“…FLAME On YOU Tampil MENARIK, Pentaskan TARI Gubahan KISAH Ramayana…”



"..Salah satu adegan dalam Flame on You.."

“…PENANTRA– JAKARTA, “ Flame on You “, Karya terbaru dari penata tari ternama Eko Supriyanto telah digelar dengan sukses dan menuai pujian serta gemuruh tepuk tangan penonton yang menyaksikan.

Pertunjukkan ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 7 April 2012, bertempat di Goethe Haus Jakarta, berdurasi selama 90 menit dengan menyuguhkan seni koreografi kontemporer, yang menceritakan sisi lain dari cuplikan mahacaritra Ramayana.

Dikisahkan bertahun-tahun setelah peristiwa penculikan Shinta oleh Rahwana, Rama meminta Shinta untuk membakar diri untuk membuktikan kesuciannya. Namun Sita menentang sebab ia menyadari ia akan mati terbakar. Namun tak urung Sita menjadi kecewa dan malu akan dirinya sendiri.

tema “trial on fire” atau di Indonesia terkenal dengan babakan Sinta Obong di Ramayana diulik kembali oleh Eko Supriyantono lebih kepada bagaimana teganya sikap Rama (laki-laki) yang dipengaruhi nafsu kebinatangannya untuk menyuruh istrinya membakar diri atau dibakar.

Atau sebaliknya, Shinta (istri/wanita) akan sangat tersingung apabila hal kesetiaan wanita tersebut diragukan oleh suaminya, maka sikap perlawanan/kebinatangan yang akan muncul dan melawannya. ” Gambaran sifat flip and flopdari kebinatangan dan kemanusiaan inilah yang menginsipirasi saya untuk membuat karya Flame on You (FoY) ini. walau didasari dan berpijak dari cerita ramayana, tetapi telah saya kembangkan dan liarkan lagi ide ini kepada tema yang lebih besar “

"..Salah satu adegan dalam Flame on You.."

” Dan kemudian berkembang menjadi tafsir perdebatan/ dialog/ konflik antara Rama dan Shinta atau Wanita dan Laki-laki umumnya. ” Jelas Eko lebih jauh tentang bagaimana Tata tari “ Flame on You ”menggambarkan pertentangan sisi manusiawi dan hewani antara laki-laki dan perempuan  yang dianalogikan pada tokoh Rama dan Sita. Tarian ini membuat kita bertanya-tanya akan makna dari kata “ cinta ” dan “ manusia ” di dunia ini.

Karya Eko Supriyanto ini diciptakan sebagai bagian dari Pertukaran Penata Tari Asia Tenggara (Southeast Asian Choreographers Exchange) di Kamboja. Pertunjukan di Jakarta ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia. Pertunjukan selanjutnya akan dilakukan di kota Solo. Wajah para penonton terlihat puas dan bergembira seusai keluar dari ruang pertunjukkan, dan sebagian besar dari mereka menyempatkan diri untuk berdiam di lobby untuk sekedar berbincang-bincang dan menunggu para penari keluar.

"..Ibu Betty bersama Anak-Anak Komunitas IPPA Rawamalang yang juga penggemar tari.."

Betty, yang datang bersama anak-anak didiknya dari Komunitas IPPA (Ikatan Peduli Pendidikan Anak) Rawamalang, CIlincing, Jakarta mengungkapkan pada Redaksi PENANTRA,”

Pertunjukkannya bagus, saya kira tadinya Mas Eko akan membawakan tarian tradisional, namun ternyata adalah tarian tradisional kontemporer dan semi teater yang cukup rumit.

” Saya membawa anak-anak ini karena mereka suka menari modern dance, saya harap ada unsur-unsur gerak baru yang dapat mereka pelajari setelah menonton pertunjukkan ini ”, harapnya kemudian.

Begitu sang koreografer dan kru penarinya keluar tak urung para penonton mengucapkan selamat, memberikan bunga, serta berfoto bersama. “ Syukur pertunjukkannya dapat berlangsung dengan lancar”, ucap Eko Supriyanto sembari berterimakasih pada para penonton yang mengucapkan selamat padanya.

( Oleh : Red NRMnews / Dwi Pravita G )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: