“… ZEKE KHASELI LUNCURKAN ALBUM FELL IN LOVE WITH THE WRONG PLANET…”


“..Aksi panggung Zeke Khaseli dentik dengan pemakaian kostum dan topeng..”

“…PENANTRA – JAKARTA, Zeke Khaseli baru saja meluncurkan album keduanya yang bertajuk “ Fell in love with the Wrong Planet ”, album ini berisi delapan buah lagu yang diciptakan dalam durasi delapan minggu. Album ini lahir dari apresiasi Zeke terhadap keindahan dan keseimbangan antar mahluk hidup dan semestanya.

Uniknya, ekspektasi untuk album ini adalah nol, tak ada harapan muluk albumnya laris terjual atau disukai pasar baik domestik maupun internasional.

Sebagaimana ia mempercayakan hal-hal yang diluar kontrol dirinya pada Alam Semesta, maka jika hal itu terjadi, maka terjadilah.

Yang pasti, lagu-lagu ciptaan Zeke tetap pada jalur Music For All, dimana setiap minggu ia merilis lagu baru yang dapat didownload gratis pada websitenya. Ternyata, banyak yang berminat pada musik Eklektik yang eksperimentalis hasil karya Zeke, selain banyak komentar dan dukungan melalui social media dan website, lebih dari 300 orang datang ke Goethe Haus untuk menyaksikan konser peluncuran albumnya di Goethe Haus pada hari Jumat, tanggal 13 April 2012.

Zeke muncul dengan topeng harimau, band dan kru-nya pun menggunakan aneka topeng dan kostum menjadi tokoh imajiner seperti manusia berkepala kuda, panda, atau kelinci, alien, monalisa, robot, strawberry menyanyi, pebalet bertopeng dan aneka tokoh lainnya.

“..Figur-figur dalam performance Zeke saat membawakan lagu BoyLien no.9..”

Tokoh-tokoh yang merupakan bagian dari lirik-lirik lagu Zeke, lantas menari absurd secara hilir-mudik memeriahkan pertunjukkan.

Konsep Topeng merupakan pengikat kebersamaan antara Zeke dengan pemusik pendukung ketika manggung, sekaligus agar mereka lebih nyaman dan bebas mengekspresikan diri.

Dalam jeda istirahat 30 menit pengunjung dipersilahkan meninggalkan ruangan, Ternyata kru telah menyiapkan kejutan di ruang pameran dengan menyalakan lampu UV.

Ruang pameran pun berubah menjadi “ Semesta Lain ” dimana kita tampak menjadi sekelompok mahluk planet berpakaian glow in the dark.

Pengunjung diajak menikmati pameran visual, merchandise band-band indie/sidestream, dan ada pula stand kaus artwork yang menarik karena bergambar aneka poster film JADOEL. Mulai dari Jenderal Kancil, Si Doel anak Sekolahan, hingga film action yang dibintangi Barry Prima yang membuat cerita epik silat sangat berkibar di jamannya, menjadi spot yang paling banyak dikunjungi. Acara yang dipersembahkan Buttonijo ini otomatis menjadi bagian dari pembuatan film dokumenter berjudul “ Panspermia ” yang disutradarai Amir Pohan.

( Oleh :Dwi.Pravita.G )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: