy (drum) mulai mengehentak konser ini dengan lagu Ketika Tangan dan Kaki Berbicara, Serasa, Ku Ingin, dan Juwita.

Sentuhan rock ala GIGI, membuat lagu-lagu Chrisye itu jadi lebih bersemangat. Ditambah kelincahan Armand di atas panggung, mau tak mau membuat panggung pun memanas.

Vina Panduwinata hadir kemudian membawakan Simponi Cinta dan Cinta. Setelah dua lagu itu, Vina berhenti sejenak, “ Mungkin tak banyak yang tahu, bahwa lagu ini diciptakan khusus oleh Chrisye untuk saya… Meski dulu ini dinyanyikan berdua dengan Chrisye, tapi saya tidak boleh sedih, menyanyikannya sendiri malam ini,” ujarnya. Lagu Kisah Insani pun kemudian melantun dengan sedikit sentuhan jazz klasik.

“ Seluruh karya Chrisye adalah jawaban atas serbuan musik dan seni asing. Suatu pembuktian bahwa jati diri kebudayaan Indonesia punya nilai yang luar biasa. Kali ini dan semua konser Chrisye sebelumnya adalah karya anak Indonesia.” Tarian ” Rentak Khatulistiwa ” oleh grup tari Hartati Swarna Dwipa hadir kemudian sebagai interpretasi atas lagu-lagu Chrisye.

Lagu Lilin-lilin Kecil dan Serasa pun ditarikan dengan dinamis. Once kemudian menyapa penonoton dengan ” Sabda Alam “. Sekilas karakter vocal Once memang mengingatkan dengan suara Chrisye. Khayalku, Angin Malam, dan Resesi, dan ditutup dengan lagu Pelangi. Chrisye pun kemudian muncul menyapa penoton. “ Asalamuallaikum, selmaat malam. Senang bisa bertemu nda semua disini.

Once saat ebraksi di panggung Kidung Abadi Chrisye

Bersama Erwin Gutawa Orchestra…Siap goyang ya, siap nyanyi ? ” ujarnya dalam sebuah penggalan konser. Aku Cinta, Nona Lisa, Hura Hura, dan Anak Sekola kemudian melantun dari Chrisye yang diiringi dengan penari dan iringan orchestra Erwin Gutawa.

Potongan-potongan video yang diotaki Jay Subiyakto itu pun tak segan berinteraksi dengan penonton. Penonton pun kemudian pun menyambutnya dengan nyanyian dan goyangan. ” Bisa ikut bilang gini ? La-la-la-la gitu ? ” pinta Chrisye kepada penonton menemani lagu Kala Cinta Menggoda yang dilanjutkan nyanyian Seperti Yang Kau Minta.

Suara Chrisye kemudian kembali terdengar, ” Sekarang saya akan duduk bermain gitar, kalau ada yang tahu kita bisa nyanyi sama-sama,”  kata Chrisye membuka lagu Kidung dengan petikan gitarnya. Selamat Jalan Kekasih, Untukku, Kisah Cintaku, Cintaku, terus dinyanyikan, hingga layar panggung di bagian tengah terbuka dan menghadirkan sosok Sophia Latjuba sembari menyanyikan refrain Hening.

Ia kemudian berpindah di samping kanan panggung. Sosok Chrisye berpakaian putih kemudian muncul dalam bentuk hologram di samping Sophia, mereka pun kemudian duet membawakan lagu Setangkai Anggrek Bulan dan Kangen. Erwin tampil kemudian di panggung, berbicara soal penyesalannya yang tak sempat terpikir untuk membuat sebuah lagu pun untuk Chrisye, meskipun ia adalah orang terdekat Chrisye secara musikal.

Animasi Chrisye ketika menyanyikan lagu barunya, Kidung Abadi, garapan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa

Untuk menebus penyesalannya itu, ia kemudian menciptakan aransemen musik yang diberi judul Kidung Abadi bersama Gita Gutawa sebagai penulis lirik. ” Dulu suka ada yang bilang, ‘Chris, kok lagu kalau lo yang nyanyiin jadi enak ya ? ‘ Untuk itu saya mau lagu baru saya ini dinyanyikan langsung oleh Chrisye ,” ujar Erwin.

” Lagu ini merupakan rekaman dari 260 suku kata dari 100 master rekaman suara Chrisye yng direkam oleh Musica,” lanjutnya. ” Tapi sebelum itu, saya mau bilang ke Chrisye, ” Chris suara dan nyanyian lo akan selalu bersama kami selamanya’,” serunya disambut riuh penonton.

Animasi Chrisye dalam format video hitam putih kembali hadir di layar dan menyanyikan Kidung Abadi. Lagu ini mengalun indah. Meski, pada beberapa suku kata terdengar kurang sempurna. Namun, lirik yang syahdu dan komposisi musik yang melankolis, mampu menyeret rasa haru mengenang mendiang Chrisye. Kerja keras menyatukan 260 suku kata dan nada berbeda dari rekaman asli Chrisye yang menyanyikan lagu ini terbayar dengan sambutan meriah dari penonton.

Chrisye kembali tampil membawakan Pergilah Kasih. ” Terimakasih Anda-Anda semua, terimakasih sekali. Terimakasih untuk anak-anak saya, dan istri saya Yanti, terimakasih ya. Terimakasih untuk Jay Subyakto dan Erwin Gutawa…terimakasih juga kepada kru, dan kepada semua yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu ,” tutup Chrisye berpamitan.

( Oleh :  Eka Shantika )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: